Tarhib Ramadhan ala Rasulullah




Oleh, Ilham Kadir.

Sebagaimana dinarasikan Salman Al-Farisi bahwa Nabi pernah berkhutbah di akhar Bulan Sya’ban ketika hendak masuk Ramadhan, ini isi khutbahnya:
Wahai manusia, telah datang kepadamu bulan diberkahi, di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah mewajibkan berpuasa di bulan itu, menjadikan salat malamnya sebagai ibadah sunnah. 

Barang siapa melakukan amalan sunnah dalam satu perkara baik, maka sama nilainya dengan menegakkan ibadah fardhu pada bulan lainnya, dan siapa yang melakukan ibadah fardhu di Bulan Ramadhan, maka sama dengan melakukan ibadah fardhu 70 kali di luar Ramadhan. 

Bulan ini merupakan bulan kesabaran, dan orang bersabar pahalanya surga. Ramadhan adalah bulan kelapangan, pada bulan ini rezeki seorang mukmin ditambahkan. Barangsiapa memberi makan orang berpuasa, maka pahalanya sama dengan memerdekakan seorang budak [dinilai 100 ekor onta] dan dihapus dosa-dosanya. 

Para sahabat bertanya, Wahai Rasulullah, tidak semua kami ini punya harta untuk menyediakan buka puasa bagi orang lain? Nabi lalu menjawab, Allah memberi pahala kepada orang yang menyediakan buka puasa untuk orang lain, walaun hanya seteguk susu, sebiji kurma, dan seteguk air putih. 

Tapi barang siapa yang mampu memberi makan kepada orang berpuasa sampai kenyang, maka Allah akan ampuni dosa-dosanya, dan diberi fasilitas khusus oleh Allah kelak, ketika selesai perhitungan di padang mahsyar dirinya boleh singgah minum ditelaga Nabi yang tidak akan menimbulkan rasa haus hingga masuk ke surga. 

Selain itu, ia akan mendapatkan pahala sama persis dengan pahala orang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang berbuka tersebut. Ramadhan adalah bulan yang awalnya rahmat, tengahnya ampunan, dan terakhir adalah pembebasan dari api neraka.

Nabi melanjutkan khutbahnya:
Perbanyaklah melakukan empat perkara di bulan ini, dua hal dapat mengundang ridha Allah dan dua hal lainnya pasti kamu butuhkan: yaitu, syahadat “La ilaha illallah” dan beristigfar kepada Allah [astagfirullah]. Sedangkan dua hal yang engkau pasti butuhkan adalah: memohonlah kepada-Nya untuk masuk surga dan berlindung kepada-Nya agar terhindar dari neraka.

Hadis ini diriwayatkan oleh Ibn Khuzaimah (3:191-192), Al-Baihaqi (1782), Imam Al-Baihaqi dalam.Asy-Syuaib (7:215-217), Imam Asbahani dalam Targib wa Tarhib (1753).

Semoga kita diberi kekuatan untuk memaksimalkan ibadah di Bulan Ramadhan ini. Mengisi dengan berbagai kegiatan positif, baik itu manfaatnya untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Dan, lebih baik lagi jika diri sendiri dan orang lain merasakan manfaat dari apa yang kita lakukan.

Anggaplah Ramadhan ini sebagai yang terakhir kalinya untuk kita, agar menegakkan amaliyah Ramadhan penuh kesungguhan dan konsisten. Kerugian dan kecelakaan besar menimpa orang yang tidak memanfaatkan bulan suci ini untuk mensucikan segala bentuk kekotoran jiwa yang melekat pada dirinya.
Bulan ini rahmat Allah ditumpah ke bumi, dan yang tidak ambil bagian pasti golongan orang-orang celaka dunia akhirat. Inilah saatnya memburu rahmat dengan menegakkan ibadah-ibadah fardhu, wajib, dan sunnah secara totalitas. Bulan mulia ini adalah bulan ampunan, waktu yang tepat untuk membersihkan diri dari segala noda dan dosa. Dan merugilah orang yang tidak mau membebaskan diri dari jilatan api neraka pada bulan ini, sebab inilah saatnya kita berupaya sekuat jiwa dan raga untuk selamat dari sengatan api neraka yang kini sedang berkobar menunggu mangsa.

Bulan ini adalah bulan kelapangan, setiap orang khususnya umat Islam harus berbagi. Tidak harus menunggu kaya baru berbagi sebab pahala lebih agung jika justru orang-orang yang dalam keadaan susah tapi memiliki semangat berbagi, inilah dimaksud dalam firman Allah, alladzina yunfiquna fis-sarra’ wa dharra’, mereka yang rajin berinfak baik dalam keadaan senang maupun susah. Ganjarannya, akan mendapat surga seluas bumi dan langit, (QS. Ali Imran: 133-134).

Ya Allah, lewat washilah Bulan Ramadhan ini, kami memohon ampun agar kami diberi kebahagiaan sepanjang hayat.
Ya Allah, angkatlah segera wabah corona, agar kami bisa maksimal menegakkan syariatmu di Bulan Ramadhan ini.
Ya Allah, selematkan kami dari siksa api neraka..!

Enrekang, 1 Ramadhan 1441Hijriyah/24 April 2020 Masehi.

Comments

Popular posts from this blog

Ibrahim, Bapak Para Nabi

Ramadhan Bersama KH Lanre Said