Keajaiban Puasa

Sesungguhnya umat Islam dalam menjalankan syariat puasa pada dasarnya  karena dilandasi dengan keimanan. Karena itulah, ayat puasa (QS. 2: 183) didahului dengan sapaan, Ya ayyuha alladzina amanu. Wahai orang-orang yang beriman. Dengan dasar iman sehingga seorang muslim rela menahan lapar, dahaga, bersenang-senang dengan pasangan halal, atau segala kerja-kerja dan tindakan yang dapat mengahapus pahala puasa, dari masa imsak menjelang Subuh hingga tiba waktu Magrib. Dengan satu tujuan, menjadi orang betakwa, sebuah tingkatan spritual yang selalu berupaya menjauhi segala bentuk larangan agama, dan taat menegakkan syariat Islam.

Seiring bergulirnya zaman, generasi muda terlahir, orang-orang cerdas bermunculan, di antara mereka ada yang mencoba meneliti, manfaat syariat ditinjau dari aspek non religius. Salah satu di antaranya adalah syariat puasa. Ternyata, rukun Islam keempat ini memiliki banyak manfaat jika ditinjau dari pelbagai segi, termasuk medis.
 Hasil uji ilmiah menunjukkan bahwa seseorang yang tidak diberi air lebih tidak tahan hidup daripada tidak diberi makanan. Bahkan orang dapat bertahan hidup hingga 40 hari bila ia hanya diberi air, begitulah pentingnya air pada tubuh manusia.

Gerak dan aktivitas tubuh ketika berpuasa menghasilkan energi yang cukup bagi manusia untuk kepentingan berbagai aktivitas sekaligus berperan aktif dalam melumpuhkan racun-racun dan zat-zat asam yang berbahaya pada tubuh manusia. Sedangkan rasa malas dan lesu serta banyak tidur pada saat berpuasa menyebabkan efek yang berlawanan pada tubuh. Antara lain, ketidakstabilan jam tubuh, bertambahnya energi-energi berbahaya, dan minimnya proses pencernaan.

 Mukjizat lain dari puasa, ketika disunnahkan berbuka dengan makanan-makanan tertentu, seperti kurma, susu, buah-buahan, hingga air putih. Karena makanan tersebut mengandung nilai nutrisi yang tinggi dan memiliki keistimewaan muda dicerna dan diserap tubuh serta mampu menggantikan elemen-elemen nutrisi yang sudah terpakai lalu membekalinya dengan energi yang cukup pula, hingga memulihkan kembali daya pada tubuh.  Andrea Wyler, ahli dietetics Amerika, yang telah menjadi muallaf, berkali-kali melakukan penelitian tentang puasa, yang pada akhirnya berkesimpulan: Berpuasa pada sepuluh hari pertama di bulan Ramadhan akan mampu memperbarui 10% sel-sel tubuh manusia, jumlah itu meningkat sampai 66% pada sepuluh hari berikutnya, dan sel-sel tubuh manusia menjadi sempurna secara keseluruhan (100%) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Selain itu, tingkat kecerdasan dan kemampuan fokus semakin bertambah pada siang hari pada bulan puasa, dan daya tahan tubuh manusia meningkat secara alami sepuluh kali lipat berbanding jika tidak berpuasa. Andrea menambahkan, puasa mampu membantu fungsi garam sodium dalam ginjal serta lebih fokus untuk melelehkan kotoran-kotoran ginjal.

Terkait hadis Nabi yang diriwatkan Imam Bukhari, Wahai para pemuda, siapa di antara kalian sudah mampu menikah, hendaklah menikah, dan jika belum mampu, maka berpuasalah!

Andrea berpendapat bahwa puasa akan mengurangi pelepasan 'hormone masculine' dan 'hormon feminine' sekitar sepuluh kali lipat. Pengurangan ini mampu membantu menusia mengontrol dan mengarahkan dorongan seksualnya, selain itu, bagi wanita, puasa dapat menjadi terapi bagi pengidap kelainan hormon untuk bisa mengandung, sebagaimana puasa bagi lelaki yang mampu mengobati kesuburan dan kelemahan seksual.

Prof. Nikolaf Velwy, ahli kesehatan dari Rusia, menyatakan, Seyogyanya bagi setiap orang, khususnya yang hidup di kota-kota besar mengharuskan dirinya berpuasa dengan cara menahan diri dari makan selama tiga sampai empat minggu setiap tahunnya, demi mencapai kesehatan yang baik sepanjang umur.

Alexis Karel, penerima hadiah nobel bidang kedokteran, berbicara tentang puasa, katanya, Sungguh banyaknya makanan yang melimpah menyebabkan lumpuhnya satu fungsi penting yang berperan besar bagi keberlangsungan berbagai spesies hidup dipermukaan bumi ini. Fungsi dimaksud, kemampuan beradaptasi terhadap keterbatasan makanan. Oleh karena itu, umat manusia hendaknya selalu berpuasa setiap masa.

Mungkin karena itu pula, seluruh agama wahyu mewajibkan umatnya berpuasa dengan menahan diri dari makan dan minum dalam jangka masa tertentu. Pada awal-awal melaksanakan ibadah puasa, rasa lapar yang melahirkan 'nervous' lalu diikuti rasa lemas akan terjadi. Namun, pada saat bersamaan secara tersirat terjadi fenomena lain yang teramat dahsyat, yakni zat gula dalam jantung bergerak. Bersamaan dengan itu lemak-lemak yang tersimpan di bawah kulit ikut bergerak. Selanjutnya setiap bagian tubuh ikut mencairkan simpanan lemaknya demi menjaga stabilitas perangkat tubuh bagian dalam plus kesehatan jantung, kecuali itu, puasa berfungsi membersihkan jaringan tibuh dari berbagai racun dan lemak.

Jika organ-organ tubuh manusia dikosongkan, ia akan istirahat dan menyimpan energinya. Lalu, menstimulasi proses pengosongan tubuh dari zat-zat beracun dan kotoran-kotoran yang berbahaya bagi tubuh, sehingga proses pemulihan sel lebih efisien. Puasa adalah proses penyembuhan paling klasik bagi manusia.

Mukjizat kebenaran syariat Rasulullah terus tersingkap tanpa henti, agar menjadi pelajaran bagi segenap umat manusia, terutama orang-orang yang berakal dan beriman, untuk terus teguh dalam kebenaran. Sebuah keistimewaan bagi umat Islam untuk menjalankan syariat puasa dengan penuh keikhlasan dan berdasarkan pada sunnah agar dapat digolongkan pada orang-orang bertakwa. Puasa syariat menuntun pelakunya pada ketakwaan, namun puasa hakikat mendorong pelakunya menyingkap kebesaran syariat melalui perangkat sains.

Wallahu A'lam! 

Ilham Kadir, Peneliti MIUMI Sulsel dan Pengurus KPPSI Pusat.

Comments

Popular posts from this blog

Ibrahim, Bapak Para Nabi