Pelantikan Rektor Universitas "45" Makassar, Priode 2014-2018

Acara Pelantikan Rektor Universitas 45 Makassar Priode 2014-2018. Bapak Prof. Dr. Ir. HM. Saleh Pallu. M.Eng menggantikan Prof. Dr. Abdurrahman SH. MH., yang telah menakhodai Universitas 45 sejak tahun 2011. Acara berlangsung di Gedung Balai Sidang Universitas 45 pada hari Kamis 16 April 2014 M/16 Rabiula Akhir 1435 H.

Dihadiri oleh Pembina Yayasan Aksa Mahmud, HM. Aksa Mahmud dan beberapa rektor universitas lainnya, baik negeri maupun swasta. Di antaranya Rektor Unhas, Prof. Dr. Idrus Paturusi. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu Mars Universitas 45”, dilanjutkan dengn pembacaan doa oleh Drs. Misbahuddin MS. Dalam doanya, meminta agar acara pelantikan rektor berjalan dengan lancar sesuai harapan, dan semoga Bosowa Foundation menjadikan Universitas 45 sebagai perguruan tinggi yang mampu memiliki daya saing tinggi agar dapat memberikan manfaat kepada orang banyak. Turut didoakan pula sang founder foundation, HM. Aksa Mahmud agar senantiasa diberi keberkahan umur dan rezeki.

Prosesi pelantikan dilanjutkan dengan pembacaan surat keputusan oleh Ketua Badan Pengurus Harian Andi Sose Bapak Sutrisno. Berikut naskahnya,

Menimbang : (a) Bahwa Yayasan Andi Sose sebagai Badan Penyelenggara Universitas "45" Makassar, senantiasa dituntut untuk melaksanakan segala ketentuan dan peraturan yang berlaku di lingkungan Kementriaan Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia; (b) Bahwa Prof. Dr. Abd. Rahman, SH.MH. Mengajukan pengunduran diri sebagai Rektor Universitas 45, maka jabatan Rektor 45 menjadi lowong; (c) Bahwa berdasarkan rapat senat Universitas 45 pada tanggal 14 April 2014, maka Prof. Ir. Saleh Pallu, M.Eng. dianggap cakap dan mampu untuk mendduduki jabatan Rektor Universitas 45; (d) Bahwa pengangkatan sebagaimana tersebut di atas, perlu segera ditetapkan dalam suatu surat keputusan.
Mengingat : 1. Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan; (3). Akta pendirian Yayasan Andi Sose nomor 49 tahun 2011; (4) Statuta Universitas 45 Makassar.
Memperhatikan : Hasil Rapat Senat Universitas 45 Makassar pada tanggal 14 April 2014.
Memutuskan : Pertama. Mencabut SK Ketua Yayasan Andi Sose Nomor: SKEP. 07/56/KU-YAS/IX/2011, tentang Pengangkatan Rektor Universitas 45”. Kedua. Mengangkat Saudara Prof. Dr. M. Saleh Pallu, M.Eng. sebagai Rektor Universitas 45 Makassar, masa jabatan 2014-2018. Ketiga. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila di kemudian hari ditemukan kekeliruan di dalamnya, akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di Makassar, 17 April 2014 Ketua Yayasan Andi Sose, Hj. Melinda Aksa.

Acara pelantikan langsung dilakukan oleh Pembina Yayasa Aksa Mahmud, Bapak HM Aksa Mahmud sendiri. Beliau melantik : 

Dengan mengucapkan bisamillahirrahmanirrahim, pada tanggal 16 April 2014 atas nama Ketua Dewan Pembina, dengan resmi mengangkat Saudara Prof. Dr. HM. Saleh Pallu, M.Eng., sebagai Rektor Universitas 45 masa jabatan 2014-2018.
Semoga Allah SWT selalu melimpahakn rahmat dan hidayah-Nya.
Makassar, Ketum Dewan Pembina, atas nama, HM. Aksa Mahmud.

Usai dilantik, rektor baru Universitas “45” membawakan sambutan dengan mengungkapkan  rasa syukur kepada Allah SWT karena acara pelantikan berjalan dengan baik, dan merupakan awal komitmen untuk berbuat lebih baik. Ia melanjutkan bahwa seluruh institusi Perguruan Tinggi (PT) terus bersaing, oleh karena itu Universitas “45” sebagai salah satu PT swasta terbesar di Indonesia Timur harus mampu bersaing, harus  menjadi lembaga pendidikan yang mampu menghadirkan kebutuhan masyarakat.  Karena itu, harus ada rumusan yang jelas dan tegas dan didukung para dosen dan mahasiswa serta pihak yayasan. Penelitian—lanjut sang Rektor—harus  menjadi terdepan termasuk dalam ranah teknologi karena kemajuan bangsa dilihat dari ilmu dan teknologinya, lalu dipadu dengan  pengabdian pada masyarakat melalui kemitraan, karena itu saya mengundang segenap mitra Universitas “45” untuk bekerjasama dalam mendidik anak bangsa dengan moral dan intelektualitas. “Kepercayaan yang diberikan pada saya, adalah amanah untuk saya jalankan dengan penuh tanggungjawab,” tegas guru Besar Unhas ini.

Aksa Mahmud, Selaku Ketua Dewan Pembina Yaysan juga tampil membawakan sambutan dengan menceritakan bahwa ada beberapa lembaga pendidikan yang telah dibangun Bosowa.  Menurutnya, tidak ada yang lebih penting melebihi pendidikan.  “Negara kita sudah tua tapi belum mengalami kemajuan dibanding Korea misalnya, mereka telah menjadi negara maju, termasuk  maju dalam bidang industri elektronik. Sedang kita tidak ada yang dapat diunggulkan, maka Bosowa menilai tidak ada negara maju tanpa industri, sebab itulah bosowa masuk dalam bidang industri”, tegas Pendiri Bosowa Goup ini.

HM Aksa Mahmud juga bercerita bahwa ada yang bertanya, kenapa saya tidak maju lagi jadi anggota  Dewan Perwakilan Daerah (DPD), saya jawab, Setiap generasi ada zamannya, saya ingin memberi contoh bagi generasi pelanjut, saya memensiunkan diri dan memberikan kepemimpinan pada generasi kedua. Salah satu kebiasaan orang Bugis adalah ambisinya yang tinggi, tapi sangat jarang yang mampu meregenerasi. Orang Bugis terkanal dengan managemen penggawa berupa sistem kepemimpinan masa lalu, harus dia yang kerja dan tau segala-galanya, one man show. Sistem ini sudah kadaluarsa dan harus direduksi. Saya pribadi—lanjut Pak Aksa—dalam hal kepemimpinan sangat suka menjadi jenderal tanpa pasukan dengan cara menggunakan pasukan orang lain, dan syarat menjadi jenderal harus hebat, memiliki visioner, serta kecakapan dalam bertindak.
 
Bagi Pembina Yayasan Bosowa ini, Kiprah Bosowa dalam bidang pendidikan, adalah sebagai tanda pengabdian kepada agama dan bangsa, bukan bisnis. Kita ingin agar masyarakat dapat cerdas dan memiliki keterampilan serta kualitas pribadi yang mumpuni, bukannya mengirim pekerja ke Luar Negeri dengan kualitas sumberdaya yang sangat rendah, akibatnya, lihatlah tenaga kerja Indonesia di Luar Negeri, coba bayangkan untuk menyelamatkan pembantu seperti Satinah  saja harus merogoh kocek sebanyak 21 Miliar. Di lain pihak, bis yang terjung ke jurang dengan korban puluhan jiwa tak mendapat apa-apa, kecuali sedikit asuransi,  Ini semua karena pendidikan yang rendah.

Dalam hal persaingan, mantan anggota DPD ini menceritakan kisahnya, bahwa dulu dirinya dengan Pak Jusuf Kalla menjadi pemegang saham di Koran Hairan FAJAR, namun melihat realitasnya kalau FAJAR telah menjelma menjadi single fighter.“Maka  saya mambuat tandingan dengan mendirikan Harian Tribun Timur. Kini, telah menjadi koran terbesar di Makassar dan mengalahkan FAJAR,  dan saya katakan pada Pak Alwi Hamu bahwa cita-cita saya telah percapai untuk bersaing dengan sehat!” tutur pengusaha dermawan ini.

Ia mengakhiri sambutannya dengan menegaskan bahwa orang-orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan itu, termasuk bagi yang mengelolah Universitas “45” adalah mereka yang berjalan pada jalan lurus dan benar “shirathal mustaqim” dan menjadi wadah dakwah yang paling epektif serta dapat menjadi amal jariah, sebuah saham sosial yang terus mengalir kepada empunya walau  telah meninggalkan dunia fana ini. (Ilham).

Comments

Popular posts from this blog

Ibrahim, Bapak Para Nabi