Posts

Showing posts from March, 2016

Teror LGBT

Image
Tepat pada hari Jumat, 26 Juni 2015, Amerika seriktat (AS) sebagai pelopor dan bapak demokrasi dunia melegalkan pernikahan sejenis, laki-laki dengan laki-laki, dan perempuan dengan perempuan. Selain AS, sudah lebih dari 20 negara yang melegalkan perkawinan sesama jenis. Yang pertama adalah Belanda pada tahun 2001, lalu menyusul Kanada, Afrika Selatan, Belgia, Spanyol, Argentina, Denmark, Islandia, Norwegia, Portugal, Swedia, dan yang terakhir Perancis. Baru Rusia, Uganda, dan Mecadonia yang menganggap Lesbian Gay, Biseks, dan Transgender (LBGT) sebagai kriminal, sebanyak 78 negara, termasuk yang berpenduduk Islam seperti Indonesia, Brunei, dan Malaysia tidak memiliki undang-undang anti-LGBT. Maka, negara-negara tersebut dianggap mendukung mereka sekaligus sebagai surga kampanye legalisasi LGBT, (Bachtiar Nasir ‘ Masuk Surga Sekeluarga ’, Jakarta: AQL Pustaka, 2016, hlm. 368). Diperkirkan jumlah kaum homo dan lesbian dalam masyarakat sekitar satu persen hingga sepuluh perse

Pelantikan Pengurus Baznas Enrekang Menghadirkan Prof Didin Hafihduddin

Image
Enrekang, 8/3/2016--Sejarah baru kembali terjadi di Enrekang pada hari Selasa 8 Maret 2016. Kabupaten yang terkenal dengan julukan Masserengpulu itu melantik pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Ini adalah pelantikan kepengurusan Baznas oleh Bapak Bupati melalui sumpah jabatan sebagai pejabat daerah untuk pertama kalinya. Kelima pimpinan Baznas yang dilantik adalah: Drs. H. Suardi sebagai Ketua Umum; Kadir Lesang sebagai Ketua Bagian Pengumpulan Zakat; Ir. Mursyid Malappa, sebagai Ketua Pendistribusian Zakat; Baharuddin SE sebagai Ketua bidan Keuangan, dan Perencanaan, dan saya sendiri sebagai Ketua bidang Administrasi, Pengembangan SDM, dan Umum. Baznas adalah lembaga pemerintah nonstruktural, lembaga ini sejajar dengan KPK, KPU, Bawaslu, dan sejenisnya. Untuk Baznas, mereka bekerja secara independen dengan koordinasi pada kementrian Agama Republik Indonesia atau turunannya bagi yang di daerah, dengan pertanggungjawaban langsung pada Bapaka Presiden untuk Pusat,

Membumikan Zakat

Image
*C atatan atas pelantikan komisioner BAZNAS Enrekang priode 2016-2021. BULAN   Pebruari 2016 lalu, Kementerian Agama (Kemenag RI) menargetkan pengumpulan zakat pada akhir 2016 mencapai Rp5,2 triliun. Target ini berdasarkan asumsi semakin banyaknya lembaga zakat nasional yang berbenah mengelola dana secara digital untuk memudahkan masyarakat. Bahkan dalam penelitian Irfan Syaqi Biek, Ph.D., potensi zakat di Indonesia adalah 217,7 triliun Rupiah. Dengan jumlah dana sebanyak itu, maka dapat membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan hingga persen dari total penduduk miskin yang berjumlah 30 juta jiwa lebih. Ditilik dari sudut bahasa, ‘zakat’ berasal dari kata   ‘al-zakah’   yang bermakna   ‘al-thuhur’ , suci,   ‘al-syaraf’ , mulia, ‘al-nama”, tumbuh, ‘al-ziyadah ‘, bertambah, dan ‘al-barakah’, berkah. Sedangkan ditinjau dari segi istilah zakat adalah kadar yang wajib dikeluarkan dari harta karena telah mencapai   nishab   (batas minimal) tertentu yang harus dikeluarkan