Kaji Konsep Pendidikan Anregurutta As'ad Al-Bugisi, Peneliti MIUMI Segera Dapat Gelar Doktor


Harianamanah.com, Jakarta – Salah seorang peneliti di Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat, Ilham Kadir, MA., tidak lama lagi akan menyandang gelar doktor pada bidang pendidikan Islam.
Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupateng Enrekang itu, pada Kamis (27/4) mendatang, akan mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor di Kampus Ibn Khaldun Bogor (UIKA), Jawa Barat, pada pukul 12.30 sampai selesai.
Ilham Kadir akan mempresentasikan disertasinya yang berjudul "Konsep Pendidikan Kader Ulama Anregurutta Muhammad As'ad Al-Bugisi (1907-1952)" di depan promotor Prof. Dr. Abuddin Nata, MA., Dr. Syamsuddin Arif, MA., dengan tim penguji, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin., Dr. H. Adian Husaini, MSc., serta Dr. H. Abas Mansur Tamam MA.
Dalam disertasi tersebut, Ilham menjelaskan, Anregurutta Muhammad As'ad Al-Bugisi (1907-1952) adalah tokoh penting yang melakukan reformasi dalam dunia pendidikan Islam di Sulawesi Selatan.
Tokoh yang lahir dan pernah berguru di Haramain (Makkah-Madinah) itu, kata dia, sejak tiba di Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan pada 1928, ia langsung membuka kajian halaqah di rumahnya.
Kemudian, Ilham melanjutkan, pada 1930, Anregurutta Muhammad As'ad, membuka lembaga pendidikan secara resmi dengan nama Madrasah Arabiyah Islamiyah Sengkang.
“Dari lembaga pendidikan di atas, maka lahirlah ulama-lama hebat di Sulawesi Selatan, tujuh di antaranya paling berpengaruh, mereka adalah Ambo Dalle, pendiri Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) Barru; Daud Ismail, pendiri Pesantren Yasrib Soppeng; Yunus Maratan, pelanjut kepemimpinan Daud Ismail dan Anregurutta Muhammad As'ad di Sengkang; Muin Yusuf, pendiri Urwatul-Utsqa Sidrap; Marzuki Hasan, pendiri Pondok Pesantren  Darul Istiqomah, Lanre Said, pendiri Pesantren Darul-Huffazh Tuju-Tuju Bone, dan Hamzah Manguluang, pendiri Pesantren Babul-Khaer Bulukumba,” jelas da’i sekaligus penulis yang terbilang produktif asal Kabupaten Bone itu.
Ilham Kadir menuturkan, dapat dirampungkannya disertasi itu berkat bimbingan dari Guru Besar nomor wahid di Indonesia, yang memiliki keahlian dan kepakaran dalam sejarah pendidikan Islam, dan metodologi penelitian studi Islam, yakni Prof. Dr. H. Abuddin Nata, MA.
Serta Prof. (madya) Syamsuddin Arif, MA. Prof Syamsuddin ini merupakan  pakar Islamologi yang menguasai banyak bahasa asing, seperti bahasa Yunani, Aramaik, Yahudi, Jerman, Francis, Belanda, Inggris dan Arab.
Sampai saat ini, Syamsuddin Arif adalah satu-satunya intelektual di Asia Tenggara yang memiliki kemampuan membaca dan menulis ragam bahasa asing.
“Karena itu, disertasi ini diharapkan mampu menjadi rujukan bagi peneliti yang akan mengkaji tentang sejarah pendidikan Islam di Sulawesi Selatan, khususnya Anregurutta Muhammad As'ad Al-Bugisi,” terang Ilham Kadir.

 Begini format undangan yang beredar di media sosial:
Undangan Terbuka untuk Umum
Sekolah Pasca Sarjana Universitas Ibn Khaldun ( UIKA) Bogor. Jl. KH. Sholeh Iskandar, KM II. Bogor, Jabar.
Sidang Promosi Doktor Pendidikan Islam.
"Konsep Pendidikan Kader Ulama Anregurutta Muhammad As'ad Al-Bugisi (1907-1952)"
Promovendus : Ilham Kadir, MA.*
Promotor :
Prof. Dr. Abuddin Nata, MA.
Dr. Syamsuddin Arif, MA.
Tim Penguji :
Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin.
Dr. H. Adian Husaini, MSc.
Dr. H. Abbas Mansur Tamam, MA.
Insya Allah diselenggarakan pada:
Hari : Kamis, 27 April 2017
Waktu: 12: 30 sampai selesai.
Bagi yang berkenan hadir, mohon konfirmasi ke: 0852 1733 6715.

*Peserta beasiswa program Kaderisasi Seribu Ulama (KSU) BAZNAS Pusat kerjasama dengan Dewan Da'wah Islamiah Indonesia (DDII).

Oleh: Irfan Abu Faiz

Comments

Popular posts from this blog

Ibrahim, Bapak Para Nabi