Posts

Showing posts from September, 2014

Kaderisasi 100 Ulama

Image
Acara orientasi Program Kaderisasi Seribu Ulama (KSU) Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas bekerjasama dengan Pimpinan Pusat Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII) di Pusdiklat BPKP, Ciawi-Bogor pada 24-26 September 2014 bertepatan dengan 29 Dzulqa'dah-1 Dzulhijjah 1435 H, dengan tema, "Melahirkan ulama yang faqih, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan dakwah kontemporer".
KSU kali ini terdiri dari para mahasiwa magister dan doktoral di 17 kampus yang tersebar baik dalam maupun luar negeri. Setelah dilakukan penyaringan dalam tiga tahap dengan jumlah peserta sebanyak 80, yang terdiri dari 50 untuk jenjang magister dan 30 untuk doktoral. Peserta KSU adalah generasi pilihan, sebab memiliki syarat begitu berat, selain hafal sebagian Al-Quran, juga harus mampu berbahasa Arab dan Inggris, lisan maupun tulisan, dan telah memiliki kontribusi nyata dalam dakwah.
Prof Didin Hafidhuddin membuka acara sekaligus memaparkan materi penting kepada segenap peserta KSU. Dire…

Haji Mabrur

Image
Dari sudut bahasa, kata 'haji' berasal dari bahasa Arab, hajja-yahujju-hajjun, berarti berkunjung. Sedang kata 'hujjaj' bermakna tamu atau para pengunjung. Adapun dari segi istilah, haji adalah rukun Islam yang kelima, berupa perjalanan spritual ke Baitullah di Makkah al-Mukarramah dengan syarat, rukun, dan waktu-waktu tertentu. Menunaikan haji bangi yang mampu adalah fardhu hukumnya.

Di antara dasar hukumnya adalah, firman Allah, Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu mereka yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah, (QS. 3: 97). Dan berserulah kepada manusia agar berhaji, niscaya mereka akan datang memenuhi panggilan dengan berjalan kaki, menaiki unta yang kurus; datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan manfaat, dan agar menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan, (QS. 22: 27-28).

Al-Qur'an menerangkan bahwa waktu-waktu pelaksanaan haji telah ditetapkan oleh Allah, (QS. 2: 197). Yaitu, pada bul…

Gadis Cantik Penggoda; Kisah Bertabur Hikmah

Image
Salah satu ciri lelaki beriman adalah, rajin ke masjid menunaikan salat berjamaah, sesuai dengan Sabda Nabi, Idza ra'etumurrajula ya'tadul masjid, faktubu lahu bil-iman. Jika engkau menyaksikan lelaki sering ke masjid, maka pastikan jika dia orang beriman. Hadis di atas, klop dengan pesan Nabi yang lain, bahwa di antara tujuh golongan yang akan mendapatkan payung pada hari kiamat di padang mahsyar, dimana, matahari tinggal sejengkal dari kepala, dan banyak manusia yang berenang di atas keringatnya adalah, seorang pemuda yang hatinya selalu tergantung di masjid, rajulun qalbuhu mu'allaq fil masajid.

Sewajarnya pula, jika seorang wanita hendak mencari calon suami agar mempertimbangkan aspek kerajinannya dalam menunaikan salat berjamaah di masjid, bukan melulu pada sisi fisik dan materi, seperti ganteng dan macho, atau kaya, mapan, dan elegan.

Hidup di zaman penuh fitnah ini ('ahdul-fitan) untuk menemukan sosok laki-laki yang saleh tidaklah mudah, sebagaimana susahnya me…

Geng Motor Menurut Maqashid Asy-Syariah

Image
Ditilik dari sudut bahasa, maqashid asy-syariah terangkai dari dua suku kata, maqashid dan asy-syariah. Maqashid adalah bentuk jamak dari 'maqshud' yang telah diindonesiakan dengan arti 'maksud dan tujuan' yang berasal dari akar kata qashada-yaqshudu. Adapun syariah, secara bahasa berarti jalan menuju sumber air, atau jalan menuju sumber kehidupan.

Dari sudut istilah, maqashid asy-syariah adalah tujuan-tujuan syariat Islam yang terkandung dalam setiap aturannya. Imam Asy-Syathibi mendefinisikan bahwa sesungguhnya syariat itu ditetapkan bertujuan untuk tegaknya kemaslahatan manusia di dunia dan akhirat. Secara sederhana, ia juga menyebut, al-ahkamu masyru'ah limashalihil 'ibad. Hukum-hukum diundangkan demi kemaslahatan hamba.

Selanjutnya, Asy-Syatibi merumuskan lima maqashid asy-syariah, yaitu: (1) Hifdz ad-din, menjaga agama; (2) Hifdz an-nafs, memelihara jiwa; (3) Hifdz al-'aql, memelihara akal; (4) Hifdz an-nasab, memelihara keturunan; dan (5) Hifdz al-m…

Hegemoni Makna "Gender"

Image
Ketika makna suatu kata berganti dan berubah dari makna aslinya, maka boleh jadi karena adanya intrusi pandangan hidup asing (intrusion of worldview). Dapat pula disebabkan oleh pergeseran nilai dalam budaya pemegang makna itu.

Di Barat telah terjadi perubahan makna "gender" dari makna aslinya. Semua maknanya difahami umum sebagai jenis kelamin: maskulin dan feminim. Makna itu dalam webster's New World Dictionary, New York: 1984, berubah menjadi perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan dilihat dari segi nilai dan tingkah laku. Di sini bedanya bukan kelamin lagi, tapi sudah menjadi tingkah laku.

Dalam Encyclopedia of Women Studies, vol I, Helen Tierney mengartikan Gender bukan lagi perbedaan tingkah laku, tapi sudah menjadi suatu konsep kultural yang berupaya membuat pembedaan (dinstinction) dalam hal peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang di masyarakat.

Sepakat dengan Helen Hilary M Lips, di ta…

Salman Al-Farisi dalam Pandangan Penganut Syiah

Image
Sebagaimana dikisahkan Ibnu Abbas, bahwa Salman Al-Farisi adalah seorang laki-laki Persia, dari kota Asfahan, putra seorang kepala Negeri, dan sangat disukai oleh ayahnya, ia didudukkan di rumah laksana gadis pingitan, namun dia tetap sungguh-sungguh belajar ilmu Persia dan ilmu agama Majusyi yang merupakan anutan rakyat Persia.

Salman Al-Farisi menuturkan testimoni akan dirinya, Ayahku memiliki ladang yang luas, di sana ia mendirikan bangunan yang digunakan untuk mengawasi ladangnya. Pada suatu hari, ayah berkata padaku, Anakku, seperti yang kamu lihat, aku ini sangat sibuk. Pergilah ke ladang. Jangan kamu mengurung diri, hal itu akan membuat ayah repot sendiri di ladang untuk masa depanmu!

Aku pun keluar menuju ladang, di tengah perjalanan, aku melewati gereja umat Kristen. Saat itu mereka sedang beribadah di dalam. Aku pun masuk ke dalam gereja, apa yang mereka lakukan membuatku kagum. Aku berkata dalam hati, Demi Allah, agama ini lebih baik daripada agama kami! Aku berada di gere…

Kufur Nikmat; Kisah Si Lepra, Si Botak, dan Si Buta

Image
Hidup adalah ujian, dan tidak ada ruang dalam segala sisi dalam hidup dan kehidupan ini hampa dari ujian. Sang Penguji adalah Sang Pencipta yang hanya pada-Nya wajib beribadah: Allah subhanau wa ta'ala (SWT).

Banyak menusia terlena akan kehidupan dunia, sehingga segala nikmat yang Allah karuniakan padanya, ia sangka hanyalah dari jerih payahnya semata, dan Allah tidak campur tangan, otoritas Tuhan telah digeser secara sengaja maupun tidak yang puncaknya, ingkar akan kewujudan Tuhan. Inilah imbas dari gerakan sekularisme yang menggeser Tuhan dari ruang publik, lalu meletakkan dalam pojok-pojok kehidupan.

Karena itu, agama mengajarkan, supaya selalu ingat akan tujuan penciptaan manusia, yaitu untuk menghamba pada Allah yang merupakan bagian dari manifestasi rasa syukur atas segala bentuk nikmat yang dikaruniakan Allah pada segenap hamba-Nya.

Begitu banyak nikmat, baik yang lahir maupun yang tersembunyi. Harta, tahta, keluarga, adalah nikmat lahir yang mendatangkan kebahagiaan, demi…

RS Internasional Awal Bross atau Awal Boros?

Image
Bermula ketika saya terserang sakit gigi yang akut pada bagian ujung sebelah kanang bawah. Saya pun ke Puskesmas Enrekang, setelah diperiksa oleh dokter gigi (drg), didapati bahwa saya mengalami kropos gigi, mahkotanya telah tanggal, yang tersisa hanya mail dan akarnya.
Karena posisi giginya yang rumit, di samping mahkotanya telah hilang, maka tak semua drg mampu mengambil tindakan pencabutan, hanya yang ahli dan spesialis memiliki kualifikasi untuk mengangkat gigi borok seperti ini.
Gigi seperti ini tidak bisa dibiarkan tinggal, karena, menurut drg dapat menjadi sumber pembiakan bakteri, sisa-sisa makanan akan mengendap, membusuk, dan membiakkan bakteri, dan pada saatnya akan melahirkan pembengkakan, yang akan merusak sel-sel di sekitar mulut dan organ kepala lainnya. Mengerikan!
Saya lalu dirujuk ke RS Massenrengpulu, Enrekang, kembali dicek oleh drg, ternyata mereka tetap tidak bisa mengambil tindakan karena rumitnya posisi gigi yang borok itu. Saya pun harus dirujuk ke Makassar. …

Keutamaan Memelihara Jenggot

Image
Tanggapan atas tulisan Mamhmud Suyuti dalam harian Tribun Timur, Jumat 29 Agustus 2014 dengan judul "Jenggot Bukan Sunnah Rasul". Ini adalah tanggapan sekaligus bantahan kedua, setelah saya menulis artikel berjudul "Jenggot Tetap Sunnah Rasul", yang sudah masuk di bilik redaksi Tribun Timur.

Artikel di bawah ini semuanya bersumber dari KH. Muhammad Yusran Ansar, Lc., M.A., ulama muda dalam bidang hadis, menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Makassar, selain sebagai pengurus DPP Wahdah Islamiyah dan Dewan Fatwa Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia perwakilan Sulawesi Selatan.

Latar belakang keilmuan hadisnya tak perlu diragukan lagi, selain sebagai alumni Fakultas Hadis Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia yang terkenal kaya akan khazanah hadisnya, juga alumni magister bidang hadis di Universitas Omdurman, Sudan.

Bantahan ini wujud tidak lepas dari permintaan saya agar kiranya hadis jenggot yang pernah saya kemukakan pada artikel…