GALA INFAK UNTUK PERADABAN AL-QUR’AN

Jakarta (15/10/2016), bertempat di Hotel Bidakara Pancoran Jakarta Selatan, Ustad Bachtiar Natsir (UBN) sebagai Pimpinan Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Center melakukan penggalangan dana untuk pembangunan masjid dan Gedung Pusat Tadabbur Al-Qur’an Indonesia yang rencananya akan dibangun di Jalan Tebet Utara-I, No. 40, Jakarta Selatan. Para hadirin adalah jamaah dan simpatisan AQL yang terlihat begitu antisuas dengan jumlah yang tidak sedikit.

Acara ‘Gala Infak’ dipandu oleh Peggy Melati Sukma bersama dengan Pak Rio. “Seluruh yang ada dalam ruangan ini hakikatnya adalah untuk memenuhi undangan Allah. Malam hari ini acara kita kemasannya adalah silaturrahim, juga pada malam hari ini acara kita adalah gala infak, dan akan lebih berarti jika disempurnakan dengan mengeluarkan sebagian harta yang kita miliki untuk kemaslahatan ummat”, ujar Peggy.

Mudah-mudahan pada malam hari ini Allah membukakan pintu hati kita—lanjut Peggy yang terlihat anggun dengan balutan hijab itu—untuk melakukan kerja-kerja yang sangat mulia, sebab malam ini kita akan melakukan kerja besar, berkumpul, dan bersama-sama membangun peradaban Al-Qur’an.
Setelah pembukaan oleh protokol, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 19-24 oleh Ustad Imran Al-Hafizh, Imam Masjid Istiqlal Jakarta. 

Usai itu, dipersilahkan kepada Ketua Panitia Pembangunan Gedung Pusat Tadabbur Al-Qur’an Indonesia, Bapak Drs. H. Kasman, ME. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa tingginya animo ummat Islam untuk belajar Al-Qur’an termasuk mengkaji dan tadabbur yang selama ini telah diperaktikkan oleh Ustad Bachtiar Natsir tidak diiringi dengan fasilitas yang memadai. Program tadabbur ini telah berjalan selama 8 tahun dan telah berdiri sebanyak 23 cabang di seluruh Indonesia, namun sampai saat ini belum memiliki gedung sebagai pusat kegiatan. Karena itu, sejak tiga bulan lalu, para jamaah melakukan pertemuan, membahas masalah ini, maka dibentuklah panitia pembangunan yang bertugas untuk melakukan penggalangan infak untuk pembangunan sarana tadabbur Al-Qur’an yang memadai. Mudah-mudahan pada malam hari ini kita semua dapat berpartisipasi.

Ustad Bachtiar Natsir memulai pembicaraan dengan menceritakan lembaga-lembaga Islam di Indonesia yang hingga saat ini assetnya terus bertambah dan memberi kontribusi atas kemajuan ummat, bangsa dan negara. Tersebutlah Yayasan Al-Azhar yang didirikan oleh para ulama dengan golongan hartawan yang visioner. Dari lahan pada awalnya tidak seberapa itu berdirilah masjid, lalu lembaga pendidikan yang kini jumlah sudah seratus lebih di Indonesia, dan semuanya berstatus sebagai wakaf.

Ada lagi, lembaga pendidikan yang terletak di Desa Gontor, Mlarak, Ponorogo. Didirikan oleh tiga ulama yaitu, Ahmad Sahal, Zainuddin Fannanie, dan Imam Zarkasyi. Kini lembaga pendidikan ini telah melahirkan puluhan ribu alumni yang bergerak di seluruh bidang, dan pondok-pondok pesantren yang didirikan dan diasuh oleh para alumninya telah berjumlah ratusan. Lembaga pendidikan ini memiliki berbagai macam unit usaha, yang semuanya merupakan wakaf.
Siapa yang tidak kenal dengan Muhammadiyah, saat ini telah memiliki lebih dari 10.000 lembaga pendidikan dari Paud hingga Perguruan Tinggi. Jumlah Rumah Sakit 104 buah yang mengalahkan pemerintah yang hanya berjumlah 48. Dalam penanganan dan pengelolaan asset, Muhammadiyah laksana Holding Company, ini berbeda dengan wakaf yang dikelola oleh NU yang juga tidak kalah banyaknya, namun seperti fanchise.

Di atas hanyalah sebagai contoh terhadap lembaga-lembaga dan organisasi milik ummat yang telah berhasil mengelola harta wakaf untuk kepentingan ummat. Di tengah situasi yang begitu sulit ini, maka ummat Islam yang ada di negeri ini sangat membutuhkan patriotisme. Salah satunya adalah rela berjihad dengan harta. 

Jakarta saat ini 70 persen milik hanya 2 persen orang dan bukan pribumi. Bahkan Pulau Seribu yang jumlahnya belasan itu, hanya empat yang dapat dihuni dengan begitu padatnya. Pulau Peramuka misalnya, menjadi terpadat di Asia, satu rumah ada yang dihuni hingga 7 kepala keluarga.

Oleh karena itu—lanjut Ketua Tadabbur Al-Qur’an Indonesia ini—saya mengajak pada diri dan keluarga saya, serta kepada yang ada di sini, dan segenap ummat Islam untuk bersama-sama mewakafkan apa yang kita miliki untuk kemaslahatan ummat. Termasuk membangun gedung Pusat Peradaban Islam. Berapa pun, dan dengan apa saja yang kita bisa lakukan, tidak mutlak dengan materi.

Para hadirin satu persatu menyatakan komitmennya untuk ikut berpartisipasi. Dimulai dengan penyerahan bantuan simbolis oleh Bank Muamalat sebesar Rp. 25.000.000., para pemuda ‘Ashabul Kahfi’ sebesar Rp. 12.000.000., menyusul kemudian Peggy Melati Sukma dengan jumlah yang sama oleh Ashabul Kahfi, ada pula menyumbang logam mulia 100 gram, uang tunai mulai dari Rp. 5.000.000, hingga Rp. 100.000.000. selain itu, ada yang mewakafkan tanahnya seluas 1,5 hektar, dan yang lainnya berkomitmen untuk menyumbang 1 miliar, dan seterusnya. Hingga total dana yang terkumpul, baik dalam bentuk cash maupun komitmen sebesar 2.760.000.000 (dua miliar tujuh ratus enam puluh ribu rupiah), ditambah logam mulia dan tanah wakaf tersebut di atas.

Saat ini, lembaga dakwah AQL Center membutuhkan dana sebesar 62 Miliar untuk pembebasan lahan di Jalan Tebet Utara-I, No. 40, Jakarta Selatan (Tlp. +6221-8303112), serta pembangunan masjid dan gedung sebagai Pusat Tadabbur Al-Qur’an Indonesia.

Semoga para muhsinin mendapatkan pahala dari apa yang mereka infakkan, dan harta-harta mereka terus tumbuh, berkembang, bertambah, berlipat ganda, dan berkah sesuai janji Allah yang pasti adanya. (Ilham Kadir).

Comments

Popular posts from this blog

Ibrahim, Bapak Para Nabi

Tadabbur di Bulan Al-Qur'an