Posts

Showing posts from January, 2017

Harta, Tahta, dan Kemuliaan

Image
Oleh: Ilham Kadir, Peneliti Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI)  Pusat.

Ketika Nabi Isa diutus, masyarakat Bani Israel hidup dengan memuliakan harta dan jabatan. Karena itu, orang yang dianggap paling mulia dan terhormat hanya mereka yang berharta dan bertahta, atau kedua-duanya.

Selain itu, fenomena perdukunan juga merebak di mana-mana. Orang-orang yang mau memulai ini dan itu selalu merujuk pada dukun agar mendapatkan hari baik. Para calon pejabat wara-wiri ke dukun untuk mendapatkan dukungan dan wejangan agar terpilih sebagai manusia mulia dan terhormat versi dunia.

Dalam situasi seperti itu, Allah mengutus Nabi Isa 'alaihissalam. Sang Nabi menunjukkan bahwa untuk bahagia dan terhormat tidak selalu harus memiliki harta dan jabatan. Teori ini dibuktikan langsung oleh Nabi yang dianggap Tuhan oleh Ummat Kristiani ini.

Genealogi Ulama Bugis

Image
Masyarakat Bugis menyebut ulama dengan panggilan anregurutta dan, ataugurutta, pada saat seorang ulama sudah matang atau mencapai tingkat keahlian dalam bidang keagamaan dipandang tinggi serta berada pada posisi layak menjadi panutan disebabkan oleh prilakunya yang shaleh, maka ia akan disebut sebagai seorang panrita, (Abd. Kadir Ahmad, Ulama Bugis, Makassar, 2008: 415).

Ditilik dari segi bahasa panrita berasal dari kata ita yang berarti orang yang melihat, umum pula ditulis topanrita tambahan to adalah bahasa Bugis yang bermakna orang. Dalam perkembangannya, kata panrita bisa berarti keahlian teknis, seperti tercermin dari ungkapan panrita lopi (ahli pembuat perahu), panrita bola (ahli dalam membuat rumah).Namun dalam pengertian lebih spesifik setelah terjadi islamisasi secara massif dan massal, termasuk merambah pada istilah bahasa, dan merubah makna inti beberapa kata kunci termasuk panrita yang sebelumnya secara istilah adalah orang yang memiliki kemampuan khusus secara fisik dan …

Berinfaq Dengan Harta Paling Berharga

Image
Oleh: Ilham Kadir.

Kamu sekali-kali tidak akan sampai pada kebajikan yang sempurna, sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan, apa saja yang kamu nafkahkan maka, sesungguhnya Allah mengetahuinya, (QS. Ali Imran: 92).

Menginfaqkan harta yang paling dicintai merupakan syarat meraih kebajikan yang hakiki. Sebab, iman perlu pembuktian dengan pengorbanan. Tidak ada bukti keimanan tanpa adanya pengorbanan, semakin besar ia berkorban, entah dengan harta, raga, atau pun jiwa, semakin kuat pula keimanannya. Sebaliknya, semakin pelit dan kikinrya seseorang, akan menunjukkan keimanannya yang tipis terhadap akhirat. Bahkan Rasulullah SAW bersabda, "La yajtami' al-syuhhu wal-iman fi qalbi 'abdin abadan". Sifat kikir dan iman tidak akan berkumpul dalam hati seorang selama-lamanya, (Al-Musnad, Imam Ahmad, 202/14, No. 8512).

Terminologi dan Esensi Kalbu

Image
Salah satu komponen yang terdapat pada manusia yang hingga saat ini terus mengalami perdebatan terkait terminology dan esensinya adalah qalb yang berasal dari bahasa Arab, atau kalbu dan hati dalam istilah Indonesia. Para pakar telah mengurai menurut tahap keilmuan masing-masing, ikuti saya!
Dalam dunia medis hati diartikan sebagai organ khusus yang melekat pada tubuh manusia berfungsi memompa darah, biasa juga disebut jantung. Namun, dalam pandangan agama fungsi  hati melebihi itu, ia adalah sebuah kelembutan rabbaniyah ruhaniyah. Qalb yang diartikan sebagai hati adalah hakikat manusia sesungguhnya, bagian yang menyerap, menangkap, dan memiliki pemahaman dalam diri manusia. Dia pula yang menjadi panglima dalam segala aktivitas setiap orang dan kelak akan diberi ganjaran, atau akan mendapat kecaman.
Raghib al-Ashfahani, sebagaimana dikutif Halim Mahmud berpendapat bahwa al-qalb adalah makna-makna yang secara spesifik menjadi sifatnya seperti ruh, ilmu pengetahuan, keberanian, dan lainn…