Sahur dan Manfaatnya



Oleh: Ilham Kadir, Peneliti MIUMI Pusat

Antara sunnah puasa adalah bangun makan sahur yang ternyata banyak manfaatnya, baik ditinjau dari sisi syariat maupun medis.

Dari sudut pandang syariat, cukup banyak riwayat yang menekankan akan sunnahnya bersahur. Misalnya, Hadits Ibnu Umar, bahwasanya Rasulullah pernah bersabda, Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas orang yang makan sahur. (Shahih At-Targhib wa at-Tarhib, Al-Bani, no. 1053).

Terkait sunnah makan sahur ini, Al-Hafizh Ibn Hajar menegaskan, Pendapat yang tepat adalah bahwa berkah pada makan sahur dapat dicapai dari banyak sisi, di sana ada upaya mengikuti sunnah, menyelisihi ahli Kitab, memperkuat badan, menambah semangat mencegah akhlak jelek yang timbul akibat kelaparan, menyebabkan adalanya amalan sedekah pada orang yang meminta pada waktu itu atau makan bersamanya, adanya amalan dzikir dan doa di waktu maqbulnya, menyegarkan niat puasa bagi yang lupa sebelum tidur, (Fathul Bari, Juz. IV, halaman 693).

Imam Syafi'I mengatakan, Saya menganjurkan makan sahur diakhirkan selama tidak mendekati waktu yang ditakutkan telah terbit fajar, (Al-Umm, Juz. II, halaman. 106).

Ada pun batas waktu untuk sahur adalah ketika adzan Subuh dikumandangkan, sedangkan fungsi imsak sekadar kehati-hatian. Bersadarkan Hadits Nabi, Janganlah menipu kalian dari makan sahur adzan bilal, atupun cahaya putih ini (fajar kadzib) hinngga dia menyebar (fajar shadiq).

Sahur juga memunkinkan seorang untuk banyak-banyak beristigfar yang memang sangat dianjurkan pada sepertiga malam, dan tentu saja dapat memperbanyak zikir lalu siap-siap menunaikan salat jamaah di masjid.

Jika ditinjau dari segi medis, tentu saja makan sahur akan menyehatkan. Karena yang bersahur punya kesiapan untuk tidak makan dan minum dari terbit fajar hingga tenggelamnya sinar mata hari. Dan, jika tidak bersahur pasti cairan yang masuk dalam tubuh di waktu berbuka telah berkurang terkuras di waktu tidur.

Demikianlah syariat Islam menekankan akan manfaat sahur, baik dipandang dalam sisi teologis maupun filosofis. Seorang muslim yang memiliki islamix worlview akan menelaah sisi-sisi lain dari sebuah syariat, tidak melulu terpaku pada teks, tetapi harus ditelaah secara kontekstual-filosofis bahwa syariat Islam itu selalu terkandung nilai-nilai kemaslahatan dunia akhirat. Wallahu A'lam!

Enrekang, 16 Ramadhan 1437 H

Comments

Popular posts from this blog

Ibrahim, Bapak Para Nabi