Posts

Showing posts from June, 2014

Hilangnya Adab di Kampus Peradaban

Image
Hilangnya Adab di Kampus Peradaban  Adab adalah salah satu kata kunci yang banyak dibahas para cendekiawan dan ulama dari dulu hingga sekarang, dari Maroko hingga Merauke, karena itu memahami makna adab sangat penting. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (1976) susunan W.J.S. Poerwadarminta, adab diartikan sebagai, 'kesopanan, kehalusan dan kebaikan budi pekerti, dan akhlak'. Sedangkan beradab dimaknai sama dengan, 'baik budi bahasa, dan telah maju tingkat kehidupan lahir dan batinnya'. Bagi bangsa Indonesia, istilah adab bukan hal yang asing karena sudah digunakan dalam sila kedua Pancasila yang dihafal lancar oleh anak SD namun tidak dihafal sebagian anggota DPR. "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab". Masuknya istilah adab dalam Pancasila merupakan bagian dari indikasi kuatnya pengaruh Islamic Worldview atau pandangan alam Islam dalam rumusan Pembukaan UUD 45 yang di dalamnya terdapat rumusan Pancasila. Selain itu, akan kita jumpai dalam Pancasila istilah yang

Lautan Ilmu Ibnul Qayyim Al-Jauziyah

Image
Salah seorang sahabat Nabi bernama Abdullah bin Abdi Nuhn dengan nama panggilan Dzul Bijadain seorang anak yatim yang diasuh oleh pamannya. Suatu ketika, jiwanya tergerak untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad. Maka ia pun berusaha bangkit, karena sakitnya, ia hanya bisa duduk mengamati pamannya. Sewaktu kesehatannya sudah benar-benar pulih, kesabarannya benar-benar sudah habis. Ia pun menyampaikan isi hatinya pada pamannya, Wahai pamanku, lama kunanti engkau masuk Islam, namun aku tak melihat engkau memiliki semangat untuk itu".      Pamannya muntab lalu berkata, Demi Allah, jika kamu memeluk Islam, maka akan kuambil lagi semua yang telah kuberikan padamu!". Mendengar ucapan pamannya, kerinduannya pada Rasulullah telah membuncah, "Melihat Muhammad lebih aku cintai dari dunia dan seisinya!". Dalam sebuah syair dikatakan : Seandainya Majnun ditanya, apakah bersatu dengan Laila yang kamu inginkan, ataukan dunia dan seisinya? Tentu ia menjawab, debu sandalnya lebi

Menimang Cawapres

Image
Pertarungan pilpres kali ini sangat menarik. Mengerucutnya jumlah pasangan menjadi dua paket, menjadikan pertarungan ibarat final sepak bola pada laga piala dunia. Memaksa penonton menjadi pendukung di salah satu kubu, tidak ada alternaif lain. Dari dua pasangan capres-cawapres, nampaknya, cawapres adalah bagian penting yang bisa saja menjadi penentu kemenangan salah satu pasangan. Selain itu, kedua cawapres yang berbeda asal dari sisi geografis dan suku menambah daya tarik, yang pertama dari daratan Sumatera dan nomor urut dua berasal dari Sulawesi. Kedua pulau tersebut memiliki penduduk terpadat di luar Jawa. Tidak dapat dipungkiri, keberhasilan kepemimpinan SBY pada priode awal (2004-2009) jabatannya sebagai presiden tidak bisa dipisahkan dari sang wakil, Muhammad Jusuf Kalla (JK), dan menurunnya performa kinerja SBY pada priode kedua kepemimpinannya (2009-2014) tidak bisa lepas dari sumbangsih sang wakil, Prof. Boediono yang dianggap benar-benar sebagai ban serep. Saya b

Piala Dunia dan Pilpres

Image
Sesungguhnya tidak ada hubungan antara pilpres di Indonesia dan Piala Dunia di Brasil, jika ditinjau dari segi politik maupun letak geografis yang nun jauh di sana. Namun, kedua ajang tersebut, masing-masing mengandung unsur pertarungan di dalamnya. Menjelang pemilihan umum presiden saat ini, masyarakat dihadapkan pada realita yang diwarnai unsur persaingan dan pertarungan kedua belah pihak.  Jika di Brasil, pertarungannya untuk menciptakan kemenangan demi kemenangan dengan mencetak gol sambil menahan gempuran lawan agar lolos dari lubang jarum dan sampai ke final untuk mengangkat trofi, di Indonesia, para pendukung kedua pasangan capres-cawapres bertarung mati-matian demi meloloskan jagoannya untuk meraih kursi presiden. Hiruk-pikuk persaingan dan pertarungan politik kian hari tambah memanas. Para capres-cawapres juga tak henti-hentinya menampilkan sikap terbaik dan terkesan merakyat di hadapan masyarakat luas demi meyakinkan para calon pemilih, bahwa dialah yang paling laya

MIUMI Akan Menjadi Jarum Bagi Syiah

Image
Deretan kendaraan berbagai jenis terparkir depan Markas AQL Center Tebet Jakarta. Para peserta Muktamar antre satu persatu mengisi buku tamu yang telah tersedia, sesuai dengan nama dan perwakilan dari masing-masing daerah, sambil dipandu oleh panitia. Begitu memasuki ruang Muktamar yang mungil dan lumayan luas, nampak meja tersusun melingkar dengan nuansa 'Indones ia banget', merah putih. Di sana telah duduk para intelektual beken Indonesia masa kini. Sebut saja, Adian Husaini, Hamid Fahmi Zarksyi, Bachtiar Nasir, Adnin Armas, Zaitun Rasmin, Anis Malik Toha, Idrus Ramli, daftarnya terus berlanjut. Mereka inilah agent of chenge, inisiator pendiri hingga pengurus teras MIUMI, sebuah lembaga intelektual dan ulama muda di Indonesia yang kian hari kian bersinar diperhitungkan. Duduk berjejer para peserta Muktamar sesuai nama dan kursi yang telah disediakan oleh panitia, saya sendiri dan Rahmat Abdurrahman mewakili MIUMI Sulsel. Acara Muktamar dimulai pada pukul 09.0