Posts

Showing posts from May, 2015

Epistemologi Isra Mi'raj

Image
Dalam sebuah seminar terbatas di Fakultas Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor, Prof. Ahmad Tafsir melemparkan guyonan, katanya, sejak dahulu hingga sekarang, para penulis dan penceramah terkait peringatan isra mi'raj ayatnya cuma satu, melulu merujuk pada awal Surah Al-Isra' yang menceritakan peristiwa perjalanan Nabi Muhammad dari Makkah pada malam hari menuju Batul Maqdis Palestina, lalu naik ke langit ketujuh, tempat yang tertinggi, Sidratul Muntaha'. Ayat yang dimaksud Pakar Pendidikan Islam itu adalah, Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjid Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Dia Maha mendengar lagi Maha Mengetahui, (QS. Al-Isra', [17:01]). Nampaknya--lanjut Prof. Tafsir--para dai kita seakan sudah kehabisan materi sehingga umat yang setiap tahun mendengarkan kisah isra mi'raj menjadi bosan dan jenuh. Kar

Menghukum Begal Berdasarkan Syariat

Image
Oleh, Ilham Kadir, Pakar Pendidikan Islam; Pengamat Sosial Keagamaan Salah satu tindak kriminal yanga tidak habis-habisnya di negeri ini, wabil khusus Makassar adalah aksi begal. Saking rumitnya, sehingga penanganannya   menjadi agenda utama Kapolri yang dilantik beberapa waktu lalu. Namun, aksi-aksi begal terus terjadi, seakan telah terputus urat takutnya kepada siapa pun, dan korban pun terus berjatuhan. Ternyata masalah ini sudah ada lebih dari sepuluh abad silam, dan penangannya pun telah dikupas tuntas oleh para ulama yang memiliki kompetensi di bidangnya, yaitu hukum Islam. Maka tidak ada salahnya jika kita menelisik hukum atau syariat Islam dalam menangani para begal. Ilmu fikih menyebut begal sebagai " hirabah” . Secara istilah, hirabah adalah sekelompok manusia yang membuat keonaran, pertumpahan darah, merampas harta, kehormatan, dan merusak tatanan, serta membuat kekacauan di muka bumi ( fasadun fil-ardhi ). Dalam kitab Fathul Qarib al-Mujib , A

Isra Mi’raj di Tahun Pelacuran

Image
Saat fajar menyingsing, Nabi Muhammad didatangi Abu Jahal, kesempatan itu dimanfaatkan untuk menceritakan pristiwa dahsyat yang terjadi pada dirinya tadi malam. Sang Paman, hanya mengernyitkan kening mendengar penuturan ponakannya. Bagaimana pendapatmu jika aku kumpulkan para kaummu untukmu, apakah kau akan mengabarkan cerita itu? Abu Jahal memberi saran. Ya, jawab Nabi. Pagi itu, berkumpullah penduduk Makkah untuk mendengar pengalaman Rasulullah melakukan isra mi'raj. Di antara mereka terdapat para pembesar Quraisy. Nabi menceritakan secara runtut, sementara orang-orang menyimaknya dengan khusyuk. Tiba-tiba Abu Jahal memotong, Muhammad, biasanya kami menempuh perjalanan menuju Baitul Maqdis selama satu bulan, dan kembali juga dalam satu bulan. Sementara kau mengaku telah pergi ke sana, lalu naik ke langit ketujuh, ke sindratul muntaha, dan kembali hanya dalam satu malam? Itu sama sekali tak masuk akal! Aku ingin engkau membuktikan kebenaran pengakuanmu, beritahuka

Meraih Hikmah Isra Mi’raj

  Oleh, Ilham Kadir. Pakar Pendidikan Islam; Pengamat Sosial Keagamaan Dalam ilmu ushul fikih, ada istilah bahwa setiap syariat mengandung hikmah, hanya saja umat manusia yang di dalamnya termsuk kaum muslimin tidak semua mampu menangguk hikmah dari sebagian syariat Allah. Maka, banyak manusia menjadi pembangkang bahkan sombong aba wastakbara enggan menjalankan syariat karena mesara ketetapan Allah sudah pudar dan tidak lagi relevan dengan zaman sekarang. Kewajiban para cendekiawan, ulama, dan siapa saja yang dikaruniai ilmu pengetahuan untuk memaparkan pada khalayak bahwa syariat Allah adalah sangat relevan di setiap zaman dan tempat. Shalihul likulli zaman wa makan . Dan, kiranya para penentang syariat menyadari bahwa Allah yang menciptakan bumi dan isinya termasuk manusia adalah yang paling paham tentang aturan yang sesuai untuk segenap hamba-Nya. Nah, salah satu syariat yang sangat fenomenal adalah isra mi’raj, atau perjalan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram Makka

Bahaya Judi

Image
Judi, menjanjikan kemenangan Judi, menjanjikan kekayaan Bohong, kalaupun kau menang Itu awal dari kekalahan Bohong, kalaupun kau kaya Itu awal dari kemiskinan Judi, meracuni kehidupan Judi, meracuni keimanan Pasti, karena perjudian Orang malas dibuai harapan Pasti, karena perjudian Perdukunan ramai menyesatkan Yang beriman bisa jadi murtad, apalagi yang awam Yang menang bisa menjadi jahat, apalagi yang kalah Yang kaya bisa jadi melarat, apalagi yang miskin Yang senang bisa jadi sengsara, apalagi yang susah Uang judi najis tiada berkah Uang yang pas-pasan karuan buat makan Itu cara sehat ?tuk bisa bertahan Uang yang pas-pasan karuan ditabungkan Itu cara sehat ?tuk jadi hartawan Apa pun nama dan bentuk judi Semuanya perbuatan keji Apa pun nama dan bentuk judi Jangan lakukan dan jauhi. (Prof. H. Rhoma Irama). *** Sulawesi Selatan digemparkan dengan judi sabung ayam yang grebek pihak keamanan dari Satuan Brimob Sulselbar di daerah Kadidi, Baranti, Sid