Tuhan Syiah Beda

Jagat dunia maya, khususnya facebook kembali dihebohkan dengan pernyataan Emilia Renita, istri Jalaluddin Rahmat, tokoh Syiah Indonesia yang dianggap paling berpengaruh, bahwa tuhan mereka tidak sama dengan tuhannya orang Islam.

Dalam statusnya, Sabtu (4/10), Emilia menguti pendapat tokoh Syiah Al-Gharawi yang mengatakan bahwa, “Tuhan kita (Syiah) adalah tuhan yang menurunkan wahyu kepada Ali, sedangkan tuhan yang menurunkan wahyu kepada Muhammad maka bukan tuhan kita. Shollu ‘Ala Nabii…”

Saya termasuk pengguna FB yang terawal menshare status tersebut dalam bentuk screenshoot, lalu kemudian diolah dalam bentuk berita oleh www.arrahmah.com., pada 8 Okt. 2014 M/14 Dzulhijjah 1435 H.

Pengurus MIUMI Pusat Dr. Adian Husaini yang kini di Kuala Lumpur dalam tugas penelitian via Whatsupp menyangsikan jika Emilia Renita berani menulis status seperti itu. Namun Ustad Haikal Hassan pengurus MIUMI DKI yang sedang melakukan perjalanan di Medan untuk mengisi ceramah agama di PT Pertamina menegaskan bahwa pernyataan itu benar-benar asli dari istri Jalaluddin Rakhmat.

Bahkan, Ustad Haikal kembali mengirim pernyataan lain dari Emilia sewaktu berdebat dengan salah seorang pengguna FB, berikut isinya, Sudahlah Emilia Renita, Kalau kalian mau Syiah, silahkan... Bahkan mau Hindu, Buddha, Kristen pun silahkan... Tapi jangan menghina orang yang kami muliakan! Seluruh muslimin mukminin memandang Abu Bakar Shiddiq mulia! Mengapa kalian tetap menuduhnya zalim? Bertaubatlah...  Emilia Renita AZ menjawab, Dahsyat... Fitnahnya...! Apa mereka kira aku tekut dengan fitnah dan ancaman yang kuterima. Aku ga akan ragu apalagi mundur 1 inci pun dari apa yang sudah kuperjuangkan selama ini. Mereka harusnya belajar dari sejarah Islam, sejak Nabi saw wafat, kami memiliki Sayida Zahraa as yang menuntut haknya dan berdiri tegak di mesjid Nabi saw, menuntut hak beliau (as) yang dirampas penguasa zalim pada saat itu. Dilanjutkan putri beliau, Sayida Zaynab (as), yang teriakan begitu keras, sehingga bisa kita dengar peristiwa Karbala sejak ribuan tahun silang sampai sekarang...

Umat Islam seharusnya mengucapkan terimah kasih banyak pada Emilia Renita AZ karena sudah membuka kotak yang samar dan tertutup selama ini, sebagaimana yang selalu disuarakan penganut Syiah, bahwa Syiah dan Ahlussunnah wal Jamaah tidak memikiki perbedaan yang signifikan, Syiah hanyalah salah satu mazhab fikih dalam Islam. Namun pernyataan Emilia di atas sudah cukup menjadi garis demarkasi antara Syiah dan Islam, bukan saja berbeda mazhab tapi berbeda Tuhan dan berbeda sesembahan. Tuhan untuk kaum mulimin adalah Allah subhanahu wa ta'ala yang menurunkan wahyu pada Nabi Muhammad dengan perantaraan Malaikat Jibril.

***

Dalam Islam, rujukan paling utama adalah Al-Qur'anul Kariim. Keyakinan yang mengingkari Tuhannya Nabi-nabi Allah telah ada sejak zaman dahulu. Antara lain, adalah Raja Namrudz yang ingkar terhadap Tuhan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Hingga keingkaran kaum belakangan disebut dalam Alquran sebagai golongan yang menyerupai orang-orang kafir sebelumnya.

Dalam Alquran ditegaskan, Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya, karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan, "Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata, "Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata, "Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim, (QS. Al-Baqarah: 258).

Dalam kasus celotehan Emili Renita tersebut, keingkaran dan kebencian terhadap Allah Ta’ala yang menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW dapat dianalisa sebagai keingkaran dan kebencian Namrudz terhadap Tuhan Nabi Ibrahim yang ada dalam Alquran.

Memang dalam hal meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu, Alquran menegaskan dengan jelas bahkan dapat kita saksikan dalam kehidupan. Orang-orang Yahudi berkata, "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata, "Al masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Mereka dilaknat Allah, bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan Al masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan, (QS At-Taubah: 30-31).

Betapa jelasnya ayat tersebut. Dalam kasus Emilia mengusung keyakinan Syiah yang sangat sesat, di samping mirip dengan keingkaran yang dilakukan umat-umat penyembah berhala. (Ilham Kadir-MIUMI).

Comments

Popular posts from this blog

Ibrahim, Bapak Para Nabi

Tadabbur di Bulan Al-Qur'an