Posts

Showing posts from 2017

Cerdaslah Berpolitik

Image
Oleh : Dr. Ilham Kadir TUMBANGNYA Orde Baru ditandai dengan rontoknya dinasti Presiden Soeharto yang berkuasa lebih dari tiga dasawarsa. Setelah itu muncul masa reformasi, ditandai dengan terbukanya secara lebar kebebasan berekspresi dan menyatakan pendapat, bahkan partai politik yang sebelumnya diatur secara ketat dan hanya diikuti oleh tiga partai gajah, kini lebih longgar dan dipermudah syarat dan rukun-rukunnya. Maka partai-partai baru yang kemudian memunculkan tokoh-tokoh politik baik skala nasional maupun lokal. Harus diakui bahwa munculnya tokoh-tokoh nasional di Orde Reformasi karena peran partai atau sebaliknya, ketokohannya yang menjadikan sebuah partai terkatrol dan tetap eksis. Para pelakon politik selalu muncul di tiap masa. Mereka adalah figur-figur yang menjadi panutan masyarakat luas. Bahkan lebih dari itu semua, tidak sedikit tokoh politik memiliki massa yang fanatik, sehingga apa pun yang dikatakan oleh sang figur seakan jadi kredo bagi pendukungnya, dan perbuatannya me…

Kebangkitan Kaum Santri

Image
Dimuat Tribun Timur, 23/10/2017

~Oleh: Dr. Ilham Kadir, MA., Alumni Perdana Pondok Pesantren Darul-Huffadh, Tuju-Tuju, Bone~

Masyarakat Bugis menyebut santri sebagai 'ana' mangngaji', dan kiai sebagai 'Anregurutta' dan atau 'Gurutta'. Duduk belajar dan mengkaji kitab di hadapan Gurutta disebut 'mangngaji tudang'.

Ditilik dari sisi morfologi, kata 'santri' berakar dari bahasa India 'shantri', berarti 'orang-orang yang mengetahui kitab suci agama Hindu', bisa pula berasal dari bahasa Jawa 'cantrik', 'seseorang yang mengikuti kemana pun gurunya pergi. Makna santri dalam tulisan ini dikhususkan bagi mereka yang berasal dan atau berguru pada lembaga pendidikan pondok pesantren, tidak selain itu.

Secara sederhana, dapat dipetakan bahwa santri adalah salah satu komponen dari sebuah sistem pendidikan Islam khas Indonesia yang dikenal dengan Pondok Pesantren. Maka, ketika berbicara santri secara pasti lembaga tempat mereka did…

Refleksi Kesyukuran Pesantren Darul Huffadh Ke-42

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir, MA.*
Perhelatan Resepsi Kesyukuran yang Ke-42 Tahun Dari Penamatan Wisuda Santri/Wati Pondok Pesantren Darul Huffadh Tuju-Tuju Kajuara Bone, Sulawesi Selatan. Senin, 7 Agustus 2017 berlangsung dengan penuh hikmat.
Para satri, dan wali santri berdatangan dari segenap penjuru Indonesia.  Demikian pula para alumninya, mereka jauh-jauh datang ke Tuju-Tuju dengan tujuan sama, juga para undangan dari berbagai pihak, termasuk Bapak Bupati Bone, Fashar Padjalani dan rombongan turut menyaksikan Kesyukuran Pondok ke-42.
Wadah Kesyukuran ini sekaligus menjadi ajang reuni dan silaturrahmi para alumni Pondok setiap tahunnya, lintas generasi.
Sekadar menarik ke belakang, Pond ok Pesantren Darul Huffadh adalah dulu bernama Majelisul Qurra' Wal-Huffazh, didirikan pada tanggal 7 Agustus, Jam 07y:00, dengan 7 santri di Tuju-Tuju. Tuju-Tuju hanyalah nama sebuah dusun di Desa Tarasu, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone.
Pendiri pesantren ini adalah Anregurutta Haji Lanre Said, alumni M…

Negeri Para Pemarah

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir, MA.* TRIBUN TIMUR, 18/8/2017
Dari negeri para pemarah. Tersebutlah seorang mahasiswa yang baik hati, berniat hendak menolong orang lain. Ketika itu, dia melihat postingan di media sosial berupa foto satu unit motor raib digondol maling, lengkap dengan nomor polisi. Begitu kagetnya sebab motor tersebut berada persis di depan pintu kamar kosnya.
Maka ia pun berinisiatif mencari kontak untuk menghubungi sang pemilik motor via media sosial tersebut. Mahasiswa baik itu menelepon langsung empunya motor. Tidak dinyana, ternyata pemilik motor itu datang membawa polisi. Segera mahasiswa itu ditangkap, diborgol, ditutup matanya, diseret ke sel lalu didor kakinya, darah bercucuran seperti moncong keran memuntahkan air. Tidak sampai di situ, selama empat malam di dalam sel, selama itu pula ia mengalami siksaan tak terhingga, pelipisnya pecah, mukanya bonyok, kepalanya penuh luka bekas benturan, mahasiswa itu depresi dan mengalami beban psikologis yang tidak bisa diungkapkan de…

KUDA TROYA DALAM PILKADA

Image
Dr. Ilham Kadir, MA.
Dalam mitologi Yunani terdapat sebuah kisah tentang Perang Troya, perang antara Troya dan Yunani yang disebabkan oleh Pangeran Paris karena menculik Helena, istri dari Menelaos Raja Sparta. Kota Troya saat ini berada di Hisarlik, Turki Barat.
Yunani yang telah mengepung Troya selama sepuluh tahun, namun belum ada tanda-tanda akan kemenangan. Mulai memutar otak mencari trik lain. Maka ia mengirim mata-mata yang bernama Odysseus dan Diomedes. Atas ide Odysseus, dibangunlah patung kuda kayu raksasa yang di dalamnya berongga dan bisa diisi sepasukan tentara Yunani.
Pada pagi hari orang-orang Troya tidak lagi melihat pasukan Yunani, mereka lantas mengira Yunani telah menyerah dalam memerangi dan mengepung mereka. Di pandangan pasukan Troya hanya terlihat patung kuda raksasa yang terbuat dari kayu. Orang-orang Troya tidak menghancurkan atau membakarnya melainkan mengangkut kuda raksasa beroda tersebut ke dalam kota sebagai sarana hiburan.
Ketika semua penduduk sudah terlela…

Hijrahnya Pemimpin Bahlul

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir, MA., Sekretaris Pemuda KPPSI; Pimpinan BAZNAS Enrekang 
Dikisahkan bahwa seorang lelaki yang dianggap gila oleh kebanyakan orang bernama Bahlul (W. 812 M), ia hidup pada Dinasti Abbasiyah, ketika Khalifah Harun Ar-Rasyid (766-809 M) berkuasa.

Suatu ketika Bahlul sedang duduk di salah satu kompleks pekuburan, lalu Khalifah Harun Ar-Rasyid lewat.

Sang Khalifah berteriak, Wahai Bahlul, Wahai Orang Gila, kapan engkau sadar? 
Bahlul yang terkejut dengan sigap memanjat ke atas pohon yang paling tinggi. Dengan balik berteriak kepada Khalifah dengan suara lantang, Wahai Harun, Wahai Orang Gila, kapan engkau sadar?

Maka Khalifah yang berada di atas pelana kudanya dibuat jengkel, lalu mendekat di bawah pohon tempat Bahul memanjat. Sambil bertanya, Apakah saya yang gila atau engkau yang tinggal di atas kuburan? Saya yang sadar dan berakal, jawab Bahlul. 

Bagaimana bisa begitu, protes Khalifah. Sebab saya paham jika itu--sambil menunjuk ke arah istana Khalifah--akan fana, sedangk…

Buddha, Islam, Rohingya

Image
Oleh: Dr. Ilham Kadir, MA.
Peneliti MIUMI; Pimpinan Baznas Enrekang~
Berbagai sudut pandang dalam menilai tragedi Rohingya. Sebagian berpendapat bahwa kasus yang sedang menimpa masyarakat Rohingya adalah murni kasus kemanusiaan, tidak ada kaitannya dengan agama atau kepentingan apa pun. Yang lain berpendapat jika kasus Rohingya hakikatnya adalah kecemburuan sosial antara kaum pendatang dan penduduk tetap. Atau pendapat yang menegaskan bahwa daerah tempat tinggal etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine adalah ladang gas, minyak dan berbagai kekayaan alam lainnya. Untuk mengeruk harta terpendam itu, harus terlebih dahulu menghabisi penduduk setempat agar kelak bagi-baginya menggunung dan kali-kalinya menipis. Saya melihat bahwa persoalan di atas benar semuanya, namun jika diumpamakan bahan peledak, maka pemantik dan energinya adalah agama. Buktinya para penyerang dan pembatai adalah kolaborasi antara tokoh agama Buddha dengan aparat keamanan Myanmar. Kolaborasi keduanya Melahirkan petaka g…