Pelantikan Pengurus Baznas Enrekang Menghadirkan Prof Didin Hafihduddin



Enrekang, 8/3/2016--Sejarah baru kembali terjadi di Enrekang pada hari Selasa 8 Maret 2016. Kabupaten yang terkenal dengan julukan Masserengpulu itu melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Ini adalah pelantikan kepengurusan Baznas oleh Bapak Bupati melalui sumpah jabatan sebagai pejabat daerah untuk pertama kalinya.

Kelima pimpinan Baznas yang dilantik adalah: Drs. H. Suardi sebagai Ketua Umum; Kadir Lesang sebagai Ketua Bagian Pengumpulan Zakat; Ir. Mursyid Malappa, sebagai Ketua Pendistribusian Zakat; Baharuddin SE sebagai Ketua bidan Keuangan, dan Perencanaan, dan saya sendiri sebagai Ketua bidang Administrasi, Pengembangan SDM, dan Umum.

Baznas adalah lembaga pemerintah nonstruktural, lembaga ini sejajar dengan KPK, KPU, Bawaslu, dan sejenisnya. Untuk Baznas, mereka bekerja secara independen dengan koordinasi pada kementrian Agama Republik Indonesia atau turunannya bagi yang di daerah, dengan pertanggungjawaban langsung pada Bapaka Presiden untuk Pusat, Gubernur untuk tingkat propinsi, dan Bupati untuk tingkat daerah.

Dalam sambutannya, setelah melakukan sumpah kepada para pimpinan Baznas Enrekang priode 2016-2021, ia menegaskan bahwa adanya Bazanas akan menjadi bagian dari percepatan pengembangan dan pembangunan daerah, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan para penduduk Enrekang. Menurutnya, memang secara umum masyarakat Enrekang sudah mengalami peningkatan kesejahteraan, tapi tidak dipungkiri jika masih ada di antara mereka yang mengalami kondisi ekonomi yang sangat rendah dan membutuhkan bantuan dari kita semua.

Selain itu—lanjut Muslimin Bando—ada pula golongan, selain fakir dan miskin, yaitu yatim atau piatu yang memerlukan uluran tangan, maka semua ini dapat diatasi dengan adanya Baznas yang akan melakukan pendataan para mustahik (yang berhak mendapat zakat), dengan adanya data mustahik yang akurat maka dengan mudah kemiskinan di Enrekang bisa dihilangkan dengan bertahap.

Bapak Bupati juga berpesan kepada para pimpinan Baznas yang baru saja terpilih agar menjadi ujung tombak dalam melaksanakan sosialisasi zakat kepada masyarakat Enrekang. Dan agar ikhlas bekerja demi agama dan bangsa. Karena beratnya tanggungjawab dan beban kerja bagi para pengurus Baznas sehingga yang terpilih adala mereka-mereka yang dipandang mampu dari segi fisik ditunjang dengan pemahaman keagamaan yang memadai. Demikian pesan Bapak Bupati.

Ada pun Prof Didin Hafidhuddin,  Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat dan mantan Ketua Baznas dua priode,  menegaskan bahwa zakat adalah ibadah mahdlah dan ijtimayah, berdasarkan rukun Islam yang kelima denga memiliki berbagai fungsi antara lain: menguatkan ibadah mahdlah yang lain seperti salat (QS. 2:43); membersihkan hati dan fikiran (QS. 9:103); menumbuhkan harta yang dimiliki (QS. 30:29); bebas dari penyakir syirik dan cinta dunia (QS. 41:6-7); sebagai wujud dari keimanan kepada Allah SWT (QS. 9:11); perwujudan rasa syukur  (QS. 14:7); meningkatkan etos dan etika kerja (QS. 23:1-4) dan menumbuhkan kasih sayang serta persaudaraan (QS. 9: 60-71). 

Sedang fungsi dari sudut dimensi sosial ekonomi merupakan instrumen pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi berkeadilan.

Selain itu, menurut Dekan Fakultas Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun ini, program zakat antara lain adalah untuk kebutuhan konsumtif para mustahik dengan tujuan pemenuhan kebutuhan primer seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan. Sedangkan untuk program produktif adalah pemberdayaan ekonomi mustahik. Semua program yang berkaitan dengan zakat tersebut, hanya bisa diwujudkan dengan baik, apabila zakat dihimpun dan dikelolah oleh amil secara profesional, dan bertanggung jawab, berdasarkan firman Allah, (QS. 9: 60, 103 dan QS. 12: 55).

Ada pun pengelolaan zakat melalui amil yang amanah, menurut Prof. Didin, adalah: zakat dihimpun dan disalurkan melalui amil yang amanah; amil zakat menyusun program pendayagunaan berdasarkan prinsip syariah, kebutuhan mustahik, dan manajemen yang transparan; salah satu program penting pendayagunaan zakat adalah untuk meningkatkan modal usaha mustahik (untuk usaha yang produktif); tugas amil melakukan pendampingan setiap kegiatan uasaha mustahik; Baznas sebagai contoh melakukan kegiatan penguatan usaha mustahik melalui Rumah Makmur Zakat Baznas (RMB) yang memperlihatkan peningkatan dan kemajuan ekonomi mustahik.

Dilaporkan oleh Ilham Kadir, Ketua Baznas bidang Administrasi Pengembangan SDM, dan Umum, Kab. Enrekang Priode 2016-2021.


Comments

Popular posts from this blog

Ibrahim, Bapak Para Nabi

Tragedi Wamena