Gubernur Sulawesi Selatan Apresiasi Kehadiran MIUMI



Rabu pagi, 26 Maret, tepat pukul 10.30. Rombongan pengurus Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) wilayah Sulawesi Selatan melakukan audiensi dengan Bapak Gubernur Sulsel, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo. Para pengurus yang hadir dalam audiensi tersebut adalah, Ketua MIUMI Sulsel, Dr. Rahmat Abdurrahman MA, didampingi Dr. H. A. Abd. Hamzah, dan Ir. H. Abdul Majid MA, Ir. H. Nusran MSc, dan beberapa anggota Panitia Pelaksana Pengukuhan MIUMI Sulsel.

Pertemuan ini membahas beberapa agenda, di antaranya, rencana pengukuhan MIUMI untuk Dewan Pengurus Wilayah Sulsel dirangkaikan dengan Dialog Kepimimpinan Nasional yang menghadirkan pembiacara, KH. Dr. Sanusi Baco, Bachtiar Nasir, Lc. MM., dan Prof. Dr. Arifuddin Ahmad.  Dengan itu panita sekaligus mengundang Gubernur untuk menghadiri acara tersebut sembari memberi kata sambutan.

Bapak Gubernur yang didampingi SKPD terkait keormasan, sangat mengapresiasi keberadaan MIUMI, bahkan ketika beliau diminta untuk masuk dalam jajaran Dewan Penasehat, langsung menerima.

Dr. Rahmat Abdurrahman menegaskan kepada Bapak Gubernur bahwa keberadaan MIUMI di Sulsel akan mendukung setiap kebijakan pemerintah yang pro syariat atau segala bentuk pemberdayaan yang pro rakyat tanpa harus menggusur nilai-nilai budaya yang besendikan agama.
 
Beliau juga menyampaikan bahwa secara realitas, sebagaimana kita saksikan saat ini, pengkaderan ulama masih belum optimal, ulama senior satu persatu dipanggil oleh Allah, dan terkubur bersama dengan ilmunya, di lain pihak banyak kader-kader ulama yang masih muda-muda, segar dan progresif, serta memiliki idealisme keagamaan yang bagus berasal dari lintas ormas yang selama ini belum dioptimalkan kiprahnya karena keterbatasan akses. Nah, MIUMI akan mengakomodir potensi dan bibit-bibit unggul tersebut untuk tampil berjuang bersama-sama dalam visi dan misi yang sama, mewujudkan Indonesia yang lebih beradab!

Namun sebagai organisasi muda, yang baru berdiri dua tahun lalu, MIUMI jelas butuh patner, karena itulah, para pengurus memohon kiranya supaya dapat bersinergi dengan Pemprov untuk membangun masyarakat dalam peningkatan iman dan taqwa.

Bapak Gubernur menegaskan bahwa pada dasarnya, apa yang dilakaukan MIUMI adalah untuk menjawab segenap kebutuhan-kebutuhan yang ada di masyarakat, terutama dalam pembinaan moral dan aklak, khususnya pendidikan karakter yang bernafaskan Islam.
 
Pesatnya pekembangan sains, lanjut Bapak Gubernur, harus dibarengi dengan peningkatan keagamaan. Nah inilah yang kurang pada masyarakat kita, dibutuhkan ulama. Bisa saja, besok kita mendapat pemimpin yang tidak memiliki program keagamaan yang baik. Makanya itu, kita butuh ulama untuk membimbing umat dan mengarahkan umara ke arah yang benar.

Pemrov Sulsel memiliki tiga program inti dalam meningkatkan keberagamaan masyarakatnya. Pertama, penuntasan bacatulis Al-Qur'an dari tingkat kanak-kanak hingga remaja.Kedua, pembinaan masyarakat berbasis religius dengan penguatan pondok pesantren dan pendidikan Islam.Ketiga, kaderisasi ulama, pada segmen inilah Pemprov siap kerjasama dengan para ulama termasuk MIUMI dalam membangun umat. "Dan ingatkan saya, kita akan adakan MoU dengan MIUMI terkait regenerasi ulama muda di Sulawesi Selatan" tegas Dr. H. Syahrul Yasin Limpo.

(Ilham Kadir, Pengurus MIUMI Sulsel melaporkan dari Makassar)

Comments

Popular posts from this blog

Ibrahim, Bapak Para Nabi

Tadabbur di Bulan Al-Qur'an