Posts

Showing posts from July, 2014

Keagungan Malam Seribu Bulan

Image
Umat Islam meyakini bahwa terdapat tempat, waktu, dan kondisi yang memiliki keistimewaan tersendiri. Tidak sebagaimana mestinya. Terkait tempat misalnya, umat Islam hanya diperbolehkan melakukan ziarah khusus jika ingin mengunjungi tiga tempat sucinya, Majid al-Aqsha, Masjidil Haram, dan Masjid Nabawi. Ketiga tempat ibadah itu juga memiliki keistimewaan dengan tempat-tempat ibadah lainnya. Salat sekali di Masjidil Haram serupa dengan salat 100.000 kali di Masjid lain , Salat sekali di Masjid Nabawi setara dengan salat 1000 kali di Masjid lain dan Salat sekali di Masjidl Aqsa samadengan salat 500 kali di masjid yang lain.

Dalam beberapa kondisi juga demikian, bahkan Rasulullah sangat mewanti-wanti agar jangan sampai seorang yang terzalimi keluar doa dari mulutnya, karena doa orang yang demikian tidak akan ditolak, “Takutlah kalian akan doa orang-orang yang dizalimi [ittaqu da’watal madzlum], begitu pesan Nabi.

Dalam durasi waktu 24 jam, terdapat waktu yang paling mulia, yaitu pada akhi…

Memburu Lailatul Qadar

Image
Secara etimologis, Lailatul Qadar adalah gabungan dua suku kata berlainan makna, 'laila' dan 'al-qadar', pertama bermakna 'malam' dan kedua 'ketetapan'. Jadi arti sebenar Lailatul Qadar adalah Malam Ketetapan. Karena itu, istilah "Malam Lailatul Qadar" dari segi bahasa berarti "[Malam] Malam Ketetapan", jelas salah dari sudut bahasa, namun karena ketidaktahuan mayoritas masyarakat kita sehingga istilah tersebut sudah umum dipakai dan diterima oleh seluruh kalangan, termasuk yang paham bahasa Arab.

Makna 'laila' yang berarti malam telah disepakati oleh seluruh pakar bahasa Arab, namun kata 'al-qadar' setelah menempel pada kata 'laila' ditafsirkan beragam oleh para ahli tafsir, termasuk Qurash Shihab, ulama tafsir kontemporer Indonesia. Ia memaknai 'al-qadar' sebagai: pertama, al-hukm, atau penetapan, sebab pada malam tersebut merupakan penetapan Allah atas perjalanan makhluk-Nya selama setahun, menyang…

Menggugat Nuzulul Qur'an

Image
Al-Qur'an ditilik dari sudut bahasa berakar dari kata "qara'a" berarti "bacaan". Selain itu, dapat juga bermakna "mengumpulkan dan menghimpun" dan "qira'ah" dengan makna menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan lainnya dalam satu ucapan yang tersusun rapi.

Makna Al-Qur'an secara etimologis-historis dapat dihubungkan dengan "qeryana" berupa bacaan kitab suci yang dilantunkan pada upacara keagamaan dalam bahasa Suriah, atau "miqra'" dalam istilah Ibrani, serupa pembacaan kisah dalam Kitab Suci.

Kata "Qur'an" dalam ilmu morfologi (sharf) sejajar dengan timbangan "fu'lan" berarti bacaan abadi yang selalu didengar berulang-ulang. Al-Qur'an sendiri menceritakan makna dirinya, misalnya, Inna 'alaena jam'ahu wa qur'anah. Sesungguhnya Kami mengumpulkan dan membacakannya (QS. 75:17). Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengar dan perhatikanlah, (QS. 7: 204).…

Tadabbur di Bulan Al-Qur'an

Image
Ramadhan, selain dikenal sebagai bulan puasa (syahrus-shiyam), juga dikenal dengan bulan Al-Qur'an (syahrul-qur'an). Selain itu, nama-nama julukan seperti bulan penuh ampunan (syahrul maghfirah), penuh hikmah, penuh rahmat, hingga bulan seribu bulan kerap disematkan pada bulan ke-9 dalam hitungan kalender Hijriah itu. Tentang penamaannya sebagai bulan Al-Qur'an, dapat dilihat sandarannya dari ayat, Syahru ramadhana alladzi unzzila fihil qur'an hudan linnas wa bayyinatin minal huda wal-furqan. Bulan Ramadhan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan batil, (QS. 2: 185). Demikian pula firman Allah, Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam--di bulan Ramadhan--yang diberkahi, (QS. 44:3), dan ayat yang masyhur, Inna anzalnahu fi lailatil qadr. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur'an pada malam kemuliaan--satu malam di bulan Ramadhan. (QS. 97: 1). …

Keajaiban Puasa

Image
Sesungguhnya umat Islam dalam menjalankan syariat puasa pada dasarnya  karena dilandasi dengan keimanan. Karena itulah, ayat puasa (QS. 2: 183) didahului dengan sapaan, Ya ayyuha alladzina amanu. Wahai orang-orang yang beriman. Dengan dasar iman sehingga seorang muslim rela menahan lapar, dahaga, bersenang-senang dengan pasangan halal, atau segala kerja-kerja dan tindakan yang dapat mengahapus pahala puasa, dari masa imsak menjelang Subuh hingga tiba waktu Magrib. Dengan satu tujuan, menjadi orang betakwa, sebuah tingkatan spritual yang selalu berupaya menjauhi segala bentuk larangan agama, dan taat menegakkan syariat Islam.

Seiring bergulirnya zaman, generasi muda terlahir, orang-orang cerdas bermunculan, di antara mereka ada yang mencoba meneliti, manfaat syariat ditinjau dari aspek non religius. Salah satu di antaranya adalah syariat puasa. Ternyata, rukun Islam keempat ini memiliki banyak manfaat jika ditinjau dari pelbagai segi, termasuk medis.
 Hasil uji ilmiah menunjukkan bahwa …

Puasa Para Makhluk

Image
Puasa tidak hanya dimonopoli umat manusia. Beberapa makhluk hidup lainnya dalam fase tertentu kehidupannya dijalani dengan puasa. Ada yang dilakukan secara terpaksa karena kekurangan makanan, atau kerasnya habitat hidup seperti musim panas dan musim dingin yang terlalu. Sebut saja, unta, ular, beruang kutub, ikan, jenis burung tertentu, serta beberapa hewan pengerat. Namun ada pula hewan berpuasa karena pilihan sendiri bukan terpaksa, mereka berpuasa dalam fase-fase tertentu, seperti serangga ketika berada dalam kepompong pada masa tertentu sampai fase baru dalam hidupnya selesai. Usai puasa, serangga memiliki kemampuan lebih dalam beradaptasi dengan habitatnya. Sedangkan puasa bagi manusia telah ada sejak awal keberadaannya. Data ini diperkuat dengan dokumen-dokumen bersejarah dalam ukiran di atas papyrus yang ditemukan di beberapa tempat peribadatan raja-raja Firaun Mesir. Termaktub, penduduk Mesir kuno telah melakukan puasa, khususnya pada masa-masa terjadi malapetaka dan peran…

Puasa Sebagai Syariat

Image
Setiap nabi yang diutus Allah untuk membimbing umatnya memiliki ciri khas yang membedakan antara satu dengan lainnya. Namun secara umum, ajaran yang dibawah sama, mentauhidkan Allah. Mengajak seluruh umatnya untuk mengucap dan mengamalkan "La Ilaha Illallah" yang bermakna, Tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Atau, "La ma'bud illallah". Kecuali itu, setiap rasul dan nabi memiliki syariat masing-masing yang sangat tergantung setting ruang dan waktunya. Sebagai contoh, Nabi Musa 'alaihissalam', salah satu Nabi yang paling banyak disebut namanya dalam Al-Qur'an, ketika kaumnya melakukan dosa besar, maka mereka diwajibkan bertaubat dengan membunuh diri mereka masing-masing, "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu sebagai sesembahan, maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu, dan bunuhlah dirimu," (QS. 2: 54). Bunuh diri bagi umat Nabi Musa adalah jalan t…