Posts

Showing posts from June, 2016

Etape Terakhir Ramadhan

Oleh: Ilham Kadir, Peneliti MIUMI Pusat Andai Ramadhan ini adalah kompetisi balapan, maka akan terbagi menjadi tiga etape. Pertama dan kedua telah terlewati, dan saat ini berada pada etape ketiga. Tentu peserta dalam etape pertama jumlahnya jauh lebih banyak, seiring berjalannya argo waktu, satu persatu peserta tereleminasi. Ada yang memang sejak mulai balapan langsung terjungkal dan keluar arena, ada yang bertahan hingga etape kedua dan tinggal sedikit yang masuk pada putaran terakhir. Dalam pertandingan, detik-detik terakhir adalah yang menentukan, karena merupakan rangkaian dari dua putaran sebelumnya. Ramadhan pun begitu, sepuluh hari pertama dan kedua telah menghasilkan para pecundang yang tak mampu bersaing hingga akhir bulan, terlihatlah, masjid-masjid mulai kosong melompong yang sebelum ini penuh sesak. Dan berpindah ke pusat-pusat belanja yang disesaki setan jin dan manusia. Maka, untuk menggapai kemenangan, hanya ada satu jalan, yaitu memanfaatkan waktu yang ters

Sahur dan Manfaatnya

Oleh: Ilham Kadir, Peneliti MIUMI Pusat Antara sunnah puasa adalah bangun makan sahur yang ternyata banyak manfaatnya, baik ditinjau dari sisi syariat maupun medis. Dari sudut pandang syariat, cukup banyak riwayat yang menekankan akan sunnahnya bersahur. Misalnya, Hadits Ibnu Umar, bahwasanya Rasulullah pernah bersabda, Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat atas orang yang makan sahur. (Shahih At-Targhib wa at-Tarhib, Al-Bani, no. 1053). Terkait sunnah makan sahur ini, Al-Hafizh Ibn Hajar menegaskan, Pendapat yang tepat adalah bahwa berkah pada makan sahur dapat dicapai dari banyak sisi, di sana ada upaya mengikuti sunnah, menyelisihi ahli Kitab, memperkuat badan, menambah semangat mencegah akhlak jelek yang timbul akibat kelaparan, menyebabkan adalanya amalan sedekah pada orang yang meminta pada waktu itu atau makan bersamanya, adanya amalan dzikir dan doa di waktu maqbulnya, menyegarkan niat puasa bagi yang lupa sebelum tidur, (Fathul Bari, Juz. IV, halam

Hakikat Puasa

Tentu saja tujuan inti puasa adalah menjadikan pelakunya masuk dalam barisan orang-orang bertakwa (la'allakum tattakun), begitu pesan al-Qur'an (QS[2]: 183). Tetapi, tidak hanya sebatas itu, ada banyak manfaat dan hakikat lain yang menjadi jalan menuju ketakwaan itu sendiri. Jika merujuk pada hadis Nabi, maka hakikat puasa adalah pengendalian diri (imtina') atau al-Imsak wal-kaffu, menahan dan membatasi gerak nafsu dari segala macam urusan syahwat, serta berusaha menjinakkan pengaruh negatif dari hawa nafsu itu, khususnya nafsu perut (syahwatul bathn) dan di bawah perut (syahwatul farj) dari terbit matahari hingga terbenam dengan niat ikhlas lillahi ta'ala. Fungsi pengendalian diri lewat puasa telah ditegaskan oleh Nabi, Puasa itu pelindung, ash-shiyam junnah, demikian yang dinarasikan oleh Imam Nasa'I, jilid 4, nomor 166. Riwayat lain, Puasa itu adalah prisai yang dengannya hamba dilindungi dari azab neraka, dirawikan oleh At-Thabrani dalam "Al-Kabir&

Puasa Titik Perubahan Seorang Muslim

Dari shalat ke shalat, Jumat ke Jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan adalah sebagai tebusan dosa (kaffarah) seorang mukmin selama dalan jarak waktu tersebut ia menjauhi dosan besar, begitu sabda Baginda Nabi Muhammad yang diwartakan oleh Imam Muslim dan Tirmidzi yang bersumber dari Abu Hurairah. Hadits di atas memiliki tiga titik simpul, salat lima waktu, Jumat, Ramadhan. Jika ditelaah secara filosofis maka, seorang mukmin dapat menjadikan tiga jenis amalan yang semua terkait dengan waktu sebagai titik perubahan dalam hidupnya. Dimulai dengan ritual harian berupa salat lima waktu, mulai dari Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, hingga Isya, sahalat Jumat dan Puasa Ramadhan. Seorang hamba idealnya memang harus sibuk beribadah kepada Allah tiap waktu.  Bahkan, Allah pun juga sibuk, sebagaimana firman-Nya, Setiap waktu Dia dalam kesibukan (QS. Arrahman[55]: 29). Nabi menafsirkan ayat tersebut, bahwa kesibukan Allah adalah mengampuni dosa, menghapus kesusahan, mengangkat derajat suatu kaum dan

Filosofi Zakat, Infaq, Shadaqah

Bulan Ramadhan tidak dapat dipisahkan dengan zakat, infaq, dan shadaqah. Kaum muslimin, sebagaimana disyariatkan dan dicontohkan Nabi adalah wajib hukumnya  mengeluarkan zakat fitrah di bulan penuh berkah ini. Selain zakat, dikenal pula dengan istilah infaq dan shadaqah yang sering disingkat ZIS, lazimnya, para pambayar zakat (muzakki), baik fitrah maupun harta (maal), juga tidak lupa menyelipkan beberapa lembaran rupiah kepada Unit Pengumpul Zakat ('amil) dengan maksud sebagai infaq dan shadaqah. Untuk itu, akan lebih baik jika kita menelusuri makna ZIS secara bahasa dan istilah. Zakat, dalam bahasa Arab "al-Zakaat" berarti suci, tumbuh, berkah, dan terpuji. Dari sudut istilah, zakat adalah harta yang wajib dikeluarkan seorang muslim sebagai hak Allah dengan syarat dan rukun-rukun tertentu. Menurut Sayyid Sabiq dalam "Fiqhus Sunnah", kata zakat digandengkan dengan salat sebanyak 82 kali, dan penetapan kewajibannya berdasar pada Al-Qur'an, Sunnah,