Posts

Showing posts from July, 2015

Islam Agama Toleransi

Image
Dikisahkan bahwa Nabi Muhammad sering diganggu ketika hendak menunaikan ibadah di Masjidil Haram. Saban hari ia dihina, dicaci, diludahi, bahkan dilempari kotoran oleh seseorang. Sampai Malaikat Jibril menawarkan untuk membalas kelakuan orang itu. Namun, Nabi tetap bersikap toleran dan memaafkan, Tak usah Wahai Jibril. Sahabat itu belum mengenal Islam. Biarkanlah dia dengan perilakunya. Demikian jawaban Nabi atas tawaran Jibril. Hingga pada suatu hari Rasulullah tidak bertemu dengan orang yang biasa mengganggunya. Maka, beliau pun berusaha mencari tahu tentang nasib orang tersebut, diketahuilah bahwa pengacau itu sedang sakit keras, tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. Begitu mendengar kabar, Rasulullah bergegas pergi untuk menjenguk pengacau itu. Tanpa menghiraukan pengalamannya yang dihina, dicemooh, dicaci, bahkan disakiti. Ketika sudah berada di samping sang pengacau, Rasulullah meletakkan tangan lembutnya di dahi dengan suara lembut, Nabi bertanya tentang penyakit d

Puasa Syawal

Image
Oleh: Ilham Kadir, Pengamat Sosial Keagamaan. Salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan adalah, puasa enam hari di bulan Syawal yang sebetulnya sebagai lanjutan dari puasa bulan Ramadan. Tentang keutamaan puasa ini dapat disimak lewat sabda Rasulullah, "Siapa yang shaum sebulan ramadhan, kemudian ia iringi dengan shaum enam hari di bulan syawwal, maka ia mendapat pahala yang sama dengan shaum selama setahun".( HR. Muslim). Sedangkan tata caranya, shaum enam hari di bulan syawal tidak mesti berturut turut, tidak mesti juga mendahulukan shaum qadha' bagi yang mempunyai utang shaum Ramadhan. Karena shaum Syawal adalah shaum sunnah yang terbatas waktunya (hanya sampai hari terakhir bulan Syawwal). Shaum qadha' hukumnya wajib, akan tetapi waktu pelaksanaannya terbuka sampai akhir akhir Sya'ban. Shaum atawa puasa Syawwal boleh dilakukan pada hari senin, hari kamis, pada tiga hari ayyamul bidh. Khusus shaum pada hari jum'at, dianjurkan untuk shaum jug

Tragedi Tolikara dan Persaingan Islam-Kristen

Image
Ilham Kadir* Suatu ketika HAMKA pernah ditanya oleh Tamu Negara dari Barat, Mengapa di Indonesia para pemeluk agama dapat hidup harmonis? "Karena di sini penduduknya mayoritas beragama Islam", jawab HAMKA. Jawaban mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia di atas terbukti, setidaknya dalam dua dekade terakhir di Indonesia terjadi konflik yang berakar pada agama, lebih khusus Islam dan Kristen, dan sederet konflik tersebut pembantaian justru dialami oleh umat Islam sebagai pemeluk agama mayoritas di negeri ini. Sekedar untuk mengulas, sebutlah misalnya, kerusuhan yang terjadi di Ambon (19-23 Januari 1999), kerusuhan Poso I (25-29 Desember 1998), Poso II (17-21 April 2000), dan Poso III (16 Mei-15 Juni 2000), dan yang terbaru adalah tragedi Tolikara 17 Juli 2015 yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah. Seperti yang telah sama-sama kita pahami, pagi itu tak kurang dari 500 orang tak dikenal secara tiba-tiba melempari jamaah shalat Ied di halaman masjid

Kemuliaan Lailatul Qadar

Image
Oleh: Ilham Kadir, Pengamat Sosial-Keagamaan . Ada dua jenis sepuluh yang sangat dicintai Allah dan di dalamnya bergelimang keutamaan dan berkah. Pertama adalah sepuluh hari pertama bulan Muharram dan kedua sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Saat ini, kita berada pada jenis sepuluh yang kedua. Inilah momen yang paling ditunggu-tungu umat Islam sehat iman karena di dalamnya ada satu malam yang terdapat lailatul qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Lantas, mengapa malam ini dinamakan malam lailatul qadar? Malam itu dinamakan lailatul qadar karena keagungan nilainya dan keutamaannya di sisi Allah Ta’ala. Juga, karena pada saat itu ditentukan ajal, rizki, dan lainnya selama satu tahun, sebagaimana firman Allah, “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (Ad-Dukhaan: 4). Kemudian, Allah berfirman mengagungkan kedudukan lailatul qadar yang Dia khususkan untuk menurunkan Al-Qur’an, “Dan tahukah kamu apakah lailatul qadar itu?” Selanjutnya Allah me