Gadis Cantik Penggoda; Kisah Bertabur Hikmah

Salah satu ciri lelaki beriman adalah, rajin ke masjid menunaikan salat berjamaah, sesuai dengan Sabda Nabi, Idza ra'etumurrajula ya'tadul masjid, faktubu lahu bil-iman. Jika engkau menyaksikan lelaki sering ke masjid, maka pastikan jika dia orang beriman. Hadis di atas, klop dengan pesan Nabi yang lain, bahwa di antara tujuh golongan yang akan mendapatkan payung pada hari kiamat di padang mahsyar, dimana, matahari tinggal sejengkal dari kepala, dan banyak manusia yang berenang di atas keringatnya adalah, seorang pemuda yang hatinya selalu tergantung di masjid, rajulun qalbuhu mu'allaq fil masajid.

Sewajarnya pula, jika seorang wanita hendak mencari calon suami agar mempertimbangkan aspek kerajinannya dalam menunaikan salat berjamaah di masjid, bukan melulu pada sisi fisik dan materi, seperti ganteng dan macho, atau kaya, mapan, dan elegan.

Hidup di zaman penuh fitnah ini ('ahdul-fitan) untuk menemukan sosok laki-laki yang saleh tidaklah mudah, sebagaimana susahnya mendapatkan wanita yang salehah. Saban hari kita disuguhi berita-berita ABG yang berbuat mesum, bahkan sengaja mengabadikan aksi maksiat mereka lalu diupload ke sosial media untuk disaksikan orang lain. Ada yang jelas-jelas terlihat melakukan hubungan layaknya suami istri, ada pula sekadar mengumbar auratnya dengan berpose tanpa sehelai benang, dan yang paling banyak, mereka yang tidak segan-segan berfoto dengan pasangan haramnya lalu dishare ke media sosial agar dilihat orang ramai tanpa merasa berdosa.

Tulisan ini bertujuan memaparkan salah satu kisah penuh palajaran bahwa, godaan dari wanita untuk lelaki sudah ada sejak zaman dahulu--ada pun godaan lelaki pada wanita cantik, itu bukanlah hal menarik dan sejarah mengabaikannya. Tentu saja ini normal, karena manusia dilengkapi perangkat nafsu, hati, dan akal. Jika nafsu dapat menguasai hati dan akal, maka hancurlah kita, namun jika dapat ditundukkan, maka bertuahlah kita.

***

Tersebutlah seorang pemuda tampan yang selalu ikut salat berjamaah bersama Khalifah Umar bin Khattab. Jika saja pemuda itu absen ke masjid, pasti sang khalifah mencari dirinya. Pemuda tanpan, dan salah seorang gadis cantik di kota Madinah jatuh cinta padanya. Gadis itu, memiliki seorang teman akrab yang sudah tua, lalu curhat, menumpahkan segala isi hatinya tentang pemuda idamannya.

Si gadis bermaksud minta tolong, bagaimana caranya supaya pemuda tampan itu bisa bertekuk lutut padanya, kalau cara yang baik tak dapat dilalui, maka pilihan kedua dengan tipu muslihat, mirip-mirip adegium, cinta ditolak dukung bertindak. Maka aksi pun bermula. Wanita tua itu duduk di pinggir jalan yang kerap dilewati sang pemuda, ketika ia lewat, ia berkata, Nak, usiaku sudah tua. Aku memiliki kambing tapi tak kuat untuk memerah susunya. Jika kamu tidak keberatan, bantulah aku untuk memerah susu. Tanpa ragu pemuda itu pun masuk ke rumah wanita tua, tetapi ia tidak melihat kambing di situ. Wanita tua itu berkata lagi, Masuklah dulu, nanti kambingnya akan kubawa ke sini.

Pemuda itu masuk, ternyata di balik pintu terdapat gadis cantik. Begitu si pemuda masuk, si gadis segera mengunci pintu. Untuk menghindari fitnah, pemuda itu langsung menuju ruang salat yang ada di sudut rumah sambil menunggu kambing untuk diperah susunya.

Tiba-tiba gadis cantik itu mendekat padanya sambil merayu, namun pemuda itu menolaknya sambil berkata, Takutlah kepada Allah, wahai gadis! Sang gadis tetap mendekat, segala upaya digunakan agar pemuda itu mau bercumbu dan bercinta dengannya, namun sang pemuda tetap tak bergeming. Maka si gadis pun berteriak sekeras-kerasnya agar didengar sama tetangga. Orang-orang pun menerobos untuk melihat apa yang terjadi pada si gadis cantik. Ia lalu berkata, Pemuda ini mau memperkosaku!

Terpengaruh oleh fitnah di gadis, orang-orang pun memukuli pemuda itu hingga babak belur. Bahkan ia diikat dan digelandang ke Umar r.a., saat itu sang Kahlifah hendak menunaikan salat berjamaah. Dalam keadaan bertanya-tanya, tiba-tiba para penduduk masuk ke dalam masjid sambil membawa pemuda itu dalam keadaan tangan terikat.

Mengetahui hal itu, Umar berdoa, Ya Allah, janganlah Engkau ubah sangkaan baikku pada pemuda ini. Sejenak kemudian beliau bertanya, "Ada apa ini?" Mereka menjawab, "Di tengah malam yang gelap gulita kami mendengar ada suara seorang gadis yang berteriak minta tolong. Kami langsung mendatanginya dan ternyata pemuda ini, ada di situ. Menurut pengakuan si gadis, ia hendak memperkosanya. Mendengar laporan itu, kami pun memukulinya dan mengikatnya untuk di laporkan kepada engkau."

Umar lalu berkata pada si pemuda, Jujurlah padaku! Pemuda yang rajin ke masjid itu pun menceritakan kronologis sesungguhnya, termasuk dengan wanita tua yang minta tolong untuk diperahkan susu kambing di rumahnya, dan ternyata ia ditawari 'susu gadis cantik'. Umar bertanya lagi, Apakah kamu kenal wanita tua itu? Si pemuda menjawab, Aku tidak pernah melihatnya sebelum ini.

Umar lalu memerintahkan agar semua wanita tua warga di sekitar itu dikumpulkan. Setelah terkumpul semuanya, satu per satu wajah-wajah tua diperlihatkan pada si pemuda, namun tak satu pun yang dimaksudkan. Tiba-tiba lewatlah di hadapan mereka wanita tua yang sebelumnya tidak ikut berkumpul, melihatnya, si pemuda langsung menunjuk dan berkata, Wanita itu yang minta tolong kepadaku wahai Amirul Mukminin!

Umar kemudian berkata kepada wanita tua itu dengan nada mengancam, Jujurlah padaku, ceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Wanita tua itu menceritakan kisah sebenarnya, dan setelah dikonfrontir, keteranganya sesuai dengan si pemuda. Setelah selesai mendengarkan keterangan dari wanita tua itu, Umar lalu berkata, Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan salah seorang dari kami memiliki sifat seperti Nabi Yusuf. (Ibul Jauzi, Dzammul Hawa; Muhammad Musthafa Sa'ad & Nashir Abu Amir Al-Humaidi, Min Rawa'I Tarikhina). Subhanallah!

Setu-Bekasi, 22 Sep. 2014. Ilham Kadir, Pencinta Wanita; Kandidat Doktor UIKA Bogor

Comments

Popular posts from this blog

Ibrahim, Bapak Para Nabi

Tadabbur di Bulan Al-Qur'an