Posts

Showing posts from October, 2013

Syiah dalam Pandangan Rasjidi (1)

Image
Prof.DR.H. Mohamad Rasjidi, selanjutnya disebut Rasjidi, lahir di Kotagede Yogyakarta 20 Mei 1915 dan meninggal dunia pada 30 Januari 2001. Ia menempuh sekolah dasar di Muhammadiyah Yogyakarta, kemudian melanjutkan sekolah menengahnya di perguruan Al Irsyad al Islamiyah, Malang, dibawah bimbingan dan asuhan Syekh Ahmad Surkati. Semangat mencari ilmunya makin tinggi, karena yang mengajar di situ bukan hanya guru-guru dari Indonesia, tapi juga dari Mesir, Sudan, dan Mekkah. Syekh Ahmad Surkati pendiri al Irsyad al Islamiyah, mendidik langsung Rasjidi dengan seksama. Menurut Surkati, Rasjidi adalah anak yang tekun dan cerdas, sehingga dicintai guru-gurunya. Kepandaian Rasjidi dalam bahasa Arab   dapat dinilai dengan kemampunnya menghafal kitab Nahwu—salah satu ilmu paling penting dalam bahasa Arab dan bagian dari ilmu dua belas— Alfiyah Ibnu Malik dalam usia 15 tahun, hal ini menjadikan dirinya diangkat sebagai asisten pengajar gramatika bahasa Arab. Selain itu, Rasjidi j

Jihad Versus Terorisme

Image
Istilah ‘jihad’ dan ‘teroris’ begitu populer pasca peristiwa pengeboman   menara kembar World Trade Center (WTC), Menhattan, Newe York dan Gedung Pentagon, Washinton DC, pada 11 September 2001. WTC adalah simbol supremasi ekonomi Amerika Serikat, sementara Pentagon adalan ikon keperkasaan militernya. Tak pelak lagi, tindakan di atas menimbulkan banyak problem dan dampak psikologis, mulai dari sisi ekonomi, politik, budaya, hingga agama. Barat yang diwakili oleh Amerika memandang bahwa tindakan penyerangan kedua ikon keperkasaan Amerika di atas sebagai teror oleh terorisme yang di latar belakangi oleh pemahaman teologis, dalam hal ini Islam. Masalahnya, benarkah jihad sama dengan terorisme? Penting untuk merumuskan kembali makna jihad secara benar dan proporsional, dan mendudukkan tindakan teroris sebagai bagian dari permusuhan terhadap umat dan ajaran Islam sendiri. Perdebatan   tentang terorisme dan jihad makin eksis ketika para pakar terorisme, media massa dan yang dianggap

Kurban Sebagai Qurbah

Image
Qurban—selanjutnya disebut ‘kurban’ mengikut Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai standar bahasa baku—dari segi bahasa adalah berasal dari kata ‘ qaraba-yaqrubu ’ yang berarti mendekat, namun arti mendekat di sini adalah melakukan pengorbanan dengan segenap upaya yang dimiliki, dalam istilah bahasa Arab disebut ' shighah muntahal-jumu' ', jika dikonversi ke dalam Ilmu Sharaf--bagian dari ilmu tata bahasa Arab--maka ia disejajarkan dengan wazn 'fu'lan'. Dari segi istilah syariat, kurban berarti menyembelih hewan tertentu pada waktu-waktu tertentu yaitu pada tanggal 10 ( yaum an-nahr ),   11, 12, dan 13 ( ayyam at-tasyri’ ) bulan Zul Hijjah—bulan ke-12 dalam hitungan tahun Hijriah—dengan niat sebagai bentuk persembahan (ibadah) kepada Allah SWT semata. Ibadah kurban juga disebut ‘udhiyah’, hari raya kurban disebut sebagai “Idul Adha” dan menjadi salah satu sarana ( washilah ) untuk melakukan pendekatan ( qurbah ) kepada Allah. Kurban adalah ibadah klasik,