Posts

Showing posts from February, 2017

Kompetensi Ulama Bugis

Image
Oleh: Ilham Kadir, Ketua Bidang Penelitian dan Informasi MIUMI Sulsel; Komisioner Baznas Enrekang
Awal Februari tahun 2017 ini, sebuah wacana dilontarkan oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin terkait pentingnya sertifikasi khotib. Wacana ini terus menggelinding bak bola salju hingga merambah pada persoalan standarisasi dai dan ulama. Masyarakat Bugis yang telah melakukan regenerasi ulama sejak abad ke-17 hakikatnya memiliki standar khusus tentang siapa yang layak disebut ulama dan dikenal dengan sapaan Gurutta dan Anreguru. Oleh karena itu, ulama (panrita) dalam susunan fungsional masyarakat Bugis menempati urutan kedua setelah pemerintah yang dulu disebut anakarung. Tulisan ini akan memotret kompetensi ulama Bugis.

Mengurai Benang Kusut RSU Massenrempulu-Enrekang: Dari Manajemen hingga Ketersediaan Dokter Ahli

Image
Oleh: Ilham Kadir, Imam Masjid Nurut-Tijarah, Pasar Sentral Enrekang.

Sakit dan penyakit serta penyebabnya adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam siklus kehidupan setiap anak cucu Adam. Tidak pernah ada manusia, termasuk nabi dan rasul sebagai insan paling mulia yang lepas dari cobaan rasa sakit bahkan ada nabi yang terserang penyakit mematikan dan menjijikkan, sebut saja Nabi Ayub alaihissalam.

Allah tidak akan menurunkan penyakit kecuali ada penyembuhnya, begitu makna hadis Nabi. Jika dijabarkan lebih luas maka, salah satu penyebab sembuhnya orang dari penyakit adalah tersedianya dokter yang menjadi wakil Allah di bumi untuk berusaha dengan izin-Nya menghilangkan rasa sakit dan penyakit yang ada pada manusia.

Maka profesi dokter sangat mulia, sebanding dengan guru berdasarkan petikan syair, Guru dan dokter adalah dua profesi agung. Jika keduanya engkau abaikan maka, rasakan perihnya saat sakit datang karena engkau acuhkan dokter, dan puaslah dengan kebodohan disebabkan kebencianmu …