TOT GURU MENGAJI ENREKANG MENGHADIRKAN SYEKH DARI MADINAH


Badan Amil Zakat Nasional (Enrekang) menjadi fasilitator dengan Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak, Megamendung, Bogor. Karena itu, tepat pada hari Selasa (15/2016) bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Enrekang, diadakan kerjasama atau Memorandum of Understanding (MOU) antara Pemerintah Daerah Kabupaten Enrekang dengan Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak terkait pengentasan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) di Enrekang.

Dalam sambutannya, Dr. Didik Haryanto, Ketua Yayasan Wadi Mubarak mengatakan bahwa, saat ini generasi muda kita diincar oleh berbagai masalah, mulai dari narkoba hingga pornografi. Bahkan, pornografi telah menjalar ke anak usia dini. Karena itu, perlu ada usaha-usaha untuk menangkal masalah-masalah tersebut.

Maka, lanjut alumni Universitas Islam Madinah ini, Yayasan Wadi Mubarak, sejak beberapa tahun terakhir ini telah membuka lembaga pendidikan tingkat Taman Kanak-kanak khusus untuk mengajarkan baca tulis, hingga hafalan Al-Qur’an. Bahkan sudah terbukti, ada di antara para anak-anak kita sudah menghafal Al-Qur’an di usia sebelum masuk Sekolah Dasar (SD).
Sekedar catatan, di daerah Darfur Sudan, sebelum konflik terjadi, di sana anak-anak kecil, hanya disunat ketika telah selesai menghafal Al-Qur’an 30 juz. Jadi, ketika ada undangan khitanan itu berarti, ada undangan khataman hafalan 30 juz, lanjut Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun, Bogor ini.
Selain itu, Ustad Didik Haryanto menegaskan bahwa, KH. Ahmad Dahlan dapat menggerakkan ummat Islam Indonesia dalam wadah persyarikatan Muhammadiyah hanya dengan satu surah, yaitu Surah Al-Ma’un. Maka, di Enrekang ini, kita akan bergerak bukan saja dengan satu surah, tapi seluruh surah dalam Al-Qur’an, maka kita berharap agar hasilnya melebihi organisasi Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Ustad Didik mengapresiasi Bapak Bupati Enrekang Drs. H. Muslimin Bando, M.Pd. yang sangat mendukung program pengentasan BTQ di Enrekang, katanya, Kita sangat bersyukur dianugerahi pemimpin yang peduli dan membela Al-Qur’an. Di daerah lain, bahkan para masyarakat muslim hanya untuk mencari pemimpin muslim saja begitu susah, apalagi yang cinta pada Al-Qur’an, bahkan ada pemimpin yang sudah ditetapkan sebagai tersangka karena melecehkan agama dan Al-Qur’an.

Ada pun Bapak Bupati Enrekang, Drs. Muslimin Bando, M.Pd., setelah penandatangan MOU dengan Yayasan Wadi Mubarak, menegaskan bahwa, Kita di Enrekang sangat bersyukur sebab didatangi ulama untuk berkerjasama dengan Pemerintah Daerah Enrekang dalam mengajarkan baca tulis kepada masyarakat terutama para siswa, dari anak-anak hingga dewasa.
Pihak Yayasan Islamic Center Wadi Mubarak langsung mendatangkan trainer, yaitu Syekh Abdurrahman bin Bakr, penemu metode BTQ At-Tibyan. Metode ini telah menjadi kurikulum resmi pengajaran Al-Qur’an di negara-negara Arab, Afrika, dan Eropa.
Selama TOT berlangsung, 15-17 Nopember 2016, para peserta yang terdiri dari para imam masjid, guru-guru TPA, guru-guru agama dari SD-SMA. Secara umum, para peserta sangat puas dengan pelatihan ini sebab, banyak yang selama ini merasa bacaan Al-Qur’an-nya sudah benar, namun setelah belajar dengan Syekh Abdurrahman Bakr, baru mereka menyadari bahwa banyak penyebutan-penyebutan (makharij) huruf ternyata masih keliru.
Ustad Muis Muin, misalnya, yang di Enrekang ini merupakan gurunya para guru mengaji, menanyakan kepada Syekh, Apa berbedaan antara makharij al-khuruf dengan shifatul khuruf. Lalu Syekh pun menerangkan dengan sangat-sangat detail berikut contoh-contohnya.

Para peserta sangat antusias, dan mengharap agar pelatihan TOT guru mengaji, tidak berhenti sampai di sini, dan semoga dapat dilanjutkan pada masa-masa yang datang.
Dan, Syekh Abdurrahman sendiri, siap untuk kembali ke sini pada tahun depan dengan durasi yang lebih lama. Sebab, untuk menuntaskan praktik dan teori At-Tibyan, dibutuhkan minimal 100 jam pelajaran. Sementara TOT kemarin hanya 20 Jam, (Ilham Qadir, 17/11/16).

Comments

Popular posts from this blog

Ibrahim, Bapak Para Nabi

Tragedi Wamena