Posts

Showing posts from December, 2015

Syeikh Muhammad Mahfudz at-Tarmasi: Peran Ulama Indonesia dalam Dunia Pendidikan Internasional

Image
Keutamaan dan kemuliaan seseorang tidak dilihat latar belakang, asal, suku, dan negaranya. Tetapi dinilai oleh takwa dan ilmunya dan itu sudah dicontohkan oleh Syeikh Muhammad Mahfuzh at Tremasi yang berasal dari Tremas, Pacitan, Jatim namun menjadi guru para ulama di Haramain.   Syeikh At Termasi, menjadi sumber ilmu bagi murid-muridnya yang datang dari seluruh dunia untuk berguru padanya, demikian poin penting yang ditekankan Syeikh Dr. Abdullah bin Muhammad Al-Jarullah, seorang dokter spesialis  dari rumah sakit di Madinah dalam seminar “Syeikh Muhammad Mahfudz at-Tarmasi: Peran Ulama Indonesia dalam Dunia Pendidikan Internasional “,  yang diadakan di Aula Gedung KH Soleh Iskandar Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Senin, (28/12/2015) kemarin. “Syeikh At-Termasi telah menjadi contoh nyata bahwa seorang ulama adalah harus bermulazamah pada ulama dan pada akhirnya melahirkan anak didik ulama serta menelurkan kitab-kitab rujukan dan panduan bagi umat Islam,” demi

Amanah dan Esensi Maulid

Image
Saat para tetua Quraisy bersepakat untuk mengusir seluruh pemeluk agama Islam sekaligus menghabisi Nabi Muhammad karena dianggap sebagai biang kekacauan dan akan mengancam eksistensi wisata syirik di kota Makkah.  Di lain pihak, penduduk Yatsrib terus-menerus dengan sukacita menerima para pendatang sebagai muntahan penduduk Makkah yang tak henti-hentinya diintimidasi, disiksa, bahkan diusir dari kota kelahirannya oleh teroris-teoris sejenis Abu Jahal yang jahat beserta komplotannya.  Yatsrib, berada di sebelah utara Makkah dan berjarak sekitar 550 kilo meter, kemudian hari berubah nama menjadi Madinah atau Madinatun-Nabiy , diartikan sebagai kota Nabi berada adalah kota agraris yang sedang terkoyak-koyak perang saudara. Perdamaian tak kunjung tiba, para penghulu kota telah mendengar seorang rasul amanah yang diperkirakan dapat mendamaikan puak-puak yang bertikai, dan delegasi pun diutus untuk menjemput sang nabi pamungkas: Muhammad shallallahu alaihi wasallam . 

Metode Jimak Menurut Ilmu Assikalaibineng

Image
Di dunia ini, banyak bangsa yang telah memiliki peradaban tinggi, termasuk kebudayaan pastinya. Di antara bangsa-bangsa tersebut ada yang merekam kebudayaan seks mereka dalam bentuk oral maupun manuskrip. India dengan kamasutra- nya sebuah kitab fantastik karya Vatsyayana, kitab yang menyajikan wawasan seksualitas bagi manusia sebagai jalan hidup untuk mencapai moksa . Bangsa Romawi juga memiliki literatur bernama Ars Amatoria -the arts of love-, karya Publius Naso.  Di Indonesia, setidaknya ada dua suku yang memiliki kitab serupa di atas, suku Jawa dengan Serat Nitimani , merupakan jenis dari sastra Wulang yang membahas tentang pendidikan seks Jawa sebagai tuntunan hidup pria yang akan berumah tangga. Kalangan masyarakat Bugis, termasuk suku yang berbudaya karena banyak menulis dan membukan ragam ilmu pada masa silam, salah satunya yang dikenal dalam lontara adalah kitab Assikalaibineng . Inilah salahsatu keuntungan bagi suku yang memiliki aksara sebagai media untuk mengabad

MIUMI Sebagai Wadah Pemersatu Umat

Image
Refleksi atas Silatnas Ke-V MIUMI di Makassar   Krisis multi dimensi ditandai dengan banyaknya masalah yang terus-menerus menerpa bangsa Indonesia, terutama umat Islam sebagai penduduk mayoritas. Mulai dari masalah kemiskinan, pengangguran, kesenjangan, konflik sosial, westernisasi, distorsi pemberitaan, korupsi, birokrasi yang buruk, eksploitasi kekayaan negara, penguasaan asing pada sumber daya alam, melimpahnya buruh Cina, migran dari muslim Rohingya yang terusir, atau dari negara-negara Islam yang berkonflik, hingga merebaknya penyakit sosial, dekadensi moral, perbuatan asusila, dan menjamurnya aliran sesat dan menyesatkan. Satu masalah dengan masalah lainnya saling kait-mengait, terhubung dengan kompleks dari satu jalur ke jalur lainnya yang menjadikan ujung satu masalah menjadi pangkal dari masalah yang lain. Pun, yang tak kalah serius adalah merebaknya problem syiahisasi dalam bentuk penyebaran akidah Syiah Imamiyah dari Iran, infiltrasi kader-kader Syiah ke berba

Sinergitas MIUMI dan MUI

Image
Refleksi Atas Silatnas ke-5 MIUMI di Makassar Indonesia sebagai negara berketuhan Yang Maha Esa memiliki khazanah sejarah yang panjang dan berliku. Dan, peran ulama, baik sebagai pelestari karakter bangsa, benteng pertahanan negara, pejuang kemerdekaan, perumus dasar-dasar negara, hingga pengisi kemerdekaan adalah bagian yang tak terpisah (juz'un laa yatajazza) dari negara kesatuan republik Indonesia.  Sejarah Indonesia adalah sejarah para ulama. Bahkan poin pertama pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa adalah wujud nyata bahwa negara ini segenap aktifitasnya harus belandaskan dengan nilai dan falsafah ketuhanan yang lazim disebut tauhid. Majelis Ulama Indonesia sebagai organisasi keulamaan memiliki dimulai sejak masa Orde Lama, tahun 1956 di bawah kepemimpinan Sukarno ketika membentuk pemerintahan gado-gado: Nasionalisme, Agama, dan Komunisme yang disingkat Nasakom. Terang saja, para ulama melawan, lalu menjadi oposisi. Bahkan ada yang masuk hutan mengangkat senjata.