Posts

Showing posts from April, 2014

Raih Surga dengan Ilmu

Image
Ilmu dan surga, dua kata yang kini tidak mudah lagi disatukan, dan hanya ada dalam kitab-kitab klasik para ulama muktabar, khususnya pada priode tujuh abad pertama kedatangan Islam. Kini, ilmu dan surga seakan dua istilah yang tidak behubungan dan saling kontradiksi antar satu dengan lainnya.  Masalah ini muncul, saat umat Islam dalam kejumudan plus dilanda prahara perang saudara, di lain pihak, Barat dengan revolusi Industrinya di Prancis pada ke-16. Saat itu, sekularisme melanda dunia sebagai motor penggerak revolusi industri. Agama, bagi Barat adalah urusan dunia, sedang industri yang berasal dari sains dan ilmu terapan adalah perkara dunia. Maka, jadilah ilmu dengan akhirat dibenturkan secara vis a vis. Celakanya, penyakit ini justru kian merebak di negara-negara Islam yang berada di Asia, baik Near East (Timur Tengan) maupun Far Easten, atau Asia Jauh (Nusantara). Bermula ketika negara-negara Islam dicaplok satu persatu oleh para kolonialisme Barat yang notabenenya adalah hasil

Wanita dalam Kubang Politik

Image
Babak baru sejarah Aceh dimulai sejak Islam singgah di Bumi Indonesia ujung Barat. Saat itu dikenal adanya kerajaan-kerajaan Islam seperti Kerajaan Islam Peureulak (840 M), Kerajaan Islam Samudera Pasai (1666 M), Kerajaan Tamiang, Pedir dan Meureuhon Daya. Kemudian zaman Sultan Alauddin Johansyah Berdaulat (1205) Aceh disatukan menjadi Kerajaan Aceh Darussalam dengan Ibukota Band ar Aceh Darussalam yang bergelar Kutaraja. Kerajaan Aceh Dasrussalam inilah yang terus-menerus memperluas terirorial kekuasaannya ke negeri-negeri Melayu lainnya termasuk semenangjung malaya yang pada Abad Kelima, Aceh menjadi kerajaan Islam terbesar di di Nusantara dan terbesar kelima di dunia. Sang Penakluk bernama Sultan Alauddin al-Kahhar lalu dilanjutkan oleh Sultan Iskandar Muda Meukuta Alam. Penaklukan yang dilakukan Aceh bukan untuk menjajah suku Bangsa lain, tetapi untuk melindungi mereka dari penjajahan Portugis (A Hasjmy, Hikayat Perang Sabil Menjiwai Perang Aceh Melawan Belanda , 1997).

Kepemimpinan dalam Islam

Image
Tidak ada yang masyhur akhir-akhir ini melebihi pembahasan tentang kepemimpinan, tepatnya pemimpin negara Republik Indonesia, tempat berteduh lebih dari 200 juta umat Islam. Kita telah tau sama tau bahwa pemilu legislatif sudah berlalu, dan sedang menunggu ketetapan resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), siapa-siapa calon wakil rakyat yang lolos 'dari lobang jarum'   maupun yang kalah, tersingkir, dan tersungkur. Hasil quick count seluruh lembaga survey telah melangsir hasil pileg yang berbeda satu dengan lainnya, karena itu kesabaran menanti hasil resmi KPU adalah solusi paling matang. Berdasar dari hasil hitung cepat, sebagian pimpinan partai, khususnya yang  masuk dalam tiga besar perolehan suara sudah ancang-ancang untuk merebut kursi number one di negeri ini,   RI-1. Karena itu usaha-usaha koalisi antarparpol untuk mengusung capres-cawapres kian santer terdengar. Dalam waktu yang singkat ini, akan kita saksikan siapa saja yang akan maju memperebutkan kursi

Fikih Politik Ibnu Taimiyah

Image
Nama panjangnya adalah Taqiyuddin Ahmad bin Abdil-Halim bin Taimiyah. Dilahirkan di Harran, Bagdad, pada hari Senin tanggal 10 Rabiul Awwal tahun 661 H. Nama ayahnya Syihabuddin Abu Ahmad Abdul Halim bin Abdissalam Ibnu Abdillah bin Taimiyah, seorang ulama, hakim, dan muballig di daerahnya. Kakeknya, Majduddin Abul Birkan Abdussalam, merupakan ulama fikih bermazhab Hambali, imam besar, ahli Hadis, tafsir, ushul fiqh, dan seorang penghafal Al-Qur'an dan Hadis. Pada umur enam tahun, Ibnu Taimiyah hijrah ke Damaskus karena Bagdad diserang tentara Tartar. Dalam kekacauan seperti itu, ia tetap belajar di bawah asuhan sang ayah yang juga seorang ulama besar. Ibnu Taimiyah adalah sosok anak yang cerdas, mudah menghafal dan sukar lupa, di usianya yang masih anak-anak itu, ia telah menghafal Al-Qur'an 30 juz dengan bacaan yang sempurna. Penguasaan terhadap ilmu-ilmu alat lainnya pun cepat ia lalui, seperti ilmu bahasa Arab yang meliputi Nahwu (gramatika), Sharaf (morfolog