Posts

Showing posts from April, 2017

Kaji Konsep Pendidikan Anregurutta As'ad Al-Bugisi, Peneliti MIUMI Segera Dapat Gelar Doktor

Image
Harianamanah.com, Jakarta – Salah seorang peneliti di Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat, Ilham Kadir, MA., tidak lama lagi akan menyandang gelar doktor pada bidang pendidikan Islam. Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupateng Enrekang itu, pada Kamis (27/4) mendatang, akan mengikuti Sidang Terbuka Promosi Doktor di Kampus Ibn Khaldun Bogor (UIKA), Jawa Barat, pada pukul 12.30 sampai selesai. Ilham Kadir akan mempresentasikan disertasinya yang berjudul "Konsep Pendidikan Kader Ulama Anregurutta Muhammad As'ad Al-Bugisi (1907-1952)" di depan promotor Prof. Dr. Abuddin Nata, MA., Dr. Syamsuddin Arif, MA., dengan tim penguji, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin., Dr. H. Adian Husaini, MSc., serta Dr. H. Abas Mansur Tamam MA. Dalam disertasi tersebut, Ilham menjelaskan, Anregurutta Muhammad As'ad Al-Bugisi (1907-1952) adalah tokoh penting yang melakukan reformasi dalam dunia pendidikan Islam di Sulawesi Selatan. Tokoh yang lahir dan pernah …

Klaim

Image
Sekitar penghujung tahun 2010, seorang wanita Spanyol bernama Angeles Duran (49 tahun) mengklaim dirinya sebagai pemilik sah matahari. Perempuan nekat itu bahkan mendaftarkan kepemilikannya atas matahari ke kantor notaris. Meskipun ada sebuah kesepakatan internasional yang menyatakan bahwa tidak ada negara dapat mengajukan klaim kepemilikan terhadap sebuah planet atau bintang. Tapi, Duran berdalih, tak ada larangan bagi individu mengajukan klaim. "Tak ada larangan untuk itu. Klaimku didukung hukum. Aku tidak bodoh, aku tahu hukum." "Aku, juga orang lain bisa mengajukan klaim. Dalam hal ini, kebetulan aku melakukannya lebih dulu," tambah dia. Dokumen yang dikeluarkan oleh notaris menyatakan, Duran adalah 'pemilik' Matahari, bintang tipe spektral G2 yang berlokasi di pusat tata surya -- yang berjarak 149.600.000 kilometer dari Bumi. Dengan bersenjatakan akta notaris, Duran yang tinggal di Salvaterra do Mino mengatakan ia akan meminta bayaran pada siapapun yang men…

Dakwah Dialogis Zakir Naik

Image
Ilham Kadir: Peneliti MIUMI; Sekretaris Pemuda KPPSI Pusat.
Terlahir dengan nama lengkap Zakir Abdul Karim Naik pada tanggal 31 Maret 1965 di kota Mumbai, India. Jika dilihat dari riwayat pendidikan beliau tidak pernah mengenyam pendidikan formal dari sekolah khusus yang mengajarkan ilmu-ilmu agama (islamologi).
Zakir Naik, demikian sapaan populernya duduk pada bangku sekolah menengah di St. Peter's High School (ICSE), lalu melanjutkan di perguruan tinggi Kishinchand Challaram College; University of Mumbai dengan gelar Bachelor of Medicine and Surgery (MBBS) atau sarjana kedokteran dan bedah. Ia pernah bekerja sebagai dokter di kota kelahirannya, namun pada tahun 1991 berubah haluan mengabdikan dirinya sebagai dai secara total (full time).
Sejak 31 Maret bulan lalu, dai fenomenal itu ada di Indonesia hingga pertengahan  April 2017, melakukan serangkaian tour di berbagai kota-kota besar, memberikan kuliah umum di berbagai universitas termasuk di Unhas Makassar pada tanggal 10 April 20…

Politik Menurut Ulama Bugis

Image
Oleh: Ilham Kadir, Sekretaris Pemuda KPPSI Pusat; Dosen STKIP Muhammadiyah Enrekang
Secara historis, kata politik berasal dari politics yang merupakan bahasa Yunani, polis bermakna city-state.  Aristoteles (384-322 SM) adalah tokoh yang paling bertanggung jawab memperkenalkan ide politik melalui salah satu karyanya yang berjudul "Politics" dan menyimpulkan bahwa semua manusia pada dasarnya adalah berpolitik (man is by nature a political animal). Tidak jauh beda dengan apa yang dikatakan Ibnu Khaldun, al-insan madaniyun bitabi'atih. Manusia secara fitrah adalah makluk sosial yang sangat tergantung satu dengan lainnya.
Pendapat Aristoteles tersebut  meyakini bahwa setiap manusia dalam hubungannya antar sesama manusia tidak akan terlepas dari interaksi politik (a political relationship) maka setiap manusia adalah politikus (politicians) dalam arti lebih luas.
Pengertian politik menurut Aristoteles yang umum di atas mengalami pergeseran bahkan penyempitan makna di Abad Modern…