Posts

Showing posts from July, 2013

Fuad Rumi dan Islamisasi Ilmu

Image
Beberapa jam setelah Dr. Ir. Fuad Rumi (1951-2013) dikabarkan telah meninggal dunia, di saat yang sama kami bertemu dan berdikusi dengan dua guru besar dari dua universitas kenamaan yang berbeda. Mereka adalah Prof. Dr. Arfin Hamid, seorang ulama dan cendekiawan muslim yang memiliki kepakaran dalam bidang hukum dan ekonomi syariah dari Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Prof. Dr. Hamdan Juhannis, guru besar ilmu sosiologi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Diskusi berlangsung di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, sembari menunggu acara bedah buku “Jihad dan Terorisme dalam Perspektif Hukum Islam” yang dibedah oleh Prof. Arfin Hamid, dan penulis buku tersebut, Dr. Kasjim Salenda yang dipandu oleh penulis sendiri. Dalam diskusi singkat itu, saya mencoba bertanya tentang pemikiran Fuad Rumi yang menyangkut dengan gerakan islamisasi ilmu. Pertanyaan ini saya lontarkan pada Prof. Hamdan Juhannis. Dengan gayanya yang khas, guru besar dengan nam

Menolak Ajaran Wahabi?

Image
Rangkaian acara Festival Ramadhan 1434 H, yang dilaksanakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan mengadakan bedah buku “Menolak Ajaran Wahabi” karya Zaini Dahlan. Ini adalah acara bedah buku yang keempat. Bedah buku kali ini berbeda dengan sebelumnya karena panitia langsung menghadirkan pakar Wahabi Indonesia, yaitu AM Waskito.  Pada awalnya, bedah buku “Menolak Ajaran Wahabi” akan dibedah oleh Prof. Dr. Rahim Yunus dan Ustad Ikhawan Abdul Jalil,   Prof. Rahim Yunus adalah guru besar bidang sejarah Islam di Universitas Islam Negeri Alauddin dan Sekertaris MUI Sulsel, sedangkan Ustad Ikhwan adalah Ketua DPP Wahdah Islamiyah dan alumni Universitas Islam Madinah.  Sehari sebelum acara bedah buku berlangsung, atau tepatnya pada hari Kamis, 18 Juli 2013 atau 9 Ramadhan 1434 H. Ustad Ikhwan ke kantor MUI Sulsel, sebagai salah satu pengurus MUI. Saat itu, saya selaku panitia Festifal Ramadhan dan acara bedah buku tersebut bersama dengan Drs. H. Waspada Santing M.Hi.

Fuad Rumi dan Filsafat Ilmu

Image
Interaksi pertama saya dengan Dr. Ir. Fuad Rumi bermula ketika menjadi mahasiswa program pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Kala itu, Pak Fuad--demikian sapaan akrabnya—menjadi salah satu dosen mata kuliah wajib, Filsafat Ilmu. Pertemuan pertama, Pak Fuad langsung to the point , ia menekankan bahwa tujuan utamanya mengajar mata kuliah Filsafat Ilmu untuk menjadi obat penawar pada segenap mahasiswa yang selama ini telah belajar dengan pandangan bahwa ilmu itu dikotomis, ada ilmu agama dan ada ilmu umum yang keduanya tidak ada hubungan sama   sekali, bahkan dalam beberapa hal sangat bertentangan. Pola fikir dikotomis inilah yang ingin direduksi oleh Pak Fuad. Contoh kongkritnya adalah materi Imu Filsasafat, sebagai akar dari segenap ilmu pengetahuan yang melahirkan sains, termasuk sains terapan yang darinya ragam teknologi dapat tercipta. Ia mengatakan bahwa selama ini filsafat yang dipelajari pada perguruan tinggi selalu menekankan dualisme dan dikotom

Tujuan Sekunder Puasa

Image
Ditilik dari sudut semantik, lafaz ‘ shiyam ’ yang dipakai Alqur’an untuk ‘puasa’ asalnya mengandung arti bertahan atau menahan diri, dari kata kerja reflexif ‘ shama–yashumu ’. Namun, dalam terminologi syariat,   puasa dimaksud ialah menahan diri dari makan-minum dan kegiatan seksual dan hal-hal yang menggugurkan pahala puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat dan rukun tentunya. Khusus di bulan suci Ramadhan, puasa merupakan kemestian perorangan ( fardhu ‘ayn ) setiap individu yang berakal dan tumbuh dewasa. Di luar bulan suci Ramadhan, kaum Muslim juga dibolehkan dan dianjurkan berpuasa secara suka rela berdasarkan petunjuk Rasulullah, di samping puasa denda dan kompensasi ( qadha ) sesuai dengan aturan yang berlaku. Puasa adalah ritual klasik yang terdapat pada semua agama. Inilah yang disitir dalam Alquran (QS 2:183) ‘ kama kutiba ‘ala l-ladzina min qablikum ’. Bagaimana persisnya cara mereka berpuasa hanya dapat diduga-duga, mungkin begini dan m