Posts

Showing posts from October, 2015

Islamisasi Sastra dan Sumpah Pemuda

Image
Agama Hindu berkembang dan memiliki pengaruh besar, bahkan mencapai puncak kejayaannya sekitar abad ketujuh Masehi. Dapat ditandai dengan kegemilangan kerajaan Sriwijaya, yang memiliki pengaruh cukup besar di wilayah Nusantara. Saat itu, Sriwijaya menggunakan bahasa Melayu kuno sebagai bahasa resmi istana dan masyarakat umum, di samping penggunaan bahasa Sansekerta yang digolongkan sebagai bahasa populer saat itu di Asia Tenggara. Walaupun bahasa Melayu sebagai bahasa resmi kerajaan Sriwijaya dan sebagai bahasa pengantar di berbagai lembaga pendidikan Buddha di Palembang, khususnya pada abad ketujuh, namun hingga saat ini belum dijumpai satu peninggalan berupa buku atau catatan khusus yang menunjukkan tentang perkembangan kesusastraan Melayu khususnya Indonesia dalam bentuk tulisan, kecuali setelah kedatangan Islam di kepulauan Nusantara. Bukti-bukti nyata tentang wujudnya kesusastraan Indonesia pada zaman pra-Islam hanya berupa beberapa catatan pada batu-batu

Pemimpin Jahil

Image
Kisahnya bermula ketika rakyat negeri antah-berantah itu baru saja melantik pemimpin pilihan yang dinilai hebat, merakyat, dan berpihak kepada kaum marjinal. Espaktasi akan kesuksesan negara itu melambung tinggi, dan sesaat setelah pelantikan sebagai penguasa harapan, pesta rakyat pun diadakan. Masyarakat bergembira, larut dalam euforia. Ketika menyusun kabinet, ia lalu mengganti seluruh pucuk pimpinan dengan orang-orang baru yang berjasa mengantarkan dirinya menjadi penguasa, termasuk dalam ranah yudikatif, atau berhubungan dengan penegakan hukum yang selama ini sarat mafia. Salah satunya adalah Hakim Agung. Pada suatu malam seorang pencuri jatuh dari rumah bertingkat yang baru selesai dibangun. Kepalanya bocor, badannya memar, dan kakinya patah. Ketika terjatuh, seorang kakek berbaik hati membawanya ke rumah sakit untuk dirawat dan diobati.  Sebulan kemudian, si pencuri diperbolehkan pulang walau kakinya patah tulang. Atas kejadian itu, dia menuntut ganti rugi pada

Hijrah dan Krisis Kepemimpinan

Buruknya kepemimpinan kota Mekah yang dikelolah oleh para pemuka Quraisy termasuk Abu Jahal adalah bagian yang tak terpisahkan untuk mendorong Nabi Muhammad melakukan hijrah pada tahun ke-13 kenabian bertepatan dengan 622 Masehi di Yatsrib sebuah kota kecil yang penduduknya mayoritas berprofesi sebagai petani.  Yastrib, yang kemudian berubah nama menjadi Madinah adalah akronin dari Madinatun-nabiy atau Madinatur-rasul, dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai "Kota Nabi" yang berjarak 250 kilo arah Uatara Koata Mekah. Istilah itu melekat pada kota Madinah sebab ketika Nabi Muhammad mengambil alih estafet kepemimpinan, segala bentuk aturan dan hukum-hukum berlaku di sana adalah berdasarkan dengan wahyu dan ijtihad Nabi. Di sinilah peradaban Islam mulai bersinar terang yang cahayanya menyinari belahan bumi lainnya, selain jazirah Arabia, lalu menjalar ke Afrika, Eropa, hingga di kepulauan Nusantara, termasuk Indonesia.  Dan patut dicatat, kebe

Makar Syiah dalam Tragedi Mina 2015

Image
Tulisan ini, secara pribadi saya persembahkan pada seorang  rekan yang wafat dalam tragedi Mina 2015. Sebuah musibah yang hingga saat ini belum dipastikan berapa jumlah korban, namun diperkirakan lebih dari seribu, dan khusus jamaah Indonesia, lebih dari seratus orang. Salah satunya adalah teman seangkatan saya di Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Dikdik Muhammad Tasdik. Kami adalah peserta program Kaderisasi Seribu Ulama (KSU) kerjasama antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), untuk priode 2014-2015, terjaring 30 calon doktor dan 50 magister. Kami berdua adalah di antara para kandidat doktor pendidikan Islam di UIKA. Saya tidak banyak mengetahui latar belakang teman saya itu. Hanya tau kalau beliau adalah alumni LIPIA dan juga menyelesaikan sarjananya di Libya, negara yang pernah makmur ketika dipimpin Muammar Qaddafi, namun kini menjadi hancur lebur bersamaan setelah Qaddafi dikudeta dan tertembak. Dikdik adalah tipe ulama