Posts

Showing posts from June, 2021

Infak dan Teori Butterfly Effect

  Oleh: Dr Ilham Kadir, MA.* Tersebutlah seorang meteorolog bernama Edward N Lorenz (1917-2008) yang pada ada tanggal 29 Desember 1972 berdiri dan berpidato di Pertemuan ke-139 The American Association for the Advancement of Science di Washington DC, Amerika Serikat. Lorenz mengemukakan pertanyaan penting, Apakah kepakan sayap kupu-kupu di Brazil mengakibatkan sebuah tornado di Texas? Dari sinilah teori dan istilah butterfly effect itu bermula. Prinsip utamanya adalah bahwa perilaku atmosfer tidak stabil sehubungan dengan gangguan amplitudo kecil, atau perubahan kecil dapat menimbulkan konsekuensi besar tersebut. Lalu apa hubungannya dengan infak? Ikuti saya!   Secara sederhana, sebagaimana yang tertuang dalam undang-undang (Nomor 23/2014), infak adalah harta yang dikeluarkan oleh lembaga atau perorangan untuk kemaslahatan umum. Jika menyebut infak maka tidak sempurna tanpa menggandeng syariat zakat dan sedekah. Ketignya: zakat, infak, sedekah kerap kali dimaknai sama dalam Al-Qur&

Pemimpin Harus Membaca

    Oleh: Dr. Ilham Kadir, MA., Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kab. Enrekang.   Berdasarkan riset dari World’s Most Literate Nations Ranked yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity (2016), Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca, persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa. Dalam situs Kementrian Informasi dan Komunikasi (Kemenkominfo) memaparkan riset UNESCO yang menyebutkan Indonesia urutan kedua dari bawah soal literasi dunia, artinya minat baca sangat rendah. Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. Kita mulai dengan meneropong prosentase masyarakat muslim di Indonesia yang secara populasi berada di atas 80 persen. Itu artinya, yang malas membac