Posts

Showing posts from November, 2013

Ulama Pewaris Para Nabi

Image
Sejak masuknya Islam di Indonesia hingga saat ini, ulama sebagai pemimpin umat telah menjadi sorotan dalam kajian-kajian para peneliti terhadap kepemimpinan Islam. Umumnya, dalam pelbagai kajian dan penelitian tentang ulama di Indonesia melahirkan konklusi bahwa ulama adalah tokoh yang memiliki posisi strategis dan sentral dalam masyarakat. Greetz sebagaimana dikutif As’ad berpendapat bahwa ulama sebagai makelar budaya ( cultural brokers ) yang berfungsi sebagai mata rantai utama yang menghubungkan sistem lokal dengan keseluruhan sistem yang lebih besar. Para ulama telah memainkan peran perantara bagi umat Islam dengan memberi mereka pemahaman tentang apa yang sedang terjadi pada dunia luar, (As’ad, 2001:1). Ada pun Horikoshi, ia berpendapat bahwa ketokohan ulama bukan hanya sebagai makelar budaya, atau sekadar perantara, tetapi lebih sebagai pemimpin tradisional yang memiliki kemampuan untuk menggerakkan orang-orang desa sesuai pengakuan mereka terhadap status dan peran ula

Syiah dalam Pandangan Prof. Rasjidi (3)

Image
Sebuah website, dengan nama, www.lppimakassar.net , LPPI yang dimaksud di sini adalah Laskar Penjaga Persatuan Islam, atau lebih tepatnya, ‘LPPI gadungan’ karena pada dasarnya ia hadir dengan dendam kesumat terhadap Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) yang memiliki website resmi: www.lppimakassar.com . Terlihat pula dengan jelas jika para pengelolah website tersebut dari manusia-manusia sufaha dan jahil murakkab , atau—meminjam istilah hadis—sebagai la yadri annahu la yadri , tidak tau jika dirinya itu jahil, lebih tepatnya, jahil kuadrat. Mereka adalah para golongan sempalan Syiah di Makassar. Sebuah tanggapan yang dialamatkan pada tulisan yang memuat resensi buku karya Prof. Dr. H.M. Rasjidi, “Apa Itu Syiah” ulasan tersebut saya beri nama “Syiah dalam Pandangan Prof. Rasjidi” seri kedua. Pihak LPPI gadungan menanggapi tulisan itu dengan judul provokatif, “ LPPI Said Samad Menolak Hadis di Sahih Muslim ”. Terlihat jelas jika penulisnya secara subyektif menyerang

Syiah dalam Kitab ‘Al-Milal wa Al-Nihal’

Image
Muhammad bin Ahmad Abu Al-Fatah Asy-Syarastani Asy-Syafai’i (474-548 H), selanjutnya disebut Syarastani sempena mengambil nama tempat kelahirannya. Tokoh yang sedang penulis bahas adalah pakar ragam ilmu, namun para sejarawan sepakat bahwa spesifikasi keilmuan Syarastani ada pada Ilmu Perbandingan Agama yang merupakan bagian dari Ilmu Kalam (theology). Diriwayatkan bahwa semenjak kecil Syarastani sudah ‘gila ilmu’ dan gemar melakukan penelitian, sebuah kegiatan yang lazimnya dilakukan oleh para mahasiswa dewasa ini. Modal utama Syarastani adalah ketekunan dan kecerdasan. Ketika memaparkan hasil penelitiannya, ia sangat moderat, tidak emosional, dan argumen-ergumennya selalu disertai dengan hujah-hujah yang kuat, hal itu menunjukkan bahwa dirinya memang menguasai masalah yang ia teliti. Salah satu kebiasaan para ulama dari dulu hingga kini, dari Maroko hingga Merauke adalah gemar mengembara, karena dengan itu mereka dapat pengalaman dan ilmu sekaligus, kita kenal bahwa pengal