Posts

Showing posts from May, 2014

Isra' Mi'raj di Tahun Politik

Image
Ditinjau dari segi bahasa, lafaz isra' berakar dari kata, asra'-yusri'-isra', bararti perjalanan di malam hari. Dari sudut morfologi, isra' berakar dari kata 'sara', atau berjalan. Misalnya, Man sara 'ala al-darbi washala. Siapa yang berjalan pada jalannya, akan sampai tujuan. Namun, penggunaan diksi dalam bahasa Arab tidak bisa sembarangan, kata 'berjalan' memiliki banyak makna, tergantung setting waktunya. Kata, ghadara, untuk berangkat di pagi hari, raha, untuk sore hari, dan sara di malam hari. Dalam segala suasana, dapat dipakai kata, masya, zahaba, dan inthalaqa. Dalam bahasa Indonesia, semua bermakna sama, bepergian atau perjalan. Perbedaan-perbedaan itu hanya dapat diketahui bagi mereka yang memiliki 'dzauq' bahasa Arab yang dalam. Karena itu, siapa pun yang hendak memahami Al-Qur'an dan As-Sunnah secara sempurna harus memiliki dzauq. Itu semua dapat dimiliki dengan telaten mendalami ilmu-ilmu bahasa Arab yang meliputi

Menuai Hikmah Isra' Mikraj

Image
Alquran adalah mukjizat Nabi Muhammad yang paling utama, dan kekal hingga saat ini, sedang mukjizat berikutnya yang selalu dikenang adalah Isra' Mikraj, berupa perjalanan spritual Rasulullah dari Makkah menuju Masjidil Aqsha Yerussalem lalu naik ke langit paling atas alias Sidratul-Mutaha. Tentang Alquran, tidak adalagi yang mempermasalahkan keotentikannya, kecuali orang-orang supaha--tau kebenaran tapi tetap ingkar--bahkan ayat yang pertama dan terakhir turun dalam Alquran dapat diketahui lewat informasi dari dirinya sendiri. Lain halnya dengan Isra' Mikraj, peristiwa agung ini tidak ditemukan informasi yang akurat kapan persisnya kejadian itu berlaku. Sebab Alquran hanya menekankan, 'Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya di suatu malam, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha' (QS. Al-Isra': 1) tanpa keterangan tambahan mengenai waktu kejadian peristiwa agung itu. Menarik untuk menelisik pendapat ulama terkait kapan terjadinya Isra’ Mikraj

Isra' Mi'raj dan Keagungan Ibadah Subuh

Image
Tidak diragukan lagi, di antara keajaiban paling fenomenal yang terjadi pada diri Nabi Muhammad adalah peristiwa isra' mi'raj. Kerena itu, kisah ini diabadikan dalam Al-Qur'an, Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram--Makkah--ke Masjidil Aqsha--Yerussalem, (Al-Isra': 1). Secara sederhana, isra’ mi'raj adalah gabungan dua kata yang berlainan arti namun terkait satu sama lain karena terjadi dalam sebuah peristiwa yang sama. Isra' adalah perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, sedangkan mi'raj berarti tangga yang dipakai naik oleh Nabi dari Masjidil Aqsha ke langit pertama hingga ketujuh.  Tempat tertinggi itu disebut Sidratul-Muntaha', di sanalah Nabi mendapat perintah langsung dari Allah untuk menjalankan ibadah salat fardhu, yang awalnya lima puluh kali dalam sehari semalam, lalu dikurangi hingga hanya lima kali karena mendengar nasihat Nabi Musa, agar Rasulullah meminta keri

Sintesa Pondok Pesantren

Image
Pondok, dari segi etimologi diambil dari kata 'funduk' dalam bahasa Arab dengan arti ruang tidur, wisma, atau penginapan sederhana. Adapun 'pesantren' dari kata 'santri' berakar dari bahasa India 'shantri', 'orang-orang yang mengetahui kitab suci agama Hindu', bisa pula berasal dari bahasa Jawa 'cantrik', 'seseorang yang mengikuti kemana pun gurunya pergi. Di Indonesia, santri berarti 'mereka yang berasal dari pesantren' atau 'mereka yang taat menjalankan perintah agama dan menjauhi larangannya', sebagaimana tulisan C. Geertz dalam "Religion of Java". Kini kata 'Pondok Pesantren' telah menyatu dengan makna, tempat tinggal santri yang sederhana. Gambaran fisiknya dapat direkam dari tulisan Snouck Hougronje, sebagaimana dikutif Mahlani dalam "Gontor; Sintesa Pendidikan Islam KH. Imam Zarkasyi" bahwa, Pondok Pesantren terdiri dari sebuah gedung berbentuk persegi, biasanya dibangun dari