Godaan Wanita; dari Dulu Sampai Sekarang

Bani Isarail, atau keturunan dari Nabi Ya'qub terkenal dengan kecerdasan, kelicikan, dan kecantikan wanitanya. Dari dulu hingga sekarang wanita-wanita Bani Israil sangat dikenal dengan parasnya yang elok, sebagian mereka terekam dalam sejarah, sebagaimana kisah berikut yang tertulis dalam "4 dari 184 Kisah Perindu Surga, 2011".

Pada zaman dahulu kala, tersebutlah seorang pelacur yang cantik jelita di tengah-tengah kaum Bani Israil. Kecantikannya sangat memikat orang-orang di sekitarnya, perempuan itu sengaja membiarkan pintu rumahnya terbuka hingga setiap orang yang lewat akan melihatnya sedang duduk di atas ranjang yang sengaja ia letakkan persis depan pintu. Setiap laki-laki normal yang melihatnya langsung terpikat. Selanjutnya, ketika ada laki-laki bermaksud bercinta (zina) dengannya, maka terlebih dahulu harus menyiapkan uang sekitar sepuluh dinar--kurs sekarang sekitar 17 juta--itu pun hanya short time.

Suatu hari, lewatlah seorang pemuda saleh di depan pintu rumah pelacur cantik itu. Tanpa sengaja, matanya memandang ke dalam rumah dan melihat perempuan itu sedang duduk di atas ranjang siap 'tempur'. Tiba-tiba, hati pemuda 'normal' itu luluh dan terpikat. Walau sesungguhnya telah berusaha keras untuk menolak hasrat seks dan gejolak nafsunya dengan memperbanyak zikir dan doa kepada Allah agar menghilangkan bayangan si pelacur jelita. Tetapi godaan nafsu ternyata lebih dahsyat dan mengalahkannya. Ia lalu berusaha mendapatkan uang guna bisa bercinta dengan si pelacur. Bahkan untuk tujuan maksiat itu, ia terpaksa harus menjual beberapa helai pakaiannya.

Ketika dana yang dibutuhkan telah terkumpul, dan telah berada di depan pintu rumah si pelacur, ia pun menemukan telah berdandan dengan cantik, duduk di atas kursi menunggu 'gempuran rudal' sang pemuda.

Pemuda saleh itu yang kini jadi 'salah' masuk dan ikut duduk di atas ranjang. Ketika tangannya mulai bergerak menggerayangi tubuh sang pelacur, Allah SWT tiba-tiba memperlihatkan nikmat dan karunianya-Nya dengan memelihara pemuda itu dari perbuatan hina dan nista berkat ketaatan dan ibadahnya yang tulis dan ikhlas selama ini.

Seketika itu juga terbetik di dalam hati pemuda saleh itu bahwa Allah sedang menyaksikan perbuatannya dari 'Arasy. Ia juga segera tersadar dengan perbuatan haram yang akan ia lakukan dan mengakibatkan gugurnya seluruh kebaikan yang pernah ia lakukan. Rasa ketakutan sontak menyelimuti hati si pemuda. Tubuhnya bergetar hebat, dan wajahnya berubah jadi pucat pasi. Melihat gelagat aneh tersebut, si pelacur muda nan cantik itu lalu bertanya, Ada apa denganmu? Si pemuda menjawab, Sesungguhnya saya takut kepada Allah SWT. Oleh karena itu, izinkan saya keluar dari tempat ini. Perempuan itu menjawab, Sungguh aneh permintaanmu, padahal begitu banyak orang yang justru sangat mendambakan untuk mendapat kesempatan sebagaimana yang engkau peroleh saat ini. Apa yang membuatmu berubah pikiran?

Pemuda itu menjawab, Sesungguhnya saya takut kepada Allah, oleh karena itu izinkan saya keluar. Ada pun uang yang saya telah serahkan, ambil saja untukmu! Perempuan itu bertanya lagi, Sepertinya engkau belum pernah berzina sebelumnya? Pemuda itu menjawab, Iya. Siapa Engkau? Siapa namamu? Dari mana asalmu? Tanya pelacur kaya itu. Setelah pemuda itu menjawab pertanyaan-pertanyaan sang pelacur, ia pun diperbolehkan keluar dari rumah terkutuk itu.

Setelah peristiwa itu, sang pemuda tak henti-hentinya mengutuk dirinya sendiri dan menyesali perbuatannya. Ia bahkan sampai menabur debu di kepalanya sebagai tanda penyesalan yang tiada taranya.

Di lain pihak, dalam rumah penuh nista itu, si pelacur tiba-tiab juga merasakan ketakutan pada Allah sebagai efek dari ucapan-ucapan si pemuda saleh itu. Ia berkata dalam hatinya, Bagi pemuda tadi, ini merupakan dosa pertama kali yang akan ia lakukan. Akan tetapi ia telah sedemikian takutnya.

Sementara aku telah melakukan praktik keji ini selama bertahun-tahun. Sesungguhnya Tuhan yang ia takuti itu juga merupakan Tuhanku. Oleh karena itu, sudah sepantasnya aku jauh lebih takut pada-Nya dibandingkan pemuda itu.

Setelah kejadian itu, si pelacur cantik dan kaya-raya itu lantas bertobat, menutup praktik prostitusinya, mengenakan pakaian sopan dan menutup aurat, serta menenggelamkan diri dalam ibadah dan istigfar kepada Allah SWT semata.

Setelah waktu berlalu, terbesit dalam fikirannya, Sekiranya aku menyusul pemuda tersebut dan menawarkan diri kepadanya. Mudah-mudahan saja ia bersedia menikahiku. Dengan demikian, aku akan hidup bersamanya dan bisa belajar agama lebih banyak lagi. Maka, ia akan membantuku untuk lebih taat kepada Allah.

Setelah menimbang-nimbang dalam pikiran, perempuan itu lalu bersiap-siap untuk berangkat ke kampung si pemuda saleh itu. Ia membawa serta harta dan pelayan yang dimilikinya. Sesampainya di kampung tersebut, seorang lalu mengimformasikan kepada si pemuda bahwa ada seorang perempuan yang mencarinya. Setelah pemuda itu berdiri depannya, wanita cantik mantan pelacur itu lalu menyingkap cadarnya agar si pemuda mengenalnya. Ketika melihat perempuan itu, si pemuda segera teringat dengan perbuatan yang pernah terjadi di antara mereka. Saking kagetnya, dengan spontan ia berteriak histeris sebelum akhirnya roboh dan langsung meninggal dunia.

Dengan sedih, perempuan itu lalu berkata, Sesungguhnya kedatangan saya bermaksud untuk menawarkan pernikahan kepadanya. Aka tetapi, ia malah meninggal. Oleh karena itu, Apakah ada salah seorang kerabatnya yang ingin menikah?

Orang-orang yang datang mengerumuni mayat si pemuda lalu menjawab, Pemuda itu memiliki seorang saudara laki-laki, tetapi miskin. Perempuan itu menjawab, Tidak apa-apa. Sesungguhnya harta yang saya miliki sudah mencukupi. Tidak lama kemudian, saudara si pemuda saleh itu lalu menikahi perempuan cantik mantan pelacur namun telah bertaubat. Ia pun dikaruniai tujuh anak.

***

Kisah di atas merupakan kisah Israiliyat, atau bercerita tentang Bani Israil yang terjadi jauh sebelum kedatangan Rasulullah dengan membawa ajaran Islam. Karena rentang waktu yang begitu jauh, maka banyak pula dari kisah Israiliyat yang bercampur dengan dusta yang mengada-ada. Maka, para ulama mengambil sikap dalam Israiliyat ini.

Ibnu Taimiyah rahimahullah berpandapat bahwa cerita-cerita Israiliyat boleh diambil jika tidak bertentangan dengan akidah dan syariat. Ada pun jika mendukung dalil-dalil dari Al-Qur'an dan hadis maka wajib diambil, namun jika kedudukannya tidak mendukung dan tidak pula bertentangan, maka hukumnya mubah. Sedang yang jelas-jelas tidak sesuai bahkan bertentangan dengan ajaran Islam harus dibuang.

Kisah pelacur cantik dengan pemuda saleh di atas termasuk bagian yang sangat mendukung dalil-dalil Al-Qur'an maupun hadis yang menganjurkan untuk bertobat dengan menyadari kesalahan dan bertekad untuk tidak mengulanginya lalu diganti dengan perbuatan baik, wa atbi' assayye'atal hasanah tamhuha. Sesunnguhnya tobat di sisi Allah hanyalah tobat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, kemudian mereka bertobat dengan segera mereka itulah yang diterima tobatnya, (QS. Annisa': 17).

Demikian pula, larangan untuk mendekati zina, wala taqrabuz-zina, innahu kana fakhisyatan wasa'a sabila. Janganlah kalian mendekati zina sesunggunya itu adalah perbuatan keji dan seburuk-buruk jalan, (QS. Al-Isra': 32).

Islam sangat menutup rapat pintu perzinahan dengan cara memuliakan wanita supaya tidak seenaknya keluar rumah tanpa alasan yang jelas apalagi jika diiringi dengan mengumbar aurat, karena itu dapat mengundang syahwat lelaki lain.

Namun bagi yang harus bekerja dan menuntut ilmu atau ada hajat lain, maka wanita muslimah harus menjaga kehormatannya. Bagitu pula seorang lelaki, kisah di atas menunjukkan dengan jelas bahwa tidak ada jaminan bagi siapa pun untuk tidak terjerumus dalam kemaksiatan, walau orang itu ahli ibadah dan terkenal dengan kesalihannya. Maka, menghindarinya adalah hal paling bijak.

Di tengah dahsyatnya godaan atau fitnah wanita (fitnatun-nisa') saat ini. Di mana, untuk melakukan kemaksiatan, terutama yang berhubungan dengan wanita adalah hal yang tidak susah, dan begitu mudah. Maka belajar dari kisah Isariliat di atas akan sangat bermanfaat.

Saat ini, berita-berita perselingkuhan, suami selingkuh dengan anak baru gede (ABG) bahkan istri orang lain, atau istri rela selingkuh dengan brondong (anak muda) hingga suami orang, bahkan berani ia lakukan di ruang kerja suaminya, sebagaimana yang terjadi baru-baru pada seorang guru honorer di Karangasem Bali kepergok oleh putranya sedang melakukan mesum dengan pria idaman lain di ruang kerja suaminya, (Tribunnews.com. 2/10/2014).

Ini semua bukti bahwa godaan akan nikmat sesaat begitu dahsyat dan terus membara. Hanya keyakinan akan adanya pengawasan dari Allah (muraqabatullah) yang Maha melihat, dan kepercayaan bahwa semua yang kita lakukan di dunia ini akan mendapat balasan di hari kiamat kelak akan mengantarkan kita pada ketaatan pada Allah dan menjaga diri untuk tidak berkubang dalam kenistaan. Wallahu A'lam!

Setu-Bekasi, 2 Okt. 2014.
Ilham Kadir, Peserta Kaderisasi Seribu Ulama (KSU) BAZNAS-DDII; Kandidat Doktor UIKA Bogor.

Comments

Popular posts from this blog

Ibrahim, Bapak Para Nabi

Tadabbur di Bulan Al-Qur'an