KONSULTASI BAZNAS ENREKANG DI LEMBAGA KADERISASI ULAMA



Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta dengan tujuan konsultasi bersama Baznas Pusat. Rombongan yang terdiri dari Komisi Pengawas, Haming, S.H, yang juga sebagai Kabag Hukum Pemda Enrekang, Ketua Baznas Enrekang, H. Suardi, Ketua Bagian Pengumpulan, Kadir Lesang, S.Ag, Ketua Bagian Pendistribusian, Ir. Mursyid Saleh Malappa, Ketua Bagian Perancanaan dan Keuangan, Baharuddin, S.E., dan Ilham Kadir, M.A., Ketua Bagian Umum, Administrasi, dan Pengembangan SDM. Rombongan berangkat dari Makassar dan tiba di Jakarta pada hari Minggu dan langsung menuju Kantor Sekretariat Perwakilan Pemda Enrekang, Jl. Talang No. 4. Menteng, Jakarta Pusat. 

Hari senin, tanggal 17 Oktober 2016, bertempat di Kantor Baznas Pusat, Gedung Arthaloka Lantai-5. Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, jam 09.00 WIB, rombongan Baznas Enrekang diterima oleh Eferi Syamsul Bahri, Devisi Perencanaan Pengembangan dan Pengendalian, Baznas Pusat.

Agenda pertemuan pembahasan meliputi, penguatan kelembagaan, administrasi kantor, SOP staf; perencanaan dan keuangan meliputi, juknis honor pegawai dan anggaran belanja; pengumpulan meliputi, mekanisme pendataan para muzakki secara tepat dan teratur; pendistribusian meliputi, data mustahik, penekanan kepada sekala prioritas dari depalan asnaf, pembatasan pada asnaf tertentu, dan santunan-santunan lainnya yang dipandang perlu; kerjasama antar Baznas Pusat dan Daerah Enrekang, terutama dalam aspek administrasi, share program, dll.

Pihak Baznas pusat memberikan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dari Baznas Enrekang yang terkait dari agenda konsultasi di atas, yang pada intinya sangat dibutuhkan untuk mengelola Baznas secara profesional, transfaransi, dan akuntabel.


Lebih khusus kepada aspek pemberdayaan terhadap masyarakat fakir dan miskin. Ternyata, Baznas memang memiliki kewajiban terhadap negara dalam pengentasan kemiskininan. “Baznas harus berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan minimal satu persen dari jumlah masyarakat miskin di Indonesia”, ujar Efri.

Untuk Kabupaten Enrekang yang masyarakatnya berjumlah 230.000, menurut data statistik terbaru, sekitar 30.000 masyarakatnya masuk dalam kategori fakir dan miskin. Maka, minimal Baznas Enrekang harus membnatu pemerintah dalam melakukan upaya-upaya pemberdayaan sekitar 300 golongan fakir miskin tiap tahunnya. Ini baru satu program, padahal sedikitnya ada empat program inti, tiga lainnya adalah, pendidikan, kesehatan, dan santunan bagi mereka yang sudah tidak mampu lagi produktif, baik karena faktor fisik yang cacat, umur yang sudah uzur, atau kehilangan akal sehat.


Tentu saja, ini tidak akan terlaksana dengan mulus tanpa kerjasama dari berbagai pihak. Termasuk para masyarakat, agar mendukung program-program Baznas.

Selain itu, Baznas juga melakukan kunjungan ke beberapa lembaga pendidikan kaderisasi ulama. Antara lain di AQL Enterpreneurship College, di Dago Megamendung dan Islamic Center Wadi Mubarok yang juga terletak di Megamendung Bogor. Kedua lembaga di atas telah sepakat untuk melakukan kerjasama. Untuk AQL Enterpreneurship College Baznas langsung mengantar dua orang mahasiswa dari Kecamatan Maiwa Enrekang, dan untuk Islamic Center Wadi Mubarok, Baznas akan mendorong Pemerintah Daerah untuk bekerjasama dengan Wadi Mubarok secara lembaga dalam penanganan baca tulis Al-Qur’an di Enrekang. Sebagai langkah awal, dalam waktu yang dekat akan diadakan kegiatan pelatihan terhadap para guru Al-Qur’an di Enrekang.
Baznas Enrekang akan terus berupaya melakukan kerjasama, membangun koneksi dengan berbagai lembaga pendidikan, dakwah, ekonomi, dan lainnya dengan tujuan utamanya adalah bersinergi membangun ummat lebih khusus masyarakat Massenrempulu, Enrekang. (Jakarta, 18-10-2016).

Comments

Popular posts from this blog

Ibrahim, Bapak Para Nabi

Tadabbur di Bulan Al-Qur'an