Posts

Showing posts from September, 2018

Episentrum Kebangkitan Zakat

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir, MA.,*

Suatu ketika Rasulullah mengutus Al-Walid bin Uqbah untuk mengambil zakat di sebuah kampung pemukiman Al-Harits dan kabilahnya yang baru saja memeluk agam Islam. Al-Harits sudah menyatakan bahwa ia dan pengikutnya telah siap bayar zakat. Al-Walid yang diutus oleh Nabi pun berangkat menuju perkampungan Al-Harits, di tengah jalan, Al-Walid berubah pikiran, berbalik arah kembali menemui Nabi dan melaporkan bahwa Al-Harits dan kabilahnya enggan membayar zakat. Atas laporan palsu Al-Walid, Nabi lalu memecatnya sebagai amil dan menunjuk sahabat lainnya yang dianggap lebih kompeten. Pada saat bersamaan ternyata Al-Harits dan para pengikutnya telah membayar zakat, akhirnya terkuak kalau ternyata Al-Walid adalah amil yang tidak amanah. (Tim Penulis Kementrian Agama RI, Pedoman Peningkatan Kompetensi Amil Zakat, 2016).


Intelektual, Ulama, dan Politisi

Image
Oleh: Dr Ilham Kadir, MA., Peneliti MIUMI; Ketua   Komisi Infokom MUI Enrekang
Pada tahun 1898, seorang perwira keturunan Yahudi bernama Albert Dreyfus dipecat dari dinas ketentaraan Prancis. Ia dicurigai menjadi agen mata-mata asing. Masyarakat gempar, dan kaum menengah negeri itu terbelah jadi dua. Kelompok pembelanya mengutuk para penuduh Dreyfus anti-semit  dan rasis manakala lawan-lawannya menjuluki para pembela si tertuduh dengan sebutan ‘les intellectuels’. (Syamsuddin Arif, “Intelektual dan Ulama Vis-A-Vis Penguasa”, Jurnal Islamia, Volume XI, No.1/2017).
Konon dari sinilah asal-muasal konotasi negatif pada istilah ‘intelektual’ di Barat. Sejak itu pula istilah intelektual lebih bermaksud penghinaan daripada sanjungan. Hal yang berlaku tidak hanya di Prancis tapi merambah ke negeri Inggris bahkan Amerika. Menurut Syamsuddin Arif (2017), sejak itu intelektual menjadi sebutan buruk bagi mereka yang tidak setia dan tidak tunduk kecuali pada pemikirannya sendiri. Bahkan tidak kepada…