Islamic Worldview



 Oleh: Ilham Kadir.

Memandang sesuatu dengan kacamata Islam, kami sebut dengan 'islamic worldview'. Seorang muslim, harus memiliki cara pandang terhadah dunianya sendiri, dan cara pandang itulah yang menjadi pembeda dengan ajaran mana pun. Sebagai agama wahyu, Islam memiliki perangkap yang menjadi acuan untuk dijadikan frame work, alias bingkai dalam berfikir dan berbuat. 

Antara problematika yang dianggap banyak menyimpang dalam islamic worldview adalah cara memandang ilmu. Ilmu bagi orang Islam adalah bagian daripada akhirat. Karena itu seorang muslim yang paling baik adalah makin tinggi ilmunya makin baik ibadahnya, karena ia harus memandang bahwa ilmunya merupakan bagian dari amanah dari Allah. Inilah yang dimaksud dengan pesan Nabi, bahwa barangsiapa yang bertambah ilmunya namun tidak bertambah hidayah maka tidak ada yang bertambah di sisi Allah kecuali ia makin menjauh.

Orang-orang yang dimaksud dalam hadis ini adalah mereka yang memiliki pola pandang dunia yang salah, tidak melihat ilmu sebagai perkara akhirat, melainkan semata untuk kepentingan duniawi. Padahal, ilmu dalam Islam adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkann karena itu pula ayat pertama yang turun adalah perintah untuk membaca, sebagaimana yang termaktub dalam surat Al-'Alaq, ayat pertama, Bacalah dengan menyebut nama Tuhan-mu!

Lalu, apa yang dibaca? Di sinilah letak masalahnya, banyak yang bisa membaca tapi tak tahu, apa dan bagaimana harus membaca. Nah, islamic worldview memandu kita agar selalu membaca fenomena dunia apa saja dengan kacamata Islam.

Dari melihat gajah hingga semut, dari bulan hingga bumi, dari materi hingga non-materi, semua harus dilihat dengan cara pandang yang islami. Saking pentingnya worldview ini, sehingga seorang pelacur pun harus paham. Bagaimana caranya? Begini: jika ia seorang pelacur dan memandang bahwa profesinya itu adalah bagian dari kerja nyata yang halal dan tidak merasa berdosa, maka worldview-nya rusak, dan jelas ia sudah dikategorikan keluar dari agamanya. Namun, jika ia merasa bahwa apa yang dikerjakan itu adalah nista, selalu merasa berdosa, dan berniat untuk bertobat agar dapat meninggalkan dunianya, maka dia seorang muslim yang memiliki islamic worldview yang benar.

Begitulah seterusnya, seorang muslim harus memandang dunianya dengan penuh ruh keislaman, dan itulah yang membedakan dengan ajaran yang terdapat pada agama lain terutama Barat yang sangat sekuler, memandang bawa dunia adalah segalanya dan tidak memiliki korelasi dengan akhirat. Wallahu A'lam!

Edisi-1. Kolom Harian Amanah, 5 April, 2016.



Comments

Popular posts from this blog

Ibrahim, Bapak Para Nabi