Posts

Showing posts from October, 2014

Mengenal Syariat Sumpah

Image
Sumpah dalam bahasa Arab disebut "al-qasam" yang bermakna "al-yamin" atau "al-half" berupa penguatan sesuatu dengan menggunakan huruf tertentu sebagai perangkat sumpah.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sumpah diartikan sebagai, pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan saksi kepada Tuhan atau kepada sesuatu yang dianggap suci, untuk menguatkan kebenaran, kesungguhan, dan sebagainya; pernyataan disertai tekad melakukan sesuatu untuk menguatkan kebenaran atau berani menderita kalau pernyataan itu tidak benar; janji atau ikrar yang teguh.Ada pun sumpah menurut syariat Islam berarti menguatkan sesuatu dengan menyebut nama Allah seperti: Wallahi, Tallahi, dan Billahi, dengan syarat dan rukun tertentu.Syariat sumpah tertera dalam Al-Qur'an, Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud untuk bersumpah, tetapi Allah menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang disengaja oleh hatimu, (QS. Al-Baqarah: 225).

Karena itu, bagi yang telah …

Mulia Dengan Hijrah

Hijrah dimaknai secara sederhana sebagai bepergian dengan meninggalkan kampung halaman atau tanah kelahiran menuju suatu tempat dengan niat baik, ingin merubah situasi, suasana, dan kualitas hidup.

Sedang hijrah secara filosofis dapat bermakna lebih luas, karena yang mengalami perpindahan bukan lagi diliat dari fisik melainkan jauh mengembara di alam fikiran, termasuk dalam hal ini yang bersifat ideologis berupa keimanan, ketakwaan, dan nilai-nilanya seperti baik hati, ikhlas, selalu berbagi antarsesama, saling menghargai, pemaaf, penyayang, dan sejenisnya.

Indonesia sebagai bangsa yang besar, pulaunya ribuan, pendudukanya beragam, tidak kurang dari 120 suku yang bertebaran dengan budaya yang berbeda satu dengan lainnya. Di antara mereka banyak yang memiliki falsafah hidup yang sangat sinkron dengan makna hijrah, baik etimologis maupun filosofis.

Suku Bugis misalnya, membagi jenis manusia menjadi tiga tipe. Pertama dinamai "Anak Lesung" semacam batu cobek yang digunakan untuk m…

Hijrah Demi Kesuksesan

Image
Sejarah mencatat, orang-orang yang berhasil dalam hidupnya adalah mereka yang pernah melakukan perjalan dengan meninggalkan tempat tinggal atau kampung halaman bahkan negaranya untuk berhijrah demi meraih kesuksesan.

Bahkan manusia pertama, Nabi Adam dikisahkan, sewaktu dibuang dari surga setelah terjadinya pristiwa 'pohon khuldi', ia terdampar di India lalu berkelana dari satu tempat ke tempat lainnya, hingga bertemu kembali dengan pasangannya, Hawwa di Padang Arafah. Andai saja, Adam 'alaihissalam tidak beranjak dari tempat dimana ia dilempar, nihil akan ketemu istrinya, dan jika itu terjadi, maka sejarah perkembangan umat manusia akan lain kisahnya.

Bapak Para Nabi, atau Ibrahim 'alaihissalam, adalah rasul yang kisahnya diliputi dengan hijrah dari Palestina ke Makkah, perjalanan yang melelahkan karena saat itu belum ada teknologi tranportasi sebagaimana sekarang ini. Normalnya, perjalanan dengan kafilah onta paling cepat memakan waktu seb…

Sejarah Tahun Hijriyah

Image
Tidak ada yang lebih mahal dan berharga melebihi waktu. Orang sakit rela membelanjakan seluruh hartnya demi untuk memperpanjang waktu hidupnya. Para pekerja bergegas ke tempat kerjanya karena takut
kesuntukan waktu, sementara yang sedang bekerja harus bertempur dengan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum batas akhir 'dead line'  tiba. Orang kampung, yang hidup sederhana pun kejar-mengejar dengan waktu. Menunggu waktu sambil mempersiapkan benih sebelum musim hujan, begitu langit bocor, benih tinggal disemai. Nelayan pun demikian, mengenal musim-musim yang terkait dengan waktu dan penanggalan. Ada musim Barat, musim Timur, dan musim teduh.

Yang lajang sedang menunggu waktu menikah tiba, bagi yang telah menikah ingin cepat punya punya momongan, bagi yang hamil tak kuasa rasanya menanti waktu persalinan. Sang ibu begitu bahagia dan sabar mengasuh anaknya hingga tumbuh dewasa dan pada waktunya siap berkeluarga. Hidup manusia memang terkait dengan waktu, karena itu, Demi wa…

Nikah Beda Agama

Image
Bulan Haji yang terdiri dari Syawal, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah adalah waktu-waktu fovorit bagi masyarakat Bugis dan Melayu untuk melangsungkan pernikahan. Entah siapa yang mulai mewariskan kebiasaan ini, padahal sejatinya semua bulan dan hari adalah baik di sisi Allah, kecuali Bulan Ramadhan dan hari Jumat yang diistemewakan Allah. Karena itu, waktu-waktu afdal untuk menikah tidak pernah memiliki dalil yang sah dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Masih tentang nikah. Akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan prilaku lima mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia, mereka mengajukan uji materi (judical review) ke Mahkamah Konstitusi (MK) RI pada 4 Juli 2014 terkait Undang-Undang  Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan, yang menempatkan aturan agama pada pasal dua ayat satu yang isinya: Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaan itu.

Subtansi dari gugatan kelima mahasiswa itu adalah, untuk melagalis…

Do'a Untuk Bangsa

(Persembahan untuk Bapak Haji Jokowi dan Bapak Haji Yusuf Kalla)

Seorang Muslim adalah seorang yang telah mengikrarkan diri: “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.” Persaksian itu bukan hal kecil. Ungkapan syahadah adalah sesuatu yang sangat berat. Banyak kaum musyrik Arab, kaum Yahudi, dan Kristen, di masa Nabi Muhammad saw dan manusia-manusia sesudahnya, menolak untuk “sekedar” bersyahadat.

Mereka paham, ada konsekuensi besar yang akan ditanggung, jika mereka mengakui hanya Allah-lah tuhan mereka; Beratnya beban itu bukan sekedar beban sosiologis, karena lingkungan Muslim. Sebagian mereka mungkin paham, jika mereka berikrar, “Tidak ada Tuhan selain Allah!”  maka mereka harus meyakini dan menyatakan, bahwa Latta, Uzza, Hubal, Tuyul, genderuwo, jailangkung, wewe gombel, dan sejenisnya, adalah bukan Tuhan! Berat bagi banyak kaum Yahudi dan Nasrani untuk mengubah kepercayaan tradisional nenek moyang mereka, bahwa “YHWH” bukan T…

Mut'ah adalah Kawin Kontrak

Image
Seorang teman bekerja di perusahaan koperasi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sebagai operator taksi. Salah seorang sopirnya menelpon bahwa ada penumpang wanita cantik mengenakan busanah muslimah dengan jilbab besar warna hitam menawarinya untuk nikah kontrak.

Sang teman yang bertahun-tahun mondok di Pesantren Istiqamah Maccopa-Maros, dan tahu tentang syariat agama Syiah terkait nikah mut'ah langsung menimpali sopirnya, katanya, Coba tanya itu cewek, apakah dia penganut Syiah? Dan wanita itu, ketika ditanya apakah dirinya menganut paham Syiah? Sontak berubah sikap dan merasa jika kedoknya terbongkar, ia pun bergegas turun dari taksi padahal belum sampai tujuan.

Cerita nyata di atas menggambarkan bengitu massifnya sekte Syiah dalam menjerat Ahlussunnah agar ikut tersesat bersama mereka, walau harus mengorbankan 'kemaluannya'. Di tengah dahsyatnya fitnatun-nisa' (godaan wanita), maka tidak sedikit pemuda Ahlussunnah yang tertipu, terjerat, lalu berkubang…

Melacak Asal-Usul Yahudi

Image
Kata 'Yahudi' diambil dari salah satu nama anak Nabi Ya'qub yang bernama Yahouza atau Yahoude. Nama ini mulai paten ketika kerajaan Yahouza berdiri pada tahun 586 sebelum masehi. Namun, istilah Yahudi meluas dengan makna penganut agama yang dianut Bani Israel semenjak dari zaman Nabi Musa yang padanya diwahyukan kitab Taurat.

Ada pun 'bani' bermakna 'klan' dan Israel adalah nama lain dari Nabi Ya'qub, karena itu, Yahudi merupakan bagian dari Bani Israel. Ada pula yang berpendapat bahwa asal 'Yahudi' dari kata 'al-haud' berarti 'kembali' berdasarkan firman Allah, Inna hudna ilaika, sesungguhnya kami kembali (taubat) kepada Engkau, (QS. 7: 156).

Dari sudut istilah, Yahudi adalah kombinasi antara agama dan suku bangsa, kerena itu, ketika menyebut kata 'Yahudi' merujuk pada kedua makna tersebut. Namun kepercayaan orang lain pada agama Yahudi tidak dapat menjadikan dirinya sebagai bangsa Yahudi, tapi dengan keluar dari agama Ya…

Tuhan Syiah Beda

Image
Jagat dunia maya, khususnya facebook kembali dihebohkan dengan pernyataan Emilia Renita, istri Jalaluddin Rahmat, tokoh Syiah Indonesia yang dianggap paling berpengaruh, bahwa tuhan mereka tidak sama dengan tuhannya orang Islam.

Dalam statusnya, Sabtu (4/10), Emilia menguti pendapat tokoh Syiah Al-Gharawi yang mengatakan bahwa, “Tuhan kita (Syiah) adalah tuhan yang menurunkan wahyu kepada Ali, sedangkan tuhan yang menurunkan wahyu kepada Muhammad maka bukan tuhan kita. Shollu ‘Ala Nabii…”

Saya termasuk pengguna FB yang terawal menshare status tersebut dalam bentuk screenshoot, lalu kemudian diolah dalam bentuk berita oleh www.arrahmah.com., pada 8 Okt. 2014 M/14 Dzulhijjah 1435 H.

Pengurus MIUMI Pusat Dr. Adian Husaini yang kini di Kuala Lumpur dalam tugas penelitian via Whatsupp menyangsikan jika Emilia Renita berani menulis status seperti itu. Namun Ustad Haikal Hassan pengurus MIUMI DKI yang sedang melakukan perjalanan di Medan untuk mengisi ceramah agama di PT Pertamina menegaska…

Godaan Wanita; dari Dulu Sampai Sekarang

Image
Bani Isarail, atau keturunan dari Nabi Ya'qub terkenal dengan kecerdasan, kelicikan, dan kecantikan wanitanya. Dari dulu hingga sekarang wanita-wanita Bani Israil sangat dikenal dengan parasnya yang elok, sebagian mereka terekam dalam sejarah, sebagaimana kisah berikut yang tertulis dalam "4 dari 184 Kisah Perindu Surga, 2011".

Pada zaman dahulu kala, tersebutlah seorang pelacur yang cantik jelita di tengah-tengah kaum Bani Israil. Kecantikannya sangat memikat orang-orang di sekitarnya, perempuan itu sengaja membiarkan pintu rumahnya terbuka hingga setiap orang yang lewat akan melihatnya sedang duduk di atas ranjang yang sengaja ia letakkan persis depan pintu. Setiap laki-laki normal yang melihatnya langsung terpikat. Selanjutnya, ketika ada laki-laki bermaksud bercinta (zina) dengannya, maka terlebih dahulu harus menyiapkan uang sekitar sepuluh dinar--kurs sekarang sekitar 17 juta--itu pun hanya short time.

Suatu hari, lewatlah seorang pemuda saleh di depan pintu rumah …

Kecerdasan Ibnu Abbas dan Ulama Syiah Penjahat Kelamin

Image
Raja Heraklius, penguasa Romawi, pernah mengirim surat kepada Muawiyah bin Abi Sofyan, dalam surat itu, Sang Raja menanyakan 16 perkara, yaitu:

Apa asal-muasal dari setiap sesuatu; Apa yang tidak dianggap sebagai wujud; Agama apa yang diterima oleh Allah; Apa pembuka salat; Apa tanaman surga; Bagaimana salatnya seluruh mahluk;Ada empat mahluk yang memiliki ruh tapi tidak pernah melewati tulang rusuk laki-laki maupun rahim wanita, apakah itu?; Siapakah laki-laki yang tidak memiliki seorang ayah?; Kuburan apa yang berjalan bersama penghuninya; Apa pelangi itu?; Tempat apa yang hanya sekali terkena sinar matahari?; Apakah sesuatu yang hanya sekali terbang dan tidak pernah sebelum atau sesudahnya?;Mahluk apakah yang bernafas tapi tidak memiliki ruh?; Apakah hikmah hari ini, kemarin, esok, dan lusa?; Bagaimana kilat dan petir terjadi berikut suaranya yang menggelegar?; dan Mengapa bulan dapat susut dan hilang?

Setelah membaca surat yang aneh dan rumit tersebut, Muawiyah menulis surat balas…