Posts

Showing posts from December, 2013

Toleran Tanpa Ucapan Selamat Natal

Image
Beberapa waktu lalu, ketika saya menghadiri rapat persiapan Kongres ke-5 Umat Islam yang diselenggarakan oleh Kominte Perjuangan Penegakan Syariat Islam Sulawesi Selatan (KPPSI)—kebetulan saya ditunjuk sebagai sekertaris panitia pelaksana—salah seorang peserta berkelakar tentang rekannya yang beragama Kristen, Si Rekan, berkata, kenapa umat Islam dilarang mengucapkan ‘Selamat Natal’ kepada kami yang beragama Kristen, padahal itu kan cuma ucapan! Sang teman yang sekaligus Guru Besar di Fak. Kedokteran Unhas itu balik bertanya, kenapa orang Kristen tidak mau mengucapkan dua kalimat syahadat, padahal itu kan cuma ucapan! Dialog kelakar dan singkat di atas menandakan bahwa masih banyak dari penganut Nasrani yang tidak memahami konsekwensi dari ucapan ‘Selamat Natal’ dari kaum muslimin, dan di sisi lain, tidak banyak umat Islam yang bijak dan secerdas sang Guru Besar di atas. Tulisan berikut ini, akan kembali mengurai perbedaan pendapat di antara para ulama baik klasik maupun konte

Polemik Selamat Natal

Image
Salah satu polemik klasik yang selalu muncul menjelang perayaan Natal, sebagaimana yang terjadi saat ini, adalah boleh tidaknya seorang muslim mengucapkan ‘Selamat Natal’ pada umat Kristiani. Masalah ini seolah tidak ada habisnya untuk diperdebatkan, baik   di Indonesia maupun di belahan dunia lainnya. Agar proporsional, penting menelisik polemik seputar ucapan   selamat Natal bagi umat Islam kepada umat Kristiani yang selalu aktual agar dapat menjadi referensi. Sekadar mengingatkan. M. Qashim Mathar, Guru Besar dalam Pemikiran Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar pada tanggal 24 Desember 2012 menurunkan tulisan di Harian FAJAR dengan tema “Selamat Natal, Wahai Nabi Allah”, salah satu paragraf dalam tulisan tersebut berbunyi, “Kalau Alquran menyatakan ‘Selamat Natal’ kepada Nabi Yahya dan Nabi Isa, etiskah kalau ada pengikut Alquran yang melarang umat Islam mengucapkan ‘Selamat Natal [Maulid] Nabi Isa Al-Masih yang saat ini dirayakan oleh   Nasrani [K

Peran Ulama dan Zuama dalam Pemberdayaan Umat

Image
Acara seminar nasional dengan tema Revitalisasi Peran Ulama dan Zuama dalam Pemberdayaan Umat, dan Tudang Sipulung Akhir Tahun 2013, dirangkaikan dengan Pengukuhan Lulusan Pendidikan Kader Ulama (PKU) angkatan XVI tahun 2013 dilaksanakan di UMI pada hari Selasa 24 Desembaer 2013. Acara ini diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel bekerjasama dengan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Pada dasarnya, acara MUI ini merupakan rangkaian beberapa acara sebelumnya yang bertema “Diskusi Cahaya Muhaaram” yang telah diselenggarakan di beberapa tempat, seperti Enrekang dan Palopo.  Acara pembukaan dimulai dengan sambutan oleh ketua panitia, Bapak H. Waspada Santing, lalu dilanjutkan pengukuhan wisudawan para kader ulama. Tanpil juga Rektor UMI yang bertindak sebagai tuan rumah, Prof.Masrurah Mochtar, dalam sambutannya, beliua menegaskan bahwa UMI akan terus mendukung pengkaderan ulama-ulama muda yang dapat terjun langsung ke masyarakat untuk membina umat, ba

Syiah Kekasih Iblis

Image
Salah satu ciri kekasih iblis dalam hadis panjang di bawah ini adalah, orang yang meninggalkan shalat Jumat dengan sengaja dan tanpa alasan yang dapat diterima oleh syara’ ( udzrun syr'iyun ), seperti sakit atau dalam keadaan musafir. Syiah beranggapan bahwa salat jumat hukumnya bukanlah fardhu ‘ain, atau bukan kewajiban personal, dengan itu secara pemahaman sangat jelas sekte Syiah jika masih merasa mereka bagian dari pada agama Islam, akan termasuk kekasih iblis, kecuali jika merasa bukan bagian dari umat Nabi Muhammad, karena memiliki Imam yang melebihi Rasulullah, lalu dipermantap dengan Al-Qur’an khusus versi mereka yang tebalnya tiga kali lipat dari Al-Qur’an yang ada saat ini, maka mereka bukan lagi kekasih iblis, tetapi telah menjadi iblis. Ada yang bertanya, kenapa saya kerap menulis tentang Syiah, apakah itu tidak menyita waktu yang banyak? Saya tegaskan bahwa Syiah dewasa ini telah menjadi kanker ganas dalam agama Islam, mengaku Islam tapi mendekonstruksi ajar