Posts

Showing posts from January, 2021

Menggali Makna dibalik Peristiwa

  Oleh: Dr. Ilham Kadir, Tim BTB Baznas Enrekang Tahun 2021 tiba, disambut dengan suasana pandemii covid-19. Jika biasanya setiap tahun baru tiba, para muda-mudi riuh rendah menyambut dengan sukacita, ada yang membakar petasan, konser musik, namun ada pula yang melakukan pengajian, zikir bersama hingga muhasabah. Tapi semua itu tidak dapat dilaksanakan karena korban pademi terus berguguran. Dan hingga saat ini tanda-tanda jika corona akan sirna dari bumi Indonesia belum juga muncul, bahkan trennya semakin melonjak ditandai dengan banyaknya rumah sakit yang tidak mampu lagi menampung pasien karena penuh. Tidak sedikit orang yang jengah bahkan bosan mendengar kata 'pandemi covid', termasuk saya. Namun tetap harus waspada dan saling mengingatkan agar jangan sampai tertular, dan itulah antara tujuan tulisan ini. Januari 2021 datang. Kita masih mengharap-harap cemas, apakah tahun ini lebih baik dari tahun lalu, atau sebaliknya, tahun ini lebih buruk, atau minimal sama. Dalam

Pendidikan Era Disrupsi

  Oleh: Dr. Ilham Kadir, MA. * Tahun baru tiba, para orang tua yang anaknya akan masuk tahun ajaran baru atau masuk perguruan tinggi tahun ini mulai membuat strategi dan kebijakan agar ekonomi rumah tangga tetap stabil dan anak-anak yang akan lanjut sekolah berjalan mulus. Sebagai bahan referensi dalam membuat keputusan yang tepat, jangan sampai pendidikan justru memiskinkan. Lalu, kemana anak sebaiknya sekolah? Dan bagaimana mereoreintasi tujuan pendidikan?   Gadis berparas ayu itu merupakan seorang sarjana ilmu pemerintahan, jebolan universitas negeri bergengsi di Makassar, setiap hari ikut membantu meringankan pekerjaan orang tuanya di pasar dengan berjualan aneka makanan dan minuman. Gadis itu yatim, ayahnya meninggal dunia ketika masih duduk di bangku SLTA. Sementara ibunya, tidak memiliki penghasilan lain selain menjual makanan dan minuman di emperan pasar. Serupa tapi tidak sama, seorang gadis yang kuliah di jurusan keperawatan, dengan biaya yang cukup mahal, selain itu,

Pertemuan Terakhir dengan Petta Cinnong

  Oleh: Dr. Ilham Kadir, MA., Alumni MQWH Tuju-Tuju 1993. "Sesungguhnya manusia itu menjadi buah bibir orang-orang yang ditinggal, maka jadilah kamu perbincangan yang baik bagi orang-orang setelahmu."   Komunikasi saya dengan Petta Cinnong selama ini terus terjalin, baik ketika merantau ke Malaysia sekitar tahun 1999-2005 maupun ketika ketika kembali ke Indonesia. Sewaktu mengajar di Sekolah Menengah Arab An-Nur, Benut Pontian, Johor, saya biasa mengirim surat padanya, mengabarkan keadaan dan kegiatan saya sebagai guru dan pengasuh di sekolah tersebut. "Beliau [Petta Cinnong] sangat suka kalau ada santrinya yang mengabari kegiatannya, apalagi Antum bertahun-tahun diajar dengan beliau," kata Dr Muttaqin Said sewaktu berkunjung ke tempat saya di Johor. Sewaktu kembali ke Indonesia dan merintis Pondok Pesantren Al-Qur'an Hidayatullah, Sememal, Tanjung Balai Karimun, saya biasa berkomunikasi via handphone dengan Petta Cinnong. Setelah mengetahui nomor handph