Syiah Kekasih Iblis



Salah satu ciri kekasih iblis dalam hadis panjang di bawah ini adalah, orang yang meninggalkan shalat Jumat dengan sengaja dan tanpa alasan yang dapat diterima oleh syara’ (udzrun syr'iyun), seperti sakit atau dalam keadaan musafir. Syiah beranggapan bahwa salat jumat hukumnya bukanlah fardhu ‘ain, atau bukan kewajiban personal, dengan itu secara pemahaman sangat jelas sekte Syiah jika masih merasa mereka bagian dari pada agama Islam, akan termasuk kekasih iblis, kecuali jika merasa bukan bagian dari umat Nabi Muhammad, karena memiliki Imam yang melebihi Rasulullah, lalu dipermantap dengan Al-Qur’an khusus versi mereka yang tebalnya tiga kali lipat dari Al-Qur’an yang ada saat ini, maka mereka bukan lagi kekasih iblis, tetapi telah menjadi iblis.

Ada yang bertanya, kenapa saya kerap menulis tentang Syiah, apakah itu tidak menyita waktu yang banyak? Saya tegaskan bahwa Syiah dewasa ini telah menjadi kanker ganas dalam agama Islam, mengaku Islam tapi mendekonstruksi ajaran Islam itu sendiri. Contoh nyatanya adalah, melaknat dan mengakifirkan sahabat terbesar Rasulullah yang sekaligus sebagai mertuanya, Abu Bakar dan Umar radhiallahu ‘anhuma. Mengafirkan keduanya berarti sama dengan melecehkan merusak sendi-sendi agama. Mereka berdua adalah simbol kemuliaan Islam dan diakui oleh para sejarawan tak terkecuali para orientalis, teralalu banyak hadis dan suri tauladan yang dapat diambil dari kedua manusia termulia dan telah dijanjikan Allah surga tempat tinggalnya di akhirat kelak.  Selain itu, Syiah juga telah menjadi sumber malaperaka bagi umat Islam, dari masa ke masa. Di mana ada Syiah, di sana ada masalah, termasuk konflik tak terkecuali di Makassar. Oleh karena itu, mengatasinya harus dengan berbagai cara, mulai dari pembinaan penganut sekte Syiah, hingga pembinasaan ajarannya. Dalam istilah medis disebut, pengobatan--rawat jalan--rehabilitasi--rawat inap--hingga amputasi. Mereka tidak bisa dibiarkan berkembang seenaknya, karena kelak akan menimbulkan masalah yang jauh lebih besar. Keutuhan agama dan negara akan menjadi taruhannya, jika mereka terus membiak. Umat Islam Ahlussunnah harus bersinergi mengobati dan melenyapkan kangker ganas ini.

Dalam menulis, sebenarnya saya tidaklah mengambil waktu terlalu banyak, untuk satu artikel tentang Syiah, saya hanya butuh 30-59 menit setiap selesai salat jamaah, dan tadarrus, di waktu Subuh. Dan tulisan yang saya suguhkan pun ringan-ringan saja, tujuannya sangat jelas, menjelaskan kepada umat Islam Indonesia, yang beraliran Ahlussunnah untuk selalu waspada dan terus menerus melawan penyimpangan Syiah. Kesesatannya telah tidak terbantahkan, hanya ulama su’, juhala dan sufaha yang mengingkari kesesatan Syiah. Senjata mereka adalah ‘taqrib’ alias pendekatan kepada Ahlussunnah, yang mengedepankan akhlak, cinta Ahlul Bait, cinta Husein, cinta tanah Karbala, cinta para Imam, cinta Imam Khomeini, cinta mut’ah (kawin kontrak) dan sederet cinta sesat dan sesaat lainnya.

Kali ini, saya suguhkan dialog antara Rasulullah dengan iblis, yang tentu saja ada kaitannya dengan Syiah yang memang diabolik alias berwatak iblis. Beberapa prilaku manusia yang sangat disukai oleh iblis terdapat dalam sekte Syiah. Dengan demikian tidak ada salahnya, dan juga tidak ada yang melarang, kecuali sufaha, untuk mencari benang merah, relasi, dan koneksi antara iblis dengan Syiah. Apa dan bagaimana bentuknya? Selamat menikmati suguhan bergizi berikut!

                                                ***

Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas, Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah, ‘Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.’ Rasulullah bersabda,  ‘Tahukah kalian siapa yang memanggil?’ Kami menjawab, ‘Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu’. Beliau melanjutkan, ‘Itu iblis, laknat Allah bersamanya. Umar bin Khattab berkata, ‘izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah.’ Nabi menahannya, ‘Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.’ Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat tujuh helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata, ‘Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin’, Rasulullah SAW lalu menjawab, ‘Salam hanya milik Allah SWT. Sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?’ Iblis menjawab, ‘Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.’ ‘Siapa yang memaksamu?’ ‘Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata, Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin’. ‘Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh’.

Musuh Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis, ‘Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?’ Iblis segera menjawab, ‘Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.’ ‘Siapa selanjutnya?’ tanya Rasulullah. ‘Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.’ Lalu siapa lagi?, ‘Orang Alim dan wara' [Loyal]’, Lalu siapa lagi?, ‘Orang yang selalu bersuci.’ Siapa lagi?, ‘Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain.’ Apa tanda kesabarannya?,  ‘Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar’.Selanjutnya apa? ‘Orang kaya yang bersyukur’, Apa tanda kesyukurannya? ‘Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya’. Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?’ Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam’. Umar bin Khattab? ‘Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur’. Usman bin Affan? ‘Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya’. Ali bin Abi Thalib? ‘Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu’—Ali bin Abi Thalib selau berdzikir. Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat? Tanya Nabi. Iblis menjawab, ‘Aku merasa panas dingin dan gemetar’. Kenapa? ‘Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat’. Jika seorang umatku berpuasa? ‘Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka’. Jika ia berhaji? ‘Aku seperti orang gila’. Jika ia membaca Alquran? ‘Aku merasa meleleh laksana timah di atas api’. Jika ia bersedekah? ‘Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji’. Mengapa bisa begitu? ‘Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya’. Apa yang dapat mematahkan pinggangmu? ‘Suara kuda perang di jalan Allah.’ Apa yang dapat melelehkan tubuhmu? ‘Taubat orang yang bertaubat.’ Apa yang dapat membakar hatimu? ‘Istighfar di waktu siang dan malam’. Apa yang dapat mencoreng wajahmu? ‘Sedekah yang diam-diam.’ Apa yang dapat menusuk matamu? ‘Shalat fajar.’ Apa yang dapat memukul kepalamu? ‘Shalat berjamaah’. Apa yang paling mengganggumu? ‘Majelis para ulama’. Bagaimana cara makanmu? ‘Dengan tangan kiri dan jariku’. Dimanakah kau menaungi anak-anakmu di musim panas? ‘Di bawah kuku manusia’.

Kekasih Iblis

Nabi melanjutkan wawancaranya, Siapa temanmu wahai Iblis? ‘Pemakan
riba—lanjutnya. Siapa sahabatmu? ‘Pezina.’ Siapa teman tidurmu? ‘Pemabuk.’ Siapa tamumu? ‘Pencuri.’ Siapa utusanmu? ‘Tukang sihir’ Apa yang membuatmu gembira? ‘Bersumpah dengan cerai.’ Siapa kekasihmu? ‘Orang yang meninggalkan shalat Jumaat.’ Siapa manusia yang paling membahagiakanmu? ‘Orang yang meninggalkan salatnya dengan sengaja.’ Rasulullah lalu bersabda, ‘Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.’ Iblis segera menimpali, Tidak, Tidak! Tidak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang saleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.’ Siapa orang yang ikhlas menurutmu? ‘Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya--iblis memang tidak berdaya di hadapan orang ikhlas--namun selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.’ Jika ia salat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Ia pun salat seperti ayam yang mematuk beras. Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak-anak muda, sebagian untuk menganggu orang-orang tua, sebagian untuk menggangu wanta-wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid. Aku punya anak—lanjut iblis—yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada salat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu salat berjamaah. Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus. Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus. Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya. Syaithan juga berkata, ‘keluarkan tanganmu’, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. Anak-anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa. Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur. Cara Iblis Menggoda Tahukah kau Muhammad—tanya iblis—dusta berasal dari diriku? Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad? Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah [gosip] dan Namimah [adu domba] kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, Cerai. Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur salat. Setiap ia hendak berdiri untuk salat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan salat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia salat. Namun aku bisikkan ke telinganya 'lihat kiri dan kananmu', ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan 'salatmu tidak sah'. Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam salatnya akan dipukul. Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia salat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam. Kamu tahu bahwa melakukan itu batal salatnya dan wajahnya akan diubah menjadi wajah keledai. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam salat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan ia pun semakin taat padaku. Kebahagiaan apa untukmu, sedangan aku  emerintahkan orang miskin agar meninggalkan salat. Aku katakan padanya, ‘kamu tidak wajib salat, salat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau salat’. Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan salat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan. Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu. Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam?

Permohonan Iblis

Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu? Tanya Nabi, ‘10 macam.’ Apa saja? ‘Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.’ (QS. Al-Isra :64). Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan. Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku. Allah berfirman, ‘Orang - orang boros adalah saudara - saudara syaithan.’  (QS. Al-Isra : 27). Wahai Muhammad—lanjut iblis-- aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, ‘Silahkan!’, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat. Iblis menegaskan, ‘Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.’ Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya. Rasulullah SAW lalu membaca ayat, ‘Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT.’ (QS. Hud :118 - 119), dan, ‘Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku.’ (QS Al-Ahzab: 38).

Iblis lalu berkata, Wahai Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk-mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong.
Demikianlah dialog antara Rasulullah dengan iblis. 

Dengan mengetahui sepak terjang iblis, akan memudahkan kita untuk menghindari mereka. Dalam peperangan, salah satu perkara yang harus diketahui adalah mencari kelemahan musuh, makin tinggi pengetahuan kita terhadap kekuatan dan kelemahan lawan, makin besar peluang untuk menang. Demikian pula dengan iblis, dengan mengetahui kelemahan-kelemahan dan kesukaannya, maka makin kita paham cara menghindar dari mereka. 

Bagaimana dengan Syiah? Demikian pula adanya, Syiah memiliki banyak perilaku yang menyimpang sebagaimana iblis, salah satunya, melegalkan dan menghalalkan nikah mut’ah yang mirip dengan nikah kontrak, tanpa ada saksi, wali nikah, dan mahar seenaknya, yang penting kedua mempelai sama-sama suka dan sama-sama butuh, seperti binatang, maka nikah pun jadi. Bahkan Mullah Fathullah Al-Kasani, seorang ulama su’ Syiah, dalam kitab tafsirnya, “Minhajus Shadiqin, halaman 356” dengan jelas menghalalkan nikah mut’ah bahkan orang yang melakukan mut’ah empat kali derajnya akan sama tingginya dengan Nabi Muhammad.  Bagi saya, ini adalah salah satu bentuk keiblisan dalam Syiah dan tidak salah jika dikatakan, Syiah kekasih iblis. Wallahu a’lam!

Ilham Kadir, B.A, S.Sos.I., M.A., Alumni Perdana (96) Pesantren Darul  Huffadz Tuju-tuju, dan alumni terbaik Arabic and Islamic College of Al-Ihsaniah Penang Malaysia.

Comments

Popular posts from this blog

Ibrahim, Bapak Para Nabi

Tragedi Wamena