Posts

Showing posts from November, 2015

Teror Paris, Syiah, dan Makar Yahudi

Image
Oleh: Ilham Kadir, Perserta Kaderisasi Seribu Ulama (KSU) BAZNAS-DDII; Kandidat Doktor Pendidikan Islam UIKA Bogor Jumat malam tanggal 13 Nopember 2015, kota Paris mengalami sebuah tragedi kemanusiaan yang sangat mencekam dan menyita publik seantero jagad, akibat dari serangkaian penembakan dan pengeboman yang terjadi secara serentak di enam titik. Aksi terorisme itu menewaskan sedikitnya 153 orang dan 200 lainnya luka-luka. Dan, yang bertanggungjawab atas aksi terror itu adalah komplotan kerajaan Islam di Suria dan Irak atau yang lazim disebut ISIS atau Islamic State of Iraq and Suria . Serangkaian aksi terorisme yang menghantui Prancis di atas tentu saja menyasar kelompok ekstrimis yang diwakili oleh ISIS. Namun, persoalannya tidak sesederhana itu, sebab adanya label Islam dalam aksi teror yang diperankan ISIS secara otomatis menyeret agama Islam ke dalam ranah terorisme, sehingga golongan picik dan islamophobia atau mereka yang selalu dihantui dan ditakut-takuti ol

Guruku Pahlawanku

Image
Oleh: Ilham Kadir, Pakar Pendidikan Islam; Ketua Lembaga Penelitian dan Informasi MIUMI Sulsel Tuan Guru Hasanain Juaini, yang merupakan pimpinan pondok pesantren di Lombok, adalah alumni Pondok Modern Gontor Ponorogo mengisahkan bahwa pada tahun 1980, musim hujan pertama ia di pondok. Jum’at pagi yang merupakan hari libur. Tidak biasanya lonceng panjang berdentang panjang sekali. Pertanda semua santri harus kumpul di BPPM (Balai Pertemuan), tanpa kecuali. Semua paham itu perintah otoritas tertinggi yang arus dipatuhi. Nampaknya, pertemuan itu sama sekali tidak direncanakan, sehingga Bagian Pengasuhan Santri dan Bagian Keamanan OPPM (Organisasi Pelajar) serentak berseliweran baik dengan berlari atau menggunakan sepeda untuk menggesa santri-santri yang saat itu kebanyak tidur, tidur-tiduran, lesehan dan duduk bersandar di dinding-dinding rayon atau tiang-tiang di depan koridor asrama. “ Hayya hayya hayya bissur’ah !” Ayo cepat, cepat, cepat!. Teriak mereka sahut menyahu

Tujuan Manusia Diciptakan

Image
Dalam perspektif teologis, ada dua alasan penciptaam manusia, sebagai khalifah di muka bumi, dan sebagai abdullah alias hamba Allah. Terkait alasan dan tujuan utama kita diciptakan, dengan berulang kali Allah menegaskan dalam firman-Nya. Misalnya (QS. Al-Baqarah[2]: 30), Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, Aku akan menciptakan khalifah di bumi. Malaikat protes, Apakah Engkau akan menciptakan makhluk yang selalu membuat kerusakan, dan melakukan pertumpahan darah? Allah menjawab, Sesungguhnya aku lebih mengetahui apa yang tidak kalian tau. Allah pun menciptakan Adam sebagai manusia pertama, menyusul Hawa sebagai manusia kedua sekaligus sebagai pelengkap. Jadilah sepasan insan, laki-laki dan perempuan. Seiring berjalannya waktu, maka dari pasangan inilah kelak melahirkan keturunan yang kini jumlahnya sudah mencapai miliaran. Masalah kemudian muncul, sebab prediksi malaikat bahwa khalifah yang telah diciptakan Allah benar-benar menjadi biang kerok kerusa