Urgensi Regenerasi Dai


Oleh: Ilham Kadir, MA. Dosen STKIP Muhammadiyah Enrekang dan Pimpinan Baznas Enrekang
Dalam sebuah perjalanan dinas ke Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang, karena hari itu bertepatan dengan hari Jumat (4/5/2017) dan waktu shalat Jumat sudah masuk, maka kami singgah di sebuah masjid.
Pakaian yang kami kenakan pun standar kantor. Celana panjang, dan kemeja tanpa menggunakan songkok nasional. Begitu masuk masjid, demi mengamalkan hadits-hadits Nabi yang menyebut, "shaf yang pertama adalah yang paling afdhal", atau "para malaikat akan bershalawat pada mereka yang duduk di posisi shaf awal", dan hadits senada dengan itu, maka kami duduk persis depan mimbar.

Menjelang waktu shalat, pengurus masjid tampak gelisah, melirik ke kiri dan ke kanan, depan dan belakang. Pengurus masjid dan jamaahnya tentu tidak mengenal kami. Tapi terlihat belum juga ada khatib yang siap naik mimbar, maka salah seorang pengurus masjid meminta saya tampil ke atas membawakan materi khotbah. Saya tidak pakai songkok, kata saya mengelak. Muhammad Hamka, rekan saya langsung spontan menyerahkan songkok yang bertengger di kepalanya, dan saya pun naik mimbar, khotbah dimulai.
***
Cerita di atas adalah fakta empiris betapa kita dalam kondisi darurat dai dan imam. Dan pernyataan bahwa 'setiap orang bisa berceamah' juga terbantahkan dengan sendirinya. Khususnya di daerah terpencil, jauh dari ibu kota Kabupaten maupun provinsi. Curio memang berada sekitar 50 kilo meter dari Ibu Kota Kabupaten Enrekang, dengan bentuk medan terdiri dari pegunungan dan bukit terjal menjadikan daerah ini kian menantang bagi para dai.
Kelangkaan dai dan imam yang memiliki standar kualifikasi di daerah terpencil harus menjadi perhatian serius bagi lembaga-lembaga dakwah yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan ajaran Islam.
Daerah terpencil dianggap kurang menarik sebab, selain pendapatan yang minim juga kondisi lapangan yang susah dijelajahi serta taraf pengetahuan masyarakat yang di bawah rata-rata.
Maka, langkah-langkah yang penting untuk segera dilakukan oleh lembaga terkait dengan regenerasi dai dan imam, baik di bawah pemeritah seperti Kemenag maupun lembaga pemerintah non-struktural seperti Baznas agar segera bersinergi dengan lembaga pendidikan kaderisasi dai dan imam.
Salah satu program kerja Baznas Enrekang adalah "Regenerasi Dai dan Imam" yang bertujuan memenuhi kebutuhan dan permintaan masyarakat Enrekang, khususnya yang berada di pedalaman atau jauh dari Ibu Kota Kabupaten.
Senin (15/5/2017) Baznas Enrekang secara resmi melakukan kunjungan dan penjajakan kerjasama dengan jurusan Ilmu Komunikasi dan Dakwah, serta Jurusan Syariah Universitas Muhammadiyah Makassar di bawah Ma'had Al-Birr.
Kunjungan dan penjajakan kerjasama lainnya adalah Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Makassar di bawah naungan Wahdah Islamiyah.
Lalu kenapa kami memilih kedua lembaga di atas? Perlu dipertegas bahwa kedua institusi di atas baik Al-Birr, Unismuh maupun STIBA-Wahdah Islamiyah dalam pembangunan fasilitas dan biaya pendidikan tidak bisa dilepaskan dengan dana zakat, infaq dan shadaqah. Baik dari masyarakat lokal maupun dari Timur Tengah.
Karena biaya yang dibutuhkan untuk melahirkan sarjana strata-1 yang memiliki kualifikasi sebagai imam dan dai dapat ditekan. Sebab kedua lembaga di atas biaya kuliahnya sangat murah bahkan gratis.
Sebagai gambaran, di Al-Birr Unismuh mahasiswa yang tidak mampu (miskin) dibebaskan dari biaya kuliah, sementara di STIBA Makassar hanya Rp. 600.000/semister.
Perlu ditegaskan bahwa salah satu jalan mengeluarkan generasi dari jerat kemiskinan adalah melalui jalan pendidikan. Dan pendidikan paling mulia tentu saja mereka yang menuntut ilmu untuk kelak melakukan tugas-tugas kenabian berupa dakwah Islamiyah.
Hanya dengan dakwah yang terus menerus tersambung hingga agama ini tetap eksis. Maka orang-orang yang berkontribusi dalam mencetak dai melalui zakat, infaq, dan shadaqah pada hakikatnya adalah manusia pilihan Allah.
Dan, di antara manusia pilihan itu adalah para pegawai negeri sipil (PNS) yang ikhlas dipotong gajinya 2,5 persen untuk sebagian didayagunakan dalam regenerasi dai dan imam. Wallahu A'lam!

Enrekang, 16 Mei 2017.

Comments

Popular posts from this blog

Ibrahim, Bapak Para Nabi

Tragedi Wamena