Posts

Showing posts from 2019

Peran Zakat dalam Mengentaskan Kemiskinan

Image
Ditilik dari sudut bahasa, miskin berarti lemah ekonomi, papa, dan hina. Dari sudut istilah berarti tidak memiliki harta atau penghasilan yang cukup untuk menutupi kebutuhan hidupanya selama sebulan. Kondisi miskin sedikit lebih baik dibandingkan fakir, sebab yang disebut fakir adalah mereka yang tidak memiliki harta dan penghasilan untuk menutupi kebutuhan hariannya. Golongan ini kebanyakan berasal dari lansia dan cacat permanen yang tidak memungkinkan untuk berkeja dan menghasilkan upah, pendapat ini diperkuat oleh beberapa ulama besar, termasuk Qatadah. Beda antara fakir dan miskin juga dilihat dari sisi usahanya mendapatkan makanan harian, umumnya golongan miskin masih berupaya keliling tempat meminta-minta, mencari recehan dan sesuap nasi, sedangkan fakir hanya diam di rumah menunggu uluran tangan.

Substansi Zakat Fitrah

Image
Zakat fitrah dimaknai sebagai zakat ‘berbuka puasa’, demikian adanya sebab ditunaikan pada akhir Ramadhan, dimana orang tidak boleh lagi berpuasa. Zakat fitrah kerap juga disebut sebagai zakat jiwa sebab kewajiban dibebankan kepada segenap jiwa yang hidup atau terlahir sebelum salat idul fitri berlangsung setelah habisnya puasa bulan Ramadhan.
Syariat zakat fitrah bermula pada tahun kedua hijriyah, atau berada pada tahun yang sama dimana puasa Ramadhan diwajibkan. Maka zakat fitrah hakikatnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan bulan puasa. Begitu pentingnya kedudukan zakat fitrah sehingga setiap muslim wajib mengetahui beberapa perkara yang berhubungan dengan hukum atau ketetapan agama terkait dengan itu. Tulisan ini akan memaparkan problematika zakat fitrah yang kerap jadi perdebatan di tengah masyarakat:

Mengurai Benang Kusut Kemiskinan

Image

Isra Mi'raj dan Pembebasan Masjid Al-Aqsha

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir MA, Peneliti MIUMI; Pimpinan BAZNAS Enrekang.

Setiap tanggal 27 Rajab dalam hitungan kalender hijriyah umat Islam seluruh dunia selalu mengenang peristiwa besar yang pernah terjadi pada diri Nabi Muhammad berupa isra dan mi’raj. Secara sederhana, isra adalah perjalanan Rasulullah pada malam hari dari Masjidil Haram, Makkah ke Masjid Al-Aqsha, Yerussalem. Kedua jenis perjalanan di atas, isra dan mi’raj sarat dengan nilai teologis sebab tidak dapat dicerna dengan akal manusia. Untuk memahaminya harus menggunakan intrumen keimanan tingkat tinggi lalu dipadukan dengan bukti-bukti empiris yang tersisa sebagai pelajaran bagi umat manusia. Jika dipetakan, ada beberapa dimensi yang menarik untuk dikaji dalam peristiwa isra mi’raj. Namun yang paling kontekstual sepanjang masa adalah posisi Masjid Al-Aqsha dan kota Yerussalemm dimana masjid tersebut bertapak. Demikian pula perjalanan Rasulullah ke Sidratul Muntaha’ atau langit tertinggi selaku umat Islam sudah mengimani bahw…

Menyoal Kompetensi Amil Zakat

Image
      Oleh: Dr Ilham Kadir, MA., Pimpinan BAZNAS Enrekang. Di tengah hiruk-pikuk politik jelang pileg dan pilpres, Badan Amil Zakat Nasional mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat 2019 yang diselenggarakan Senin-Rabu (4-6/3/2019), di Kota Solo. Rakornas diikuti 650 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri atas BAZNAS pusat, BAZNAS provinsi, BAZNAS kabupaten/kota serta LAZ nasional dan daerah.
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla yang membuka acara Rakornas menegaskan bahwa yang perlu kalau kita membahas masalah zakat itu ialah bagaimana terbuka dan diketahui orang itu manfaat katanya pada hari Senin (4/3/2019).
Selain itu, saudagar asal Bone ini mengeluhkan  terkait pendistribusian dana Baznas yang terkumpul tahun 2017. “Kalau saya baca laporan 2017, penerimaannya Rp 6 triliun. Pengeluaran Rp 4,8 triliun. Berarti ada saldonya saja Rp 1,3 triliun. Itu terlalu besar saldonya. Mestinya, begitu diterima, langsung dikeluarkan," jelasnya, (detik.com, 4/3/2019).
Kompetensi Amil

Membedah Terminologi Kafir

Image
Oleh: Dr Ilham Kadir, MA*
Sidang Komisi Bahtsul Masail Maudluiyyah, Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU) mengusulkan agar tidak menggunakan sebutan kafir untuk warga negara Indonesia yang tidak memeluk agama Islam.

Dianggap mengandung unsur kekerasan teologis, karena itu para kiai menghormati untuk tidak gunakan kata kafir tapi ‘Muwathinun’ atau warga negara, dengan begitu status mereka setara dengan warga negara yang lain. Demikian pendapat Pimpinan sidang, Abdul Moqsith Ghazali di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis, 28 Februari 2019, (TEMPO.CO,1/3/2019). 

Ijtihad setengah matang di atas harus dikoreksi, sebab jika tidak dipahami dengan baik dan benar makna kafir, bisa saja akan berinplikasi pada kekufuran. Artinya, mengkafirkan sesama muslim tidak ada bedanya dengan memuslimkan orang kafir tanpa memenuhi syarat yang syar’i. 

Untuk memahami makna kafir butuh kajian secara komprehensif. Semoga penjelasan di bawah mampu m…

Kriteria Pemimpin Ideal dalam Al-Qur’an

Image
Oleh: Dr Ilham Kadir, MA*
Diskursus terkait pemimpin dan kepemimpinan tidak pernah surut sepanjang manusia masih ada di muka bumi ini. Keberadaan pemimpin mutlak adanya, dan kepemimpinan yang baik harus diperjuangkan dan dipertahankan. Bangsa yang besar, bukan hanya dilihat dari teritorialnya yang luas atau jumlah penduduk yang besar, dan sumber daya alam melimpah, tetapi dapat dibaca dengan kehebatan, kekuatan, dan pengaruh pemimpinnya. Pemimpin hebat bukan hanya mampu memimpin negaranya tapi mampu membawa perubahan untuk dunia dan segenap penghuninya.
Tahun 2019 adalah tahun politik. Rakyat Indonesia sedang menghadapi pesta demokrasi, semua lapisan masyarakat terlibat, aktif atau pasif, waras, setengah waras, atau gila semua diakomodir untuk ikut berpartisipasi. Walaupun, golongan setengah waras dan gila masih jadi perdebatan terkait boleh tidaknya menggunakan hak pilih mereka.
Setidaknya ada lima jenis pemilihan yang akan terjadi pada 17 April mendatang. Pemilihan legislator tingkat k…

Mengenang Anregurutta Abd. Latif Amien (1932-2019)

Image