Posts

Showing posts from 2020

Sertifikasi Dai

Image
Oleh: Dr Ilham Kadir MA., Peneliti MIUMI; Kepala Pusat Publikasi dan HAKI UNIMEN Indonesia akhir-akhir ini diguncang berbagai masalah, pada ranah kesehatan, warga negara Indonesia yang terjangkit virus corona (Covid-19) untuk bulan September ini saja sudah mengalami penambahan di atas 3500 kasus. Hal ini berimbas pada langkah politik 59 negara dengan menolak kunjungan warga negara Indonesia. Terang, ini buka masalah sepele sebab bangsa lain tidak lagi mengakui kompetensi kita dalam menangani masalah dalam negeri, khususnya pencegahan penyebaran Covid-19. Masalah ekonomi lebih parah lagi, pertumbuhan ekonomi kita yang awalnya diprediksi meroket hingga tujuh sampai sepuluh persen, nyatanya roketnya terjun ke bawah hingga minus tiga persen, bahkan prediksi lebih buruk hingga lima persen. Masalah sosial keagamaan juga kian hari kian rumit, Menteri Agama Fachrul Razi   dikabarkan akan melakukan serifikasi   para penceramah (dai) untuk mencegah penyebaran paham radikalisme. Menteri Ag

Pelacuran dan Tahun Baru Hijriah

Image
    Oleh: Dr. Ilham Kadir,*  Dalam menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 kali ini, salah satu tema berita yang menjadi sorotan adalah prostitusi berbasis digital yang melibatkan mucikari, artis ibu kota, dan pelanggan yang kejadiannya di salah satu hotel berbintang di Lampung. Hingga kini, sedikitnya sudah tiga mucikari yang telah ditangkap, ada pun Sang Artis, masih bebas karena berbagai alasan, demikian pula pengguna jasa pelacuran, belum diungkap sama sekali. Melihat fenomena ini, tentu bukan sebuah kebetulan, dan bukan pula tidak disengaja, ini adalah fenomena ‘gunung es’ dunia pelacuran di era digital. Seorang mucikari bisa ‘menjual anak asuhnya’ jauh lebih mudah di era digital ini, sebab Si Mucikari tidak lagi berurusan secara konvensional kepada para pelacur dan pelanggan, transaksi serba onlie, kecuali ‘pelayanan khusus untuk pelanggan’. Anak asuh pun makin bervariasi, dari kasta terendah hingga kalangan artis ibu kota yang tiap saat muncul di tele

Epistemologi Qurban

Image
  Oleh: Dr Ilham Kadir MA* Sesunggguhnya secara historis, syariat qurban sudah dimulai semenjak zaman Nabi Adam. Manusia dan nabi pertama di muka bumi ini memiliki dua orang putra, Qabil dan Habil. Qabil merupakan seorang yang ahli pertanian. Kebunnya luas, hasil panennya banyak. Sementara saudaranya Habil merupakah seorang yang ahli peternakan. Hewan-hewannya gemuk, dan beranak pinak. Ketika diperintahkan untuk berqurban, Habil mempersembahkan hewannya yang terbaik, gemuk, sehat,  besar, dan tanpa cacat, sementata saudara kandungnya yang ahli pertanian, justru sebaliknya, mempersembahkan qurban dari hasil pertaniannya yang jelek. Maka, yang pertama diterima dan yang kedua ditolak, yang kedua ini mengamuk sehingga membunuh saudaranya, (QS. Al-Maidah: 27). Pada ayat ini juga menjelaskan bahwa yang diterima qurbannya hanya golongan bertakwa, innama yataqabbalullah minal-muttaqin. Syariat berqurban kemudian disempurnakan pada masa Nabi Ibrahim. Suatu ketika, Khalilulla

Sukarno Membela Pancasila

Image
Oleh: Dr Ilham Kadir MA .* Djangan Pantja Sila diakui oleh sesuatu partai. Djangan ada sesuatu partai berkata Pantja Sila adalah asasku… oleh karena itu aku ulangi lagi. Pantja Sila adalah dasar negara dan harus kita pertahankan sebagai dasar negara djika kita tidak mau mengulangi bahaja besar terpecahnya negara ini, begitu kutipan ‘risalah kecil’ yang ditulis Mohammad Natsir di depan peserta pertemuan Gerakan Pembela Pancasila di Istana Presiden Jakarta, (Adian Husaini, Pancasila Bukan untuk Menindas Hak Konstitusional Umat Islam . Jakarta: Gema Insani Press, 2009).

Tobana di Masa Pademi

Image
Oleh: Dr Ilham Kadir MA., Pimpinan BAZNAS Enrekang. Hingga detik ini, corona virus disease 2019 atau Covid-19 belum ada tanda-tanda akan berakhir penyebarannya. Bahkan di beberapa daerah terus mengalami peningkatan yang signifikan walau di tempat lain banyak juga yang menurun. Secara nasional, dinyatakan positif sekitar 39.294, dirawat 21.973, meninggal 2.198 dan sembuh 15.123. Untuk skala Propinsi Sulawesi Selatan menduduki rangking ketiga penyebaran terbesar, angka terkonfirmasi sebesar 3116, sembuh 1088 dan meninggal 123. Ada pun Enrekang, ODP sebanyak 11, positif 8 orang, dan PDP kosong, sebab setiap PDP langsung dilarikan ke propinsi, dan meninggal 2 orang. Masyarakat luas, hingga saat ini masih dibatasi ruang geraknya, tidak sedikit dari mereka mengalami kendala dalam mencari nafkah, terutama para pekerja rentan. Atau pekerja di sektor informal yang penghasilannya tidak menentu. Selain itu, sektor-sektor ekonomi lainnya seperti pertanian dan distribusi hasil pert