Posts

Showing posts from June, 2017

Merajut Ukhuwah

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir, Peneliti MIUMI Pusat; Pimpinan Baznas Enrekang.
Sudah pasti bahwa setiap syariat yang paten dalam ajaran agama Islam mengandung dua dimensi: duniawi dan ukhrawi, vertikal dan horizontal, kesalehan personal dan kesalehan sosial. Demikian pula yang termaktub dalam syariat puasa pada bulan Ramadhan. Selain memupuk kesalehan pribadi juga harus melahirkan kepekaan sosial. Melaparkan perut adalah jalan yang ampuh untuk mengenyangkan jiwa, dari jiwa yang kenyang itu akan lahir kesalehan pribadi dan sosial. Animo masyarakat muslim Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan sangat tinggi dan antusias dalam menjalankan ibadah-ibadah Ramadhan, terutama pada awal-awal puasa, dan berkurang sedikit demi sedikit kala berada di penghujung, dan itu normal sebab dalam sebuah kompetisi harus ada kompetensi, dan yang paling berkonpensi untuk keluar pada babak final hanya mereka yang konsisten dari awal hingga akhir. Dan pada tahap tertentu seorang calon juara harus mengeluarkan segenap usa…

Al-Qur'an dalam Ideologi Pancasila

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir. Peneliti MIUMI Pusat Salah satu keistimewaan Bulan Ramadhan adalah di dalamnya Al-Qur'an diturunkan. Walaupun tidak ada kesepakatan pada malam ke berapa ia turun, namun kita dapat merujuk pada informasi dari hadis Nabi dan argumen para ulama. Umat Islam wajib meyakini bahwa Al-Qur'an yang ada saat ini sebelum turun secara berangsur-angsur sesuai kebutuhan dan kejadian yang berlaku selama Nabi Muhammad diangkat jadi rasul dengan durasi sekitar 23 tahun, terlebih dahulu diturunkan dari langit ke tujuh menuju langit terendah yang terhubung langsung dengan alam dunia. Kalau memang Al-Qur'an turun ke langit dunia pada malam Lailatul Qadr, maka jelas ia terjadi pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, bersandar pada hadis Riwayat Bukhari-Muslim, Carilah malam Lailatul Qadr di malam ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Juga dalil lain, dengan rawi yang sama, "Berusahalah untuk mencarinya pada sepuluh hari terakhir, apabila kalian lemah atau k…

Urgensi Regenerasi Dai

Image
Oleh: Ilham Kadir, MA. Dosen STKIP Muhammadiyah Enrekang dan Pimpinan Baznas Enrekang Dalam sebuah perjalanan dinas ke Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang, karena hari itu bertepatan dengan hari Jumat (4/5/2017) dan waktu shalat Jumat sudah masuk, maka kami singgah di sebuah masjid. Pakaian yang kami kenakan pun standar kantor. Celana panjang, dan kemeja tanpa menggunakan songkok nasional. Begitu masuk masjid, demi mengamalkan hadits-hadits Nabi yang menyebut, "shaf yang pertama adalah yang paling afdhal", atau "para malaikat akan bershalawat pada mereka yang duduk di posisi shaf awal", dan hadits senada dengan itu, maka kami duduk persis depan mimbar.

Paceklik Pemimpin Pelayanan Ummat

Image
Jika melihat fenomena yang sedang dan masih akan berlaku, nampaknya ummat Islam dalam masa-masa sulit: paceklik kepemimpinan. Jika dunia ekonomi melihat paceklik sebagai masa paling bahaya bagi penduduk sebuah daerah karena ketersediaan pangan habis sementara pasokan dari hasil bumi dan impor tidak tersedia. Paceklik akan menjadi pembunuh massal jika tidak diatasi sekilat halilintar. Seumpama itu keadaan ummat Islam dalam ranah kepemimpinan. Memang jabatan publik seperti kepala negara dan kepala daerah banyak yang berebutan laksana kumbang berlomba menghisap saripati bunga, tapi anehnya pemimpin yang terpilih pun lebih banyak yang mengecewakan daripada memuaskan.

Zakat dan Filosofi Pancasila

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir, Peneliti MUMI Pusat; Pimpinan Baznas Enrekang Inilah masa dimana Pancasila dijadikan ikrar dan slogan sebagai syarat menjadi orang Indonesia tulen. Maka ikrar "Saya Pancasila" pun menggema seantero Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Yang teranyar, Presiden Joko Widodo melantik Unit Kerja Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/6/2017). Lalu, apakah ikrar tersebut secara otomatis menjadikan seseorang secara mutlak sebagai manusia pancasilais? Benarkah kita darurat Pancasila sehingga harus dibentuk unit pembinaan ideologi? Apa sebenarnya substansi Pancasila itu?