Posts

Showing posts from February, 2016

Korupsi, Terorisme, dan Narkoba

Para koruptor adalah golongan kelas atas dan terdidik di negeri ini, sedangkan terorisme mayoritas mereka berasal dari golongan taat beragama, bahkan sebahagian dari mereka pernah belajar di pondok pesantren dan berguru pada ulama tertentu. Ada pun pengedar dan pengguna narkoba, mereka tak mengenal hirarki sosial. Banyak dari rakyat biasa seperti para buruh, pengangguran, pejabat,   hingga artis dan penegak hukum. Melihat fenomena ( das sein ) sedemikian rupa, maka wajarlah kita bertanya, apa yang salah dengan penduduk negeri ini? Dari mana mengurai lalu mencari penawarnya? Siapa yang bertanggungjawab? Dan berbagai pertanyaan yang sulit ditemukan jawabannya, sebab ujung sebuah masalah menjadi pokok bagi masalah lainnya.  Para pakar berusaha untuk memberikan kontribusi yang berarti pada negara dengan bermacam-macam upaya. Pengamat politik menilai bahwa sistem bernegara telah rusak hingga siapa pun yang masuk dalam arena politik di negeri yang diperjuangkan para ulama ini ak

Terorisme dan Neo Khawarij

Image
Rangkaian   ledakan mengguncang Jakarta, Tujuh orang, lima di antaranya pelaku, meninggal di kawasan belanja Sarinah, Thamrin Jakarta Pusat. Sedikitnya puluhan orang lainnya terluka, enam di antaranya anggota Polisi, peristiwa memilukan itu berlangsung Kamis pagi, 14 Januari 2016 lalu. Berbagai spekulasi muncul terkait pelakunya. Kapolri langsung terang-terangan menuduh ISIS  otak utama pelaku. Tapi BIN membantah, dan lainnya memepertanyakan, Jika ISIS pelakunya, dari mana informasi itu bisa cepat masuk pada kepolisian padahal penyelidikan belum dilakukan, serta para pelaku semuanya telah meragang nyawa, ada pula yang mempersoalkan kinerja BIN yang dengan mudahnya kecolongan. Namun yang jelas, aksi yang lebih mirip “tontonan” banyak menimbulkan kecurigaan. Karena itu, diskursus tentang aksi terorisme kembali menggema, para mantan praktisi, akademisi, hingga semua orang “menjadi ahli di bidang terror” dan ikut berlomba-lomba mengutarakan difinisi, latar belakang, id

Membendung Aliran Sesat Gafatar

Image
PADA   umat-umat terdahulu sebelum Nabi Muhammad diutus sebagai rasul pamungkas, Allah selalu mengutus para nabi atau rasul yang memimpin mereka. Setiap kali seorang nabi meninggal, ia digantikan oleh yang lainnya, sebagaimana firman Allah: “Kemudian kami utus kepada umat-umat itu rasul-rasul Kami secara   berturut-turut . Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-Mu’min: 44). Kata   ‘tatra ‘ pada ayat di atas bermakna,   mutatabi’ah   atau berturut-turut. Jadi, setiap seorang Nabi meninggal, maka ia akan digantikan oleh nabi lainnya untuk mengajak manusia kepada agama Allah, menjelaskan yang lurus dan yang sesat, serta mengeluarkan menusia dari kegelapan kekufuran menuju terangnya cahaya iman ( minaz zhulumati ilan-nur ). Saat Muhammad Rasulullah sebagai penutup para