Posts

Showing posts from July, 2018

Menteri Persekolahan

Image
"...Siapa rajin ke sekolah cari ilmu sampai dapat, sungguh senang, amat senang, bangun pagi-pagi makan roti..."

***

Penggalan lagu anak Taman Kanak-kanak di atas seakan menjadi kredo bagi rakyat Indonesia, khususnya mereka yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, dan lebih khusus lagi kepada Menteri Pendidikan.

Penegasan lagu di atas menunjukkan bahwa tempat mendapatkan ilmu sebagai sarana untuk bahagia itu hanya di sekolah. Karena itu, menteri yang semestinya mengurus pendidikan beralih mengurus sekolah.

Buktinya, tahun ini, dunia pendidikan Indonesia dihebohkan dengan keluarnya Peraturan Pemerintah yang mengatur jam belajar di sekolah yang berjumlah delapan jam, sama dengan jam kerja buruh pabrik, karyawan, dan orang-orang kantoran.

Permendikbud dimaksud adalah No. 23/2017. Aturan ini menuai protes berbagai kalangan, hingga muncul wacana dari Presiden Jokowi untuk mengkaji ulang hingga pembatalan.  Namun faktanya, hingga kini, dengan segala polemik yang ada, hampir sel…

Maulid dan Sunnah Rasul

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir, MA., Peneliti MIUMI Pusat; Pimpinan BAZNAS Enrekang
Merujuk pada ilmu morfologi, maulid atau maulud bermakna tempat atau waktu lahir. Kemudian berkembang dengan makna khusus yaitu peringatan akan kelahiran Nabi Muhammad. Makna yang terakhir ini menjadi pegangan bagi masyarakat muslim sedunia.

Secara historis maupun syariat, maulid tidak pernah dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya, jika ditelaah lebih dalam, budaya maulid muncul pada abad keempat setelah Nabi Hijrah ke Madinah (Hijriah).

Ibnu Katsir mencatat bahwa orang yang paling bertanggung jawab dalam peringatan maulid adalah Al-Mudzaffar Abu Sa’id Kaukabari (W. 360 H). Ia adalah seorang penguasa daerah Irbil yang masuk dalam wilayah Mosul, Iraq. Penguasa Irbil tersebut  setiap bulan Rabi’ul Awal memperingati maulid Nabi dengan perayaan yang sangat meriah.

Secara strategis peringatan maulid sangat bermanfaat sebab akan senantiasa mengingatkan umat Islam akan lahirnya sosok Nabi Akhir Zaman. Terlebih lagi…

Pendayagunaan Dana Zakat

Image
Tahun 2017 menjadi awal kebangkitan zakat. Ini idak berlebihan sebab dapat dilihat dengan jelas fakta-fakta lapangan bahwa budaya zakat mulai tumbuh di tengah masyarakat muslim Indonesia.
Fenomena ini tidak bisa dipisahkan dengan tumbuh pesatnya golongan kelas menengah di kalangan masyarakat muslim. Golongan ini kebanyakan berada pada masa produktif dengan kisaran umur 30-50 tahun. Kelas menengah adalah mereka secara umum sudah mendapatkan penghasilan yang wajib kena potongan zakat, jika dikalkulasi mereka mampu mengumpulkan uang senilai 85 gram emas selama setahun penuh.

Yang tidak kalah menarik dengan tumbuhnya kesadaran beragama bagi kaum kelas menengah ini. Ada kecenderungan bahwa masyarakat muslim kian sadar syariat, makin berharta makin saleh secara individual maupun secara komunal. Karena itu, gerakan-gerakan kolektif dalam membela agama tidak jarang dimotori oleh golongan kelas menengah maupun kelas atas dari umat Islam, salah satunya adalah aksi 212 yang telah berjalan dua kal…

Janda Medsos

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir, MA.


Waktu bagi manusia hanya ada tiga kategori. Berlalu, sedang berlangsung, dan akan datang (past time, present time, future time). Waktu yang  berlalu adalah masa lalu, menjadi bagian dari hidup. Bagi golongan bijak, masa lalu adalah tempat mengukir di atas prasasti  sejarah. Tetapi bagi yang biasa-biasa saja, masa berlalu tanpa sejarah, itu lebih baik dari para pecundang yang menghabiskan waktu dengan angan-angan tanpa usaha.

Tahun 2017 telah berlalu, orang bijak akan selalu belajar dari masa lalu, ia adalah kaca spion dalam mengarungi kehidupan yang begitu kencang. Masa lalu adalah pelajaran, yang baik dipertahankan dan dikembangkan agar jauh lebih baik, yang buruk jangan sampai terulang, dan kalau harus terulang jangan sampai keburukan terulang dengan lebih buruk atau sama buruknya, sebab itu akan menjadi kerugian dan kesialan yang sia-sia. Hidup harus bergerak maju ke depan, tapi itu hanya terjadi jika kita berkaca pada masa lalu.

Para pecundang selalu berban…

Perjalanan Kotak Kosong Dalam Pilkada Enrekang

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir, Kepala Rumah Tangga, Menetap di Enrekang.
Politik dimaksud dalam artikel ini adalah 'bagaimana merebut kekuasaan lalu berusaha mempertahankan'. Kekuasaan dalam konteks Pilkada serentak 2018 yang diikuti 171daerah meliputi provinsi, kota, dan kabupaten adalah menjadi gubernur, walikota, dan bupati.

Setidaknya ada sebelas petahana yang berusaha mempertahankan kekuasaan dengan menjadi peserta tunggal. Kendati demikian, masyarakat tetap diberi pilihan untuk menentukan jagoan dalam bilik pencoblosan. Caranya: KPU menyediakan dua kotak, satu untuk peserta tunggal, satunya lagi berupa kotak kosong. Jadi hakikatnya ruang kebebasan memilih tetap dibuka lebar kepada masyarakat umum.

Kabupaten Enrekang adalah salah satu daerah yang melahirkan kontestan tunggal dalam pemilihan kepala daerah tahun 2018 ini. Pasangan 'Muslimin Banda-Asman' menuju gelanggang pertarungan berhadapan kotak kosong, karena merupakan satu-satunya peserta dari Sulawesi Selatan tanpa pen…

Fikih Lalulintas

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir, MA. Peneliti MIUMI; Pimpinan BAZNAS Enrekang
Musim hujan tiba, air tumpah dari langit tidak terelakkan. Dengan drainase yang buruk, tumpukan sampah menyumbat air mengalir, maka terjadilah banjir. Para pengendara berebut tempat di jalan dengan air got yang meluber.

Di sisi lain, sesama pengguna jalan saling berkompetisi untuk mencapai tujuan, tidak ada yang sudi mengala, terjadilah macet. Kemacetan akan melumpuhkan aktivitas, sebab kerja-kerja kantor atau di lembaga pendidikan sudah terprogram sesuai jadwal tertunda bahkan tidak terlaksana sama sekali.

Maka, masalah lalu lintas harus diselesaikan secara bersama-sama, terutama bagi segenap pengguna jalan. Jangan hanya melimpahkan tanggung jawab kepada pihak Polisi Lalulintas, tetapi segenap pemegang kebijakan harus turun tangan mengurai dan mengurangi masalah lalulintas yang kian hari kian rumit.

Di antara yang harus berkontribusi adalah para tokoh masyarakat, ormas Islam, ulama, dan para da'i. Mereka harus…

Ketika Guru Jadi Korban Kebiadaban Murid

Image
Oleh: Ilham Kadir, Peneliti MIUMI Pusat, Pimpinan BAZNAS Enrekang

Ahmad Budi Cahyono, guru kesenian SMAN 1 Torjun, Kabupaten Sampang, tewas usai dianiaya muridnya sendiri  pada Kamis (1/2/2018).

Tragedi di atas menambah panjang deretan buruk rupa sistem  pendidikan kita. Pembangunan jati diri atau pendidikan karakter yang menjadi slogan program pendidikan kita menguap tanpa bekas. Proses pendidikan yang kini sedang berlangsung terlihat tidak jelas arah dan tujuannya, kemana akan berlabuh. Laksana kapal tanpa arah dan nakhoda tanpa kompas.

Dalam ilmu pendidikan, kedudukan guru sangat sentral. Guru itulah yang menjadi juru kemudi, kemana ia akan bawa muridnya berlayar dan berlabuh. Jika saja guru tidak diberi kebebasan mengarahkan murid-muridnya, persis seperti penumpang kapal yang seenaknya mengatur nakhoda. Celakanya, di negeri ini, bukan saja tidak memberi kebebasan kepada nakhoda, tapi penumpang biadab dan membunuh nakhodanya.

Seperti itulah kejadian yang sedang hangat sekarang in…

Zakat ASN dan Pemberdayaan Umat

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir, MA., Peneliti MIUMI & Pimpinan Baznas  Enrekang 


Diskursus tentang Zakat tidak tidak pernah pudar, akan tetapi terus menjadi kajian dan penelitian menarik bagi berbagai kalangan. Multi dimensi dapat diungkap kepermukaan terkait rukun Islam yang ketiga ini. Menarik sebab di antara lima jenis pilar Islam hanya zakat yang diberi ruang begitu luas bagi para ilmuan untuk melakukan ijtihad. Dari ijtihad para ilmuan tersebut maka lahirlah berbagai karya-karya terkait zakat, lalu berkembang menjadi aturan yang dikenal dengan undang-undang zakat.


Tidak cukup dengan itu, pemerintah lalu membentuk alat negara untuk memastikan terlaksananya undang-undang zakat. Alat negara dimaksud adalah Badan Amil Zakat Nasional yang disingkat Baznas dan undang-undang zakat dimaksud adalah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat, infak dan sedekah. 


Karena aturan zakat berupa undang-undang tersebut masih dianggap terlalu umum atau belum bersifat teknis maka masih perl…

Fikih Lingkungan Hidup

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir,MA., Peneliti MIUMI/Pimpinan BAZNAS Enrekang 

Secara bahasa fikih dimaknai sebagai pemahaman dan pengertian yang utuh. Namun yang dimaksud dalam tulisan ini adalah memahami masalah lingkungan dengan menggunakan perspektif syariat. Dengan itu, masalah-masalah lingkungan yang terjadi di pelupuk mata kita tidak hanya diselesaikan melalui pendekatan budaya, politik, sains dan teknologi semata.

Sangat jelas bahwa alam raya telah diciptakan Allah dalam sebuah sistem yang sangat serasi lagi sesuai dengan kehidupan makhluk-Nya. Ada siklus yang menunjuk keterkaitan serta pengaruh mempengaruhi antara satu bagian alam dengan lainnya. Ilmu filsafat mengenal dengan istilah 'kausalitas'.

Karbon adalah bagian dari semua makhluk hidup lainnya yang bergerak di sekeliling kita. Tumbuhan menyerap karbon dioksida dari atmosfer, sedang hewan termasuk manusia mengambil karbon ketika makan. Karbon dilepaskan ketika tumbuhan dan hewan terurai, begitulah siklus karbon. Pada segi lai…

Firaun Zaman Now

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir. MA.*

Salah satu kajian yang mendapat perhatian khusus dalam Al-Qur'an adalah kisah-kisah masa lalu. Dan, di antara sekian banyak kisah, ada satu nama yang mengalami pengulangan cukup banyak. Firaun.

Tentu saja pengulangan nama Firaun itu bukan tanpa makna. Akan tetapi ada pesan yang jelas, "Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal.”
(QS. Yusuf: 111).

Allah memberikan bukti nyata pada  manusia tentang golongan yang berhak mendapat reward dan siapa yang memancing azab-Nya. Hingga semua bukti menjadi jelas dan tidak ada kesempatan lagi bagi mereka untuk membuat alasan. "Yaitu agar orang yang binasa itu binasa dengan bukti yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidup dengan bukti yang nyata", (QS. Al-Anfal 42).

Allah menceritakan kisah umat terdahulu agar kita mengikuti mereka yang telah berbuat kebaikan dan menjauh dari mereka yang mendapat siksa Tuhan karena kedurhakaan. “Sungguh, pada yang demikian it…