Posts

Showing posts from September, 2013

Islamisasi Nusantara; Syiah tidak Berperan

Image
Sejarah merupakan salah satu disiplin ilmu yang unik lagi menarik untuk terus digali, dipahami, dan disiarkan pada khalayak ramai. Tak terkecuali sejarah masuknya Islam di kepulauan Nusantara yang   di dalamnya termasuk negara Indonesia. Oleh karena itulah para peneliti seakan berkompetisi untuk mengkaji sejarah islamisasi Nusantara dari masa ke masa yang tak jarang melahirkan polemik yang tidak berkesudahan disebabkan perbedaan pendapat mengenai siapa, kapan, bagaimana, serta apa saja faktor-faktor pendoronga terjadinya islamisasi secara massal. Dari perbedaan pendapat itulah melahirkan –dalam istilah Azyumardi Azra—sebagai ‘teori’. Sejarah sebagai catatan, laporan, prasasti, berita, khabar atau hadits adalah medan tempur kepentingan-kepentingan, ideologi-ideologi, worldview-worldview, dan misi para penulisnya. Dan pastinya, tidak semua penulis sejarah itu jujur dan teguh berpegang pada kebenaran. Sebagian mungkin tidak mengerti atau tidak mau tahu dan sengaja mengabaikannya

Miss World; Mucikari Kecantikan

Image
“… setelah dibersihkan lalu diukur badan termasuk buah dada (badan)nya dan kemudian diperas susunya untuk dijual, tanpa menyadari bahwa dia  sebenarnya sudah dimanfaatkan, dijadikan sapi perah. Untuk kepentingan dan keuntungan siapa?” (Dr. Daoed Joesoef). Itulah pernyataan keras mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dr.Daoed Joesoef,  soal kontes-kontes ratu kecantikan, seperti ditulis dalam memoarnya “ Dia dan Aku: Memoar Pencari Kebenaran ” (Jakarta: Kompas, 2006). Daoed Joesoef tidak berlebihan. Masalah eksploitasi tubuh perempuan untuk kepentingan bisnis sudah banyak disorot pemerhati masyarakat dan keperempuanan. UGM Yogyakarta, tahun 2004, meluluskan sebuah Tesis S2, yang kemudian diterbitkan dalam sebuah buku bertajuk: Manipulasi dan Dehumanisasi Perempuan dalam Iklan , karya Kasiyan, (Yogya: Ombak, 2008). Deborah Lupton, dalam bukunya, “ Medicine as C ulture: Illness, Disease and The Body in Western Societies” (1994), seperti dikutip Kasiyan , mengungkapkan, ba

Ratu Sejagad 2013

Image
Pada tahun 1970, sebuah acara mewah nan meriah di Royal Albert Hall, London-Inggris, tiba-tiba berubah menjadi kacau dan huru-hara. Sang pembawa acara, Bob Hope, disemproti tinta, dilempari bom tepung, tomat, dan telur busuk. Hadirin panik, dewan juri melarikan diri keluar, para kontestan menangis, sementara gerombolan demonstran mengamuk sambil meneriakkan yel-yel, “Kami tidak cantik jelita. Tidak pula jelek. Kami marah! [ We’re not beautiful, we’re not ugly, we are angry !]”. Protes keras terhadap kontes ‘Miss World Beauty ‘   (Ratu Cantik Sejagad) itu dilakukan oleh sejumlah aktivis wanita yang bergabung dalam Gerakan Pembebasan Perempuan alias Women Liberation Movement . Bagi mereka, perhelatan ratu cantik sejagad itu tak ubahnya ibarat ‘pasar hewan’. (Dr. Syamsuddin Arif, Orientalis dan Diabolisme Intelektual , 2008). Bulan November 2002, kontes ratu cantik di Nigeria rusuh akibat sebuah artikel yang bernada provokatif dan dianggap melecehkan Nabi Muhammad yang ditulis