Posts

Showing posts from April, 2021

Menghitung Zakat Harta

  Jika dimaknai secara bahasa, zakat berarti berkah, bersih, suci, tumbuh, berkembang dan bertambah. Dari sudut istilah zakat adalah hak yang wajib dikeluarkan dalam harta dengan kadar tertentu, waktu tertentu, didistribusikan pada golongan tertentu dari mereka yang telah memenuhi syarat tertentu. Tulisan ini akan menjelaskan pengertian zakat dari sudut istilah yang semuanya serba tertentu. Memang, wajib diketahui bahwa ciri khas ibadah adalah memiliki ketentuan yang diatur oleh syariat. Hanya saja, kadang dalam penerapan aturan memerlukan ijtihad dari para ulama, termasuk ilmu zakat, lebih khusus lagi di era kontemporer ini yang melahirkan banyak profesi yang belum muncul ketika syariat zakat diturunkan. Berikut penjelasan istilah di atas. Pertama, "Kadar tertentu", adalah kadar zakat yang dikeluarkan dengan melihat jenis harta dan cara memeperolehnya. Kadar zakat berbeda antara satu dengan lainnya. Zakat emas, perak, uang, deposito, penghasilan, gaji tetap, dan perdag

Bulan Sedekah

Jika ditelusuri dari sisi bahasa, sedekah berasal dari akar kata "shidq" bermakna jujur. Secara istilah, berdasarkan undang-undang adalah harta atau non harta selain zakat yang dikeluarkan oleh perorangan atau lembaga untuk kemaslahatan umum. Zakat, infak, dan sedekah adalah tiga kata yang sering kali digunakan oleh Al-Qur'an dengan makna yang sama berupa harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim setelah memenuhi syarat menurut pandangan syariat. Ketiga termninologi tersebut biasa juga digabung menjadi satu, "infak wajib adalah zakat, infak sunnah adalah sedekah; sedekah wajib adalah zakat, sedekah sunnah adalah infak". Ketika mendefinisikan makna sedekah, Ibnul Jauzy berkata, Setiap orang harus memahami kemuliaan waktu hidupnya, tidak boleh menyia-nyiakan waktunya walau hanya sedetik untuk tidak mendekatkan diri pada Allah dengan mempersembahkan yang terbaik kepada Allah, dan yang paling mulia dari perkataan dan perbuatan adalah sedekah, karena sedekah

Serius Beribadah di Bulan Ramadhan

    “Demi Allah. Seandainya dikatakan pada Penghuni kubur, Berharaplah. Maka, sungguh mereka akan berharap bertemu kembali dengan Ramadhan walau hanya sehari”.~Ibnul Jauzi .   ***   Dengan Bulan Ramadhan, amal sedikit menjadi banyak, amal ringan menjadi berat, amal sepele menjadi berbobot, dan amal kecil bernilai besar. Maka, sangat merugi jika Ramadhan datang namun tidak dijadikan sarana untuk menimbung pahala sebanyak-banyaknya melalui amal-amal utama yang Allah sediakan untuk dilakukan, dan akan berlipat jika direalisasikan dalam Bulan Ramadhan. Selain menunaikan ibadah inti Ramadhan berupa puasa, maka harus bersungguh-sungguh dalam beribadah sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah, para sahabat, serta orang-orang saleh dari generasi awal hingga sekarang. Ketika Ramadhan tiba, Nabi serius dan fokus beribadah, dan lebih kencang lagi keseriusan itu di malam-malam akhir ramadhan, atau sepuluh malam terakhir. Berdasar dari hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah