Posts

Showing posts from June, 2019

Zakat dengan Selera Indonesia

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir,MA. Pimpinan BAZNAS Enrekang.

Zakat masih dan akan terus menjadi pembahasan menarik, terutama jika ditinjau dari perspektif ekonomi. Sekadar ilustrasi, jika kita bandingkan antara penerimaan dana cukai rokok pada tahun 2018 sebesar 148 trliun dengan pengumpulan zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) secara nasional di tahun yang sama hanyasebanyak 8 triliun.  Dan, hampir pasti kalau para perokok sembilan puluh persen adalah umat Islam, mereka perokok legal yang bayar pajak ketika beli rokok. Terlepas dari kontroversi hukum rokok, yang jelas untuk pajak rokok saja hampir duapuluh kali lipat dengan penerimaan zakat di negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia ini. Itu berarti ada masalah besar dalam batang tubuh umat Islam Indonesia. Salah satu yang asasi dari tumpukan masalah itu adalah pembiaran akan kejahilan dalam menjalankan kewajiban beragama. Zakat adalah salah satunya. Begitu banyak umat Islam yang sudah kena wajib zakat, tetapi belum ditunaikan, …

Peran Zakat dalam Mengentaskan Kemiskinan

Image
Ditilik dari sudut bahasa, miskin berarti lemah ekonomi, papa, dan hina. Dari sudut istilah berarti tidak memiliki harta atau penghasilan yang cukup untuk menutupi kebutuhan hidupanya selama sebulan. Kondisi miskin sedikit lebih baik dibandingkan fakir, sebab yang disebut fakir adalah mereka yang tidak memiliki harta dan penghasilan untuk menutupi kebutuhan hariannya. Golongan ini kebanyakan berasal dari lansia dan cacat permanen yang tidak memungkinkan untuk berkeja dan menghasilkan upah, pendapat ini diperkuat oleh beberapa ulama besar, termasuk Qatadah. Beda antara fakir dan miskin juga dilihat dari sisi usahanya mendapatkan makanan harian, umumnya golongan miskin masih berupaya keliling tempat meminta-minta, mencari recehan dan sesuap nasi, sedangkan fakir hanya diam di rumah menunggu uluran tangan.

Substansi Zakat Fitrah

Image
Zakat fitrah dimaknai sebagai zakat ‘berbuka puasa’, demikian adanya sebab ditunaikan pada akhir Ramadhan, dimana orang tidak boleh lagi berpuasa. Zakat fitrah kerap juga disebut sebagai zakat jiwa sebab kewajiban dibebankan kepada segenap jiwa yang hidup atau terlahir sebelum salat idul fitri berlangsung setelah habisnya puasa bulan Ramadhan.
Syariat zakat fitrah bermula pada tahun kedua hijriyah, atau berada pada tahun yang sama dimana puasa Ramadhan diwajibkan. Maka zakat fitrah hakikatnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan bulan puasa. Begitu pentingnya kedudukan zakat fitrah sehingga setiap muslim wajib mengetahui beberapa perkara yang berhubungan dengan hukum atau ketetapan agama terkait dengan itu. Tulisan ini akan memaparkan problematika zakat fitrah yang kerap jadi perdebatan di tengah masyarakat:

Mengurai Benang Kusut Kemiskinan

Image
Bila seorang miskin berangkat ke sebuah negeri, maka kekafiran akan berkata padanya, ‘Bawalah saya bersamamu’, demikian Yusuf Al-Qaradhawi mengutif perkataan salaf dalam bukunya, Musykilah Al-Faqr wa kaifa ‘Alajaha al-Islam, Cairo: 1977. Begitu akrabnya persahabatan antara kemiskinan dan kekafiran sehingga nabi sampai bersabda, Hampir saja  kemiskinan mengakibatkan kekufuran, Kaada faqr an-yakuna kufran, (HR. Abu Na’im). Bahkan dalam berdoa kita dianjurkan berlindung dari kekafiran kemiskinan, Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kemiskinan, (HR. Abu Dawud).

Selain berbahaya dalam agama, kemiskinan juga menimbulkan masalah sosial. Kita kenal ungkapan, Suara perut dapat mengalahkan suara nurani. Dalam konteks politik di Indonesia, suara caleg bahkan capres sangat tergantung berapa lembar uang rupiah (buying votes). Orang miskin harta dapat dibeli suranya dari golongan yang miskin iman namun kaya uang. 
Golongan penjual beli suara dalam kontestasi politik ini yang disitir…