Posts

Showing posts from June, 2015

Mesin Pelebur Pahala Puasa

Oleh: Ilham Kadir, MA. * Antara tujuan seorang hamba beribadah dengan menjalankan perintah Allah adalah untuk meraih pahala, karena dari pahala itulah seseorang kelak akan menentukan nasib abadinya setelah wafat, apakah akan sengsara dalam kubur lalu disambung dengan azab neraka tiada tara pedihnya atau sebaliknya, nyaman dalam liang lahat dan meraih kenikmatam surga abadi. Puasa pun demikian, sebagai sarana untuk menangguk pahala sebanyak-banyaknya. Karena itu umat Islam benar-benar dirhapkan agar dapat memanfaatkan momentum emas tersebut, jangan sebaliknya, berpuasa tetapi tidak mendatangkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga. Banyak orang yang berpuasa namun dia hanya menggugurkan kewajibanya terhadap Allah. Orang seperti ini laksana insan yang berjalan namun tak tau tujuan akhirnya. Hanya menjalankan kewajiban namun tidak dilandasi dengan ilmu dan kesabaran, hingga perkara-perkara terlarang dalam puasa tetap ia lakukan. Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak

Amalan Terbaik Bulan Ramadan

Image
Oleh: Ilham Kadir, MA. Berikut ini akan saya uraikan amalan terbaik yang dapat menyempurnakan pahala di bulan suci Ramadan ini. Pertama. Membaca al-Qur’an. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmizi mengenai pahala seseorang yang membaca al-Qur’an sangat banyak dan beragam. Ibnu Mas’ud berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah, ia akan mendapatkan satu kebaikan yang nilainya sama dengan 10 kali ganjaran (pahala). Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR Tirmidzi). Jika dalam bacaan basmalah saja terdapat 19 huruf maka dalam 30 juz berapa banyak nilai pahala yang akan kita panen kelak. Dengan memperbanyak membaca al-Qur'an pasti nilai ibadah puasa kita akan lebih banyak. Membaca Firman Allah tidaklah susah, cukup membutuhkan keinginan dan kesediaan meluangkan waktu. Kedua. Shalat sunah. Sudah sewajarnya jika kita termotivasi untuk lebih mendeka

Visi Misi Ramadan

Image
Visi Misi Ramadan Oleh,  Ilham Kadir, MA Setiap aktivitas seorang muslim harus berlandaskan visi dan misi. Visi secara sederhana adalah sarana untuk mencapai misi. Artinya, sebuah visi tidak akan tercapai tanpa adanya misi. Demikian pula orang berpuasa, visi utamanya adalah menjadi muttaqin, atau masuk dalam golongan orang-orang bertakwa. Sedangkan misi para muttaqin adalah mendapat ridha Allah lalu masuk surga. Hakikatnya, semua ibadah dalam Islam memiliki misi seperti di atas. Karena itulah setiap hamba, lebih-lebih di bulan Ramadan dianjurkan untuk membaca doa, Allahumma inni as'aluka ridhaka wal-jannah, wa na'udzu bika min sakhtika wan-nar. Ya Allah, aku mohon ridha dan ampunan-Mu dan berlindung dari murka dan api neraka-Mu. Adalah tidak lengkap jika hanya berdoa dengan meminta salah satu dan mengabaikan yang lain. Meminta ridha tanpa surga atau surga tanpa ridha. Keduanya adalah bagian yang terpisahkan. Walaupun dalam beberapa keadaan para sahabat

Setan Ramadan Menurut AGH Sanusi Baco

Image
Ramadan tiba, bulan kesembilan dalam hitungan tahun Hijriah ini memiliki sejuta rahmat, ampunan, hingga berbagai keutamaan lainnya termasuk waktu paling berpotensi meraih ridha atau surga Allah dan terbabas dari murka dan siksa neraka. Karena itu umat Islam yang sehat imannya akan selalu mengoptimalkan waktunya untuk beribadah dalam bulan yang terdapat satu malam setara dengan seribu bulan. Ada yang menarik, ketika berbicara dengan Ramadan, yaitu adanya sebuah dalil yang menyatakan, Apabila bulan Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu. Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari, No. 1899. Muslim, No. 1079 bersumber dari Abu Hurairah. Masalahnya di Indonesia dan mungkin juga di negara luar memiliki kasus yang sama,  berupa maraknya aksi-aksi kemungkaran dan maksiat di bulan puasa, bahkan di Makassar, kemungkaran seakan meningkat begitu masuk Ramadhan, pencurian, balapan liar, hingga tawuran dan perkelahian kian marak. Jika dem

Memuliakan Al-Qur'an

Image
Karena ulah Menteri Agama, bangsa Indonesia diributkan dengan bacaan Al-Qur’an. Bermula saat berlangsung acara Isra Mi’raj di Istana Negara Jakarta-Pusat, tepatnya pada hari Jumat (15/5/2015).  Muhammad Yasser Arafat membaca ayat suci dengan langgam Jawa, polemik pun berkembang yang pada akhirnya memaksa Menteri Agama selaku penanggungjawab acara meminta maaf kepada umat Islam. Ia pun dimaafkan, dan kontroversi langgam Jawa ditutup. Jelang puasa, sang menteri kembali berkicau lewat twitter, isinya, warung-warung makan tetap buka seperti biasa, karena orang puasa harus menghormati yang tidak puasa. Sontak, banyak tanggapan bermunculan, pernyataan Menag di atas dinilai terbalik karena yang tidak puasa semestinya menghormati yang berpuasa.  Seakan tidak ada habisnya, pemerintah kembali menuai kritik dari berbagai eleman. Pemicunya lagi-lagi berhubungan dengan Al-Qur’an. Dalam acara Ijtima Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia di Pondok Pesantren Atta