Posts

Showing posts from January, 2014

Al-Marbawi dan Kamus Arab-Melayu Pertama

Image
Syeikh Mohd Idris bin Abdul Rauf Al-Marbawi—selanjutnya disebut Al-Marbawi—lahir pada 10 Mei 1896 bertepatan dengan 20 Zulqa’dah 1313 H di Misfallah, Mekah, Arab Saudi. Kedua orang tuanya berasal dari Kampung Lubok Merbau, Kuala Kangsar, Perak Darul Ridzuan, Malaysia. Ketika berusia 10 tahun, Al-Marbawi sudah mampu menghafal 16 juz Al-Qur’an. Pada tahun 1323 H, saat berusia sepulun tahun keluarganya kembali ke Malaysia. Maka Al-Marbawi meneruskan pendidikannya di Sekolah Melayu Lubok Merbau—yang kini dikenal dengan Sekolah Kebangsaan Syaikh Mohd Idris Al-Marbawi—Lalu ia melanjutkan studinya di berbagai pondok pesantren, antara lain Pondok Wan Mohammad, Bukit Chandan, Kuala Kangsar—kini dikenal sebagai Madrasah Idrisiah—Pondok Syeikh Ahmad Al-Fatani, Bukit Mertajam, dan Pondok Tok Kenali di Klantan. Setelah lulus ia kemudian diangkat sebagai guru agama di Perak. Tahun 1924 Al-Marbawi terpilih untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar Mesir dengan bea siswa. Ia

Rajut Ukhuwah Bersama BKPRMI

Image
Kalau tidak ada aral melintang, pada tanggal 22-23 Jumadil Akhir 1435 H/ 22-23 Februari 2014 depan, Musyawarah Nasional Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) akan dihelat di Asrama Haji Sudiang Makassar. Salah satu agenda dalam Munas ke-13 kali ini adalah suksesi kepemimpinan dalam tubuh BKPRMI priode mendang 2013-2017 yang diharapkan akan membawa organisasi yang berdiri tahun 1977 di Bandung ini menjadi lebih baik dan berkualitas. Sekadar mengulas kembali, maksud dan tujuan berdirinya BKPRMI, agar menjadi acuan utama dalam memahami sepak terjang organisasi yang bernama asal Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI) ini. Bahwa latar belakang pembentukannya adalah sebagai reaksi terhadap gejala sosial yang berkembang di tanah air, seperti konsep pembangunan nasional yang dinilai cenderung berorientasi pada pembentukan masyarakat sekuler, depolitisasi kepemudaan, isu kristenisasi, dan pemahaman keagamaan berlangsung secara dinamis yang menimbulkan p

Rasulullah Mengubah Dunia dengan Singkat

Image
Nabi Ibrahim melahirkan dua orang putra yang juga didaulat oleh Allah sebagai nabi dan rasul, maka dengan sendirinya mereka bahu-membahu mengajar dan mendakwahkan ajaran monoteis ‘tawhid’ pada dua komunitas dan teritorial berbeda: Ismail ‘ alaihissalam (as) di Mekkah dan Ishak as di Yerussalem. Mereka bersinergi dalam berdakwah sekitar tujuh puluh tahun sebelum akhirnya Nabi Ibrahim tutup usia. Setelah itu tak banyak bahkan nyaris tak ada berita tentang keadaan dakwah kedua penerusnya yang berbeda tempat dan suku bangsa itu. Garis keturunan Nabi Ishak, disebut dengan jelas dalam Alquran seperti Israil atau  Ya’qub as. Setidaknya ada dua keturunannya yang mendapat porsi cerita yang banyak dalam Alquran: Yusuf dan Isa. Namun keturunannya yang lain juga tetap mendapat tempat yang banyak dalam kitab samawi, baik Injil, Taurat, apalagi Alquran. Keturunan Ya’qub lebih terkenal dengan sebutan Bani Israil. Kendati demikian, ajaran Ibrahim yang monoteis itu tetap menjadi amalan

Maulid di Tahun Politik

Image
Ditinjau dari sisi etimologi, kata ‘maulid’ yang berasal dari bahasa Arab dengan akar kata, ‘ walada-yalidu ’ lalu berubah menjadi ‘ maulud-maulid ’ merupakan bentuk kata kerja dari ‘lahir-melahirkan’, dalam   ilmu gramatika ( nawhu ) disebut fi’il mâdi dan mudhari’ , masa lampau dan masa sekarang. Ada pun arti maulud dan maulid, berasal dari satu kata yang sama namun memiliki perbedaan makna. Maulud menurut ilmu morfologi ( sharf ) disebut sebagai ismul-maf’ul , atau yang dilahirkan, sedangkan   maulid masuk dalam kategori ismul makân wa zamân atau nama waktu dan tempat yang ‘berarti tempat dan waktu kelahiran seseorang’. Dengan demikian, arti dan maksud   peringatan maulid dari segi bahasa ( lughatan ) adalah peringatan waktu dan tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sedangkan peringatan maulud berarti memperingati yang dilahirkan yaitu Nabi Muhammad SAW. Karena itu, istilah peringatan maulid atau maulud Nabi dua-duanya benar, dan maksudnya sama-sama untuk memperingati kel